Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA TARAKAN Ariani, Ariani; Utomo, Mohamad Nur
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 13 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the developmentand improvement strategy of competitiveness in facing competitive of free market ASEAN Economic Community (AEC) 2015, at SMEs in Tarakan City, North Kalimantan. Analytical method used is descriptive approaches, which is identify the various problems faced by SMEs and analyze them by using SWOT analysis and strategies formula to solve the model. The population of respondents includes all SMEs in Tarakan City, North Kalimantan. Sample method applies purposive sampling. Result of research in the form of development strategy model and improvement of competitiveness SMEs in facing is competitive globalness. Based on internal and external analysis of SMEs in Tarakan City, it can be obtained that the primary strategy is a strategy of growth in which SMEs Tarakan City strengthened the strength of SMEs which is to preserve the quality of raw materials, the legality/permit products included in the qualifications, the highly competitive price and the improvement of human resource development in SMEs in Tarakan City. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan dan peningkatan daya saing dalam menghadapi kompetitif pasar bebas ASEAN Economic Community (AEC) 2015, pada UMKM di kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, yaitu melakukan identifikasi berkaitan dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM dan menganalisisnya dengan menggunakan analisis SWOT kemudian merumuskan model strategi untuk mengatasinya. Populasi responden meliputi seluruh UMKM yang berada di kota Tarakan, Kalimantan Utara.Metode sampel menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian berupa model strategi pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM dalam menghadapi kompetitif global.Kalimantan Utara.Berdasarkan analisis internal daneksternal UMKM kotaTarakan dapat diperoleh bahwa yang menjadi strategi utama adalah strategi Growth (pertumbuhan) dimana UMKM kotaTarakan memanfaatkan seluruh kekuatan UMKM yaitu mempertahankan kualitas dari bahan baku, legalitas/ijin produk yang masuk dalam kualifikasi, harga yang tetap bersaing dan melakukan peningkatan SDM di dalam UMKM di kotaTarakan.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Pada Agroekosistem Lahan Kering (Kajian Sosiologis di Kota Tarakan) Suryana, Nia Kurniasih; Assegaf, Said Usman; Ariani, Ariani
Jurnal Magrobis Vol 14, No 2 (2014): 2014
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.8 KB)

Abstract

Pemenuhan pangan di tingkat rumah tangga menjadi tolak ukur kemandirian pangan, yaitu dengan melihat kemampuan produksi pangan yang mampu menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup di tingkat rumah tangga, baik dalam jumlah, mutu, keamanan, maupun harga yang terjangkau, yang di dukung oleh sumber-sumber pangan yang beragam sesuai dengan keragaman lokal . Disparitas ketersediaan dan keanekaragaman konsumsi pangan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : (1) kondisi wilayah dan kondisi ekosistem; (2) factor social budaya, seperti kebiasaan makan, pengetahuan gizi; (3) dukungan sarana dan prasarana dalam mengakses pangan; (4) kesenjangan dalam memperoleh bahan pangan sebagai akibat dari perbedaan daya beli kelompok masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Mengetahui jumlah produksi pangan, tingkat pendapatan rumah tangga, dan ketersediaan pangan pokok sebagai komponen utama ketahanan pangan rumah tangga pada agroekosistem lahan kering; (2) Mengetahui sosial budaya rumah tangga pada agroekosistem lahan kering dalam mencapai ketahanan pangan rumah tangga; (3) Mengetahui peranan anggota rumah tangga terhadap ketahanan pangan rumah tangga pada agroekosistem lahan kering. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan pada rumah tangga pada agroekosistem lahan kering di Kota Tarakan yaitu jumlah produksi (X1) dan pendapatan (X2). Dalam kehidupan rumah tangga petani pada agroekosistem lahan kering, makanan merupakan salah satu media pengungkapan rasa solidaritas, kesetiakawanan dan pemupukan ikatan-ikatan social. Peran anggota rumah tangga dalam ketahanan pangan meliputi kegiatan pemilihan produksi yang dilakukan oleh suami, pemasaran produksi dilakukan oleh istri, pemasaran hasil produksi oleh suami dan istri, pengambilan keputusan dalam bidang konsumsi oleh suami, istri dan anak, serta kegiatan sosial yang dilakukan oleh istri.Kata Kunci: Ketahanan pangan, agroekositem, lahan kering
ANALISIS PERENCANAAN KETENAGAKERJAAN DI KOTA TARAKAN Ariani Ariani
JURNAL EKONOMIKA Volume 13, Nomor 01, Januari 2022
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jek.v13i0.2421

