Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGGUNAAN LUMPUR LAUT CAIR DAN PUPUK KOTORAN SAPI DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH GAMBUT The (The Use Of Liquid Coastal Sediment Liquid And Cattle Manure To Improve Growth And Yields Of Corn On Peat Soil) Tatang Abdurrahman
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 3, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6863.026 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v3i3.15052

Abstract

AbstrakPenelitian untuk mengetahui pengaruh amelioran dari lumpur laut cair (LLC) yang diintegrasikan dengan pupuk kotoran sapi dalam meningkatkan kesuburan tanah gambut pada tanaman jagung telah dilakukan dari bulan April sampai September 2012 di lahan gambut Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Percobaan lapangan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial, diulang sebanyak dua kali dengan faktor pertama adalah LLC (0, 25, 50, 75 kL ha¯¹), sedangkan faktor kedua adalah pupuk kotoran sapi (0, 5, 10, 15 t ha¯¹). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian LLC secara mandiri meningkatkan pH tanah gambut. Pertumbuhan tanaman jagung yang diekspresikan dalam bentuk tinggi tanaman lebih tinggi, nisbah pupus akar lebih tinggi dan hasil tanaman jagung lebih tinggi dengan amelioran LLC dan pupuk kotoran sapi dengan dosis meningkat dibandingkan dengan tanpa amelioran. Dosis optimum LLC dan pupuk kotoran sapi berturut-turut 74,7 kL ha¯¹ dan 14,6 t ha¯¹ dengan hasil maksimum bobot kering biji jagung 10,6 t ha¯¹.Kata kunci : lumpur laut cair (LLC), pupuk kotoran sapi, jagung, gambutAbstractThe experiments to find out ameliorant effects from liquid coastal sediment (LLC) which integrated with cattle manure to improve peat soil fertility in maize crop were conducted from April 2011 to September 2012 on peatland in Pontianak, West Kalimantan. The field experiment were arranged in Randomized block Design with two factors and each treatment combination was replicated two times. The first factor was LLC concentration levels (0, 25, 50 and 75 kL ha¯¹). The second factor was cattle manure dosages (0, 5, 10 and 15 t ha¯¹). The result of experiment showed that the application of ameliorant LLC improved the pH on peat soil. Growth of corn as expressed in plant height was taller, NPA was taller and grain yields of corn was taller with application of LLC and cattle manure compared to without LLC and cattle manure. The optimum rates of LLC and cattle manure to produce maximum grain yields of corn were 74,7 kL ha¯¹ and 14,6   t ha¯¹, respectively with maximum yields of 10,6 t ha¯¹.Keyword : liquid coastal sediment (LLC), cattle manure, maize, peat.
Aplikasi Biochar Sekam Padi dan Tepung Cangkang Kerang untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kedelai pada Tanah Sulfat Masam Beny Setiawan; Sutarman Gafur; Tatang Abdurrahman
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5558

Abstract

Penggunaan lahan sulfat masam untuk budidaya kedelai memiliki beberapa permasalahan seperti antara lain rendahnya pH tanah dan fosfat tersedia serta tingginya kandungan Fe. Upaya untuk mengatasi kemarginalan lahan sulfat masam adalah dengan penambahan biochar dan pengapuran. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis biochar sekam padi dengan tiga taraf dosis (0, 5 % dan 10 %) dan faktor kedua yaitu dosis tepung cangkang kerang dengan tiga tara dosis (0, 12,14 g/polybag dan 24,28 g/polybag). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tepung cangkang kerang dengan dosis 24,28 g/polybag  meningkatkan berat kering biji pertanaman tertinggi jika dibandingkan kontrol yaitu sebesar 65.33 g/tanaman.
SOSIALISASI UPAYA PEMBASAHAN LAHAN GAMBUT DENGAN PEMBANGUNAN SUMUR BOR SECARA PARTISIPATIF Henny Herawati; Kartini Kartini; Aji Ali Akbar; Tatang Abdurrahman
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.933 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3252