Abstract

Paradigma tradisional memiliki pandangan tentang pembangunan yang ada di Indonesia sebagai negara yang berkembang, sehingga diidentikan dengan upaya untuk meningkatkan pendapatan per-kapita atau dengan strategi pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi masalah-masalah pembangunan yang berdasarkan pada pancasila dan pembukaan UUD 1945. Berdasarkan identifikasi perencanaan ketenagakerjaan di kota Tarakan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan industri daerah yang mampu menopang ketersediaan kesempatan lapangan kerja di Kota Tarakan, ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni dari segala aspek, ketesediaan kelembagaan ketenagakerjaan yang diharapkan mampu menopang peningkatan kinerja dari pencari pekerjaan. Transparan, proses dan mekanisme pengambilan keputusan yang dibangun sejak mulai tingkat dinas/instansi, lembaga dan swasta terkait ketenagakerjaan sudah diketahui dan dapat dipantau oleh masyarakat Kota Tarakan. Responsif, usulan kegiatan yang dihasilkan lebih disebabkan adanya upaya merespon apa yang menjadi isu di masyarakat Kota Tarakan. Partisipatif, keterlibatan masyarakat Kota Tarakan menjadi satu keniscayaan dalam pengertian perumusan yang terjadi dilakukan bersama dan selalu memperhatikan masalah/isu yang diangkat oleh masyarakat. Akuntabel, Seluruh proses dilakukan secara transparan, menjawab kebutuhan dan melibatkan masyarakat Kota Tarakan dan hasilnya hasilnya pasti dapat dipertanggungjawabkan. Melalui beberapa daya dukung sesuai analisis peran yang ada yaitu beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, Dukungan kongkrit dan nyata adalah keikutsertaan masyarakat yang terbentuk dalam Tripartit di kota Tarakan. Kedua, Daya dukung yang merupakan potensi (akan ada atau bisa diusahakan) juga tidak ada karena dukungan ini muncul kalau ada dukungan yang berupa dukungan konkrit dan nyata sudah ada dahulu. Ketiga, dukungan dari sektor formal dan informal serta dukungan dari masyarakat yang terdapat di kota Tarakan.
KAJIAN PERUBAHAN HUKUM DAN PEREKONOMIAN PADA ERA PERDAGANGAN BEBAS DI SEKTOR PERTANIAN Ariani Ariani
JURNAL AKTA YUDISIA Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Akta Yudisia Vol. 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/ay.v1i2.972

Abstract

Abstract National economic development has shown the transformation of the economic structure from agriculture to industry, as well as with the development of the law. Economic indicators showed decline in the share of the agricultural sector as well as an increasing share of the industrial sector in the Gross Domestic Product (GDP) can be bukti.Pertanian in Indonesia is at crossroads jalan.Sebagai supporting the livelihood of millions of Indonesian society, the agricultural sector requires a strong economic growth and rapid .Sektor also need to be one of the main components in the program and the government's strategy to alleviate structural kemiskinan.Transformasi between sectors, it appears that with increasing per capita income, the agricultural sector has decreased the share of the GDP, while the industrial sector on the contrary experienced peningkatan.Kebanyakan developing countries today this has been agreed that the development of industry and agriculture as much as possible to walk semultan. Agriculture provides a market for manufactured goods, feed the urban population, be a source of labor and capital to the industrial sector, as well as generate foreign exchange for the import of machinery and raw materials required by the intermediate industri.Prioritas sector policies to increase food production can be done through the use teknologi.Tipe and direction of technological change is influenced by market forces and pemerintah.Selain research funded research in the country, the source of technological progress is a transfer from outside negeri.Program-local research programs in countries developing in some ways is not replaceable by technology the foreign research results.Keywords: Structural Transformation, GDP, Agricultural Sector, Industrial Secto
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN ARTERI TERHADAP PENGARUH HAMBATAN SAMPING DIKOTA TARAKAN (Studi Kasus : Jalan Mulawarman) Achmad Zultan Mansur; Daud Nawir; Ariani Ariani
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i2.906