Abstract

ABSTRAKPada musim kemarau lahan gambut sering mengalami kekeringan. Kondisi kering dapat menyebabkan lahan gambut mudah terbakar. Untuk menjaga lahan gambut dari kondisi kering, maka perlu dilakukan upaya pembasahan lahan gambut. Saat musim kemarau ketersedian air permukaan sulit diperoleh. Sumber air yang dapat diandalkan adalah air tanah. Pengambilan air tanah baik dan terkendali, perlu dilakukan dengan pengetahuan dan teknologi sederhana. Hal ini diperlukan agar pembasahan lahan gambut dapat dilakukan secara partisipatif. Untuk mencapai tujuan, maka dilakukan upaya sosialisasi tentang metode pembuatan sumur bor yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara partisipatif. Sosialisasi ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada msayarakat (PKM) yang dilakukan oleh Tim Pelaksana, dengan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2019. Kegiatan PKM ini dilakukan di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diawali dengan melakukan indept interview untuk mengali permasalahan di lokasi kegiatan. Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan praktek lapangan dengan melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi. Dampak kegiatan adalah meningkatnya kesehatan lingkungan dan masyakat serta dapat sebagai sumber air baku untuk keperluan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberi dampak peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat setempat khususnya, dan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas. Kata kunci: lahan gambut; kekeringan, sumur bor; partisipatif; wajok hilir. ABSTRACTThe peatlands often experience drought in the dry season. Dry conditions can cause peatlands to burn easily. It is necessary to make efforts to wet the peatlands to protect peatlands from dry conditions. During the dry season, it is difficult to obtain surface water. A reliable source of water is groundwater. The extraction of groundwater is good and controlled, it needs to be done with simple knowledge and technology. This is necessary so that the wetting of the peatlands can be done in a participatory manner. To achieve the goal, an effort was made to socialize the method of making boreholes that can be done by the community in a participatory manner. This socialization is one of the community service (PKM) carried out by the implementation team, with funding from the Ministry of Research, Technology, and Higher Education in 2019. This PKM activity was carried out in Wajok Hilir Village, Siantan District, Mempawah Regency, West Kalimantan. This activity begins with conducting an in-depth interview to multiply the problems at the location of the activity. The socialization was carried out by lecturing methods and field practice involving the local community. The community was very enthusiastic about participating in the socialization. The impact of these activities is to improve the health of the environment and the community as well as to serve as a source of raw water for daily needs. This activity also has an impact on increasing the knowledge and capacity of the local community in particular, and it is hoped that it can disseminate information to the wider community. Keywords: peatlands; drought, boreholes; participatory; wajok hilir.
PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Petrus Boni; Tris Haris Ramadhan; Tatang Abdurrahman
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1144

Abstract

Lahan kering PMK akan mampu menyediakan air dan hara yang cukup bagi tanaman bila ada perbaikan pada struktur dan kimia tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui interaksi pengaruh pemberian kapur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering serta diperolehnya dosis kapur dan pupuk NPK yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Februari 2020 – Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis kapur (K) sebanyak 3 taraf yaitu 1 ton/ha, 2 ton/ha dan 3 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) sebanyak 3 taraf yaitu 175 kg/ha, 350 kg/ha dan 525 kg/ha. Pengamatan tanaman meliputi 1). komponen pertumbuhan seperti tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, 2). Komponen hasil meliputi indeks panen, bobot 100 biji , Panjang tongkol dan bobot kering biji jagung per petak. Komponen pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman terjadi interaksi antara perlakuan dosis kapur dan dosis pupuk NPK. Komponen pertumbuhan generatif perlakuan kapur dan dosis NPK terjadi interaksi pada variabel bobot biji per petak dan bobot biji per tanaman sedangkan panjang tongkol, bobot 100 biji dan indeks panen tidak terjadi interaksi. Perlakuan dosis kapur 2 ton/ha dengan kombinasi pupuk NPK 350 kg/ha memberikan hasil tertinggi terhadap bobot biji kering jagung per petak sebesar 2139,67 gram. Kata Kunci : Kapur, NPK, Jagung, Podsolik Merah Kuning
PELATIHAN DEMPLOT PENGOLAHAN LAHAN TANPA BAKAR GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELADI DI DESA WAJOK HILIR Henny Herawati; Kartini Kartini; Tatang Abdurrahman; Aji Ali Akbar
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 2, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.677 KB) | DOI: 10.25105/juara.v2i1.8165

Abstract

Wajok Hilir Village is a peatland, agricultural have been going on for generations. The taro plant is one of the leading plants. However, in the last 10 years, productivity is only about 3-5 ounces per stem. This has resulted in the community no longer interested in cultivating taro plants. To increase the people's interest in planting taro, it is necessary to carry out training and practice by making a demonstration plot as a pilot. This activity aims to educate partners and residents in Wajok Hilir Village about how to farm taro so that productivity increases. The training provided was in the form of education on land management without burning. The method used in this activity is to provide training with the lecture and discussion method and direct practice in the taro demonstration plot. The partner of this activity is the Palaguna Farmer Group in Wajok Hilir Village. This training activity is a community service activity funded by the Higher Education DRPM 2020 through the Village Partners Development Program (PPDM) scheme. The result of this activity is that taro productivity can be increased and at the same time can increase the knowledge and skills of the Partners and residents of Wajok Hilir Village. This activity is also expected to increase the income of Partners in particular and the people of Wajok Hilir Village in general.
Efektivitas Campuran Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Hasil Buah Naga Pada Lahan Pasang Surut Darma Irawan; Iwan Sasli; Tatang Abdurrahman
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022 (AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Developmen
Publisher : Balai Pelatihan Pertanian Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46575/agrihumanis.v3i2.150

Abstract

The study was conducted to determine the effectiveness of a mixture of growth regulators on dragon fruit yields on tidal land, and to determine the best concentration of a mixture of effective growth regulators on dragon fruit yields on tidal land in Dungun Laut Village, Jawai District, Sambas Regency, from July 2021 to August 2021. This study used one-factor Randomized Block Design (RAK) method with 6 levels. Each treatment consisted of 4 samples, in a sample there were 2 fruit treatment samples and each treatment sample was repeated 3 times so total number of samples was 144 samples. The variables observedwere fruit diameter, fruit weight, rind thickness, sucrose content, harvest time, and shelf life. Giving synthetic GA3 as much as 100% cannot be replaced by the mixture of plant extracts on dragon fruit resulting in saline land. Giving 100% synthetic GA3 was able to significant effect on the variables of fruit diameter, rind thickness, fruit weight, harvest time, and shelf life. But it has no significant effect on the fruit sweetness level. The correlation is so close to each observation variables such as fruit weight and rind thickness, fruit weight and harvest time, fruit weight and shelf life, fruit weight and fruit diameter, rind thickness and harvest time, rind thickness and fruit diameter.
Pengaruh Krinyu dan Trichoderma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi pada Tanah Sulfat Masam Mulyadi; Fajarianto; Tatang Abdurrahman
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v1i4.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Krinyu dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan terdiri atas dua faktor, Faktor pertama (petak utama) yaitu Trichoderma (t) yang terdiri dari 2 taraf yaitu; t0 (tanpa Trichoderma), t1 (dengan Trichoderma) dan faktor kedua (anak petak) adalah Kirinyu (k) terdiri dari 4 taraf; k0 (tanpa Krinyu), k1 (5 ton/ha), k2 (10 ton/ha) dan k3 (15 ton/ha). Pengamatan dilakukan padi berumur 30,45,60 setelah tanam sampai hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma dan Krinyu baik secara tunggal maupun interaksinya berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan diantaranya: tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, berat gabah perrumpun dan berat 1000 bulir.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY AKIBAT PEMBERIAN ABU JANJANG SAWIT DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Bobi Hermawan; Tatang Abdurrahman; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50144

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakcoy pada tanah aluvial dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian abu janjang sawit dan pupuk NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis terbaik dari abu janjang sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai dari 25 Agustus sampai 7 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu dosis abu janjang sawit dengan 3 taraf a1 (3,6 g/polybag); a2 (7,2 g/polyba); a3 (10,7 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 3 taraf p1 (1,2 g/polybag); p2 (1,6 g/polybag); p3 (2 g/polybag) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi abu janjang kelapa sawit dan pupuk NPK mampu meningkatkan luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 3,6 g/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 2 g/polybag merupakan interaksi terbaik dalam mempengaruhi berat segar tanaman sawi pakcoy. Kata Kunci : abu janjang sawit, pupuk NPK, sawi pakcoy, tanah aluvial.
PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Januar Aldi; Tatang Abdurrahman; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59040

Abstract

Kedelai edamame merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Kedelai edamame memiliki biji dengan rasa yang manis serta mengandung protein nabati dan gizi yang tinggi. Kedelai edamame dapat tumbuh subur dengan pemberian pupuk yang tepat. Pupuk kotoran kambing dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk NPK berfungsi sebagai penyuplai unsur hara makro untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kotoran kambing dan NPK serta mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi, gang Matematika, Pontianak, penelitian ini berlangsung dari tanggal 5 Februari 2022 - 27 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu pemberian pupuk kotoran kambing dan NPK. Penelitian ini terdapat 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan ada 4 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan terdapat 108 tanaman. Faktor pertama pupuk kotoran kambing (k): k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK (p): p1 = 150 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 450 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan bintil akar. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa pengaruh pupuk kotoran kambing dan NPK terdapat interaksi pada variabel berat kering tanaman dan bobot polong segar per tanaman. Pemberian pupuk kotoran kambing dosis 20 ton/ha dan NPK dosis 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai edamame. Kata Kunci : Aluvial, Edamame, Kedelai, NPK, Pupuk Kotoran Kambing
Studi Komparasi Fungi Mikoriza Arbuskula Asal Dua Ekosistem pada Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol di Media Gambut Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 1 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i1.642

Abstract

The success factor in developing arbuscular mycorrhizae fungal (AMF) biofertilizers the source of propagules, which is determined by ecological factors. The compatibility between AMFs is important in deciding whether the biofertilizer produced can be used efficiently. The research aims to study and obtain location-specific AMF from two different ecosystems on the growth and yield of cauliflower plants with efficient fertilization. The research was conducted in Pontianak City, West Kalimantan, from June to November 2023. The research method used a completely randomized factorial design. The first factor is the ecosystem source of AMF propagules (without AMF, AMF from peat ecosystems, and AMF from dry land ecosystems). The second factor is the level of NPK fertilization (100%, 75%, 50%, and 25% of the recommended dose). The research results obtained show that the application of AMF from peat ecosystems and dry land as a biological fertilizer is able to support the efficiency of NPK fertilization in increasing the growth and yield of cauliflower plants up to a fertilizer level of 50% of the recommended dose.