Abstract

Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktifitas samping segmen jalan. Banyaknya aktifitas samping jalan sering menimbulkan berbagai konflik yang sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan Mulawarman serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ruas jalan Mulawarman. Penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dan program SPSS versi 16. Dari hasil perhitungan analisis regresi tentang hubungan hambatan antara kinerja jalan dengan hambatan samping di dapat satu model persamaan yang baik yaitu model linier pangkat, untuk hubungan kecepatan dengan hambatan samping, dan nilai R2 sebesar 0.659, untuk hubungan volume dengan hambatan samping. Faktor dominan dari hubungan kecepatan dengan hambatan samping dari yang pengaruhnya tinggi sampai pengaruhnya terendah adalah pejalan kaki, kendaraan lambat, kendaraan berhenti lalu kendaraan keluar masuk. Sedangkan faktor dominan dari hubungan volume lalu lintas dengan hambatan samping dari yang pengaruhnya tinggi sampai pengaruhnya terendah adalah  pejalan kaki, kendaraan lambat, kendaraan berhenti, kendaraan keluar masuk.
Efficiency and Economic Scale of the Batik Industry in Tarakan City Devi, Charitin; Ariani; Ansar, Rudi
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 20 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v20i4.2431

Abstract

This research aims to measure, analyze the efficiency and economic scale of Asian Batik, D'Erte Batik, Semandate Batik and Julak Batik. The data used is primary data from interviews. Based on the results of data processing using EMS, the efficiency of cotton batik is only produced by Batik D'Erte and Satin Batik by Batik Asia is 100% efficiency each. For Cotton Batik produced by Asian Batik, Semandat Batik, and Julak Batik were inefficient by 98.16%, 35.47%, and 28.00%. Meanwhile, satin batik produced by Batik D'Erte, Batik Semandat, and Julak Batik were inefficient by 77.09%, 14.16%, and 21.43%. Each batik producer that is inefficient in its batik production has an intensity value ranging from 0.05 to 1.23. For cotton batik, the largest difference is the input from Julak Batik of Rp. 11,150,846 and satin batik, the largest difference is also in Julak Batik with an input difference of Rp. 9,632,727 and output of Rp. 200,000. The value of the regression coefficient of the production activities of the four producers is 1.340362, which is increasing return to scale, meaning that the production activities carried out by batik producers are at an increased rate of increase in yield or if an addition is made to capital, raw materials or labor in production, it will increase output by 1.34%.
Legalitas dan Pendampingan Administrasi untuk Penguatan Sanggar Tari Rasat Eco Tarakan Devi, Charitin; Ariani, Ariani; Margiyono, Margiyono; Kartini, Kartini; Pratiwi, Sulistya Rini; Putri, Ferica Christinawati; Rahmawati, Meylin; Agusriyanti, Rizky; Nainggolan, Yohanna Thresia
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i2.23397

Abstract

Rasat Eco Dance Studio is one of the cultural community institutions that carries the mission of developing and preserving regional cultural values ​​and carrying out the process of cultural regeneration, especially the culture of the Dayak and Kalimantan tribes. This studio was established and operated on June 6, 2009. Since it began operating, Rasat Eco Dance Studio has carried out a series of cultural activities, one of which is Dance. This studio is located in Tarakan City, North Kalimantan Province. When this institution was first established, it did not have legality, and the administration was still not managed optimally. The management of Rasat Eco Dance Studio is not in accordance with the general procedures in establishing an institution, namely the fulfillment of the legality of the institution, so it is necessary to carry out mentoring and legalization activities regarding the management and administration of the institution to strengthen and increase capacity so that it can continue to work in carrying out cultural missions. The activities carried out include assistance in legalization and mentoring for the completeness of the administration of Rasat Eco Dance Studio and are held in Tarakan City, North Kalimantan Province. The output of this activity is legalization in the form of a deed of establishment of the institution and the completeness of the administration of the Rasat Eco Dance Studio institution.
The Influence of Investment, Net Exports, and Labor on GRDP in the Manufacturing Industry Sector in Kalimantan Pratama, Adhy Satya; Yusrie, Yusrie; Devi, Charitin; Darmawanto, Agus Tri; Ariani, Ariani; Shalahuddin, Shalahuddin
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 5 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v5i2.3520

Abstract

This study aims to determine the Effect of Investment (PMA), (PMDN), Net Exports, and Labor Partially and Simultaneously on GRDP of the Manufacturing Industry Sector in Kalimantan. The instrument used in this study is secondary data, collected from 2017 to 2024, with 40 data points. This study uses panel data regression analysis, which combines time-series and cross-sectional data. The Research Results partially indicate that the PMA, Net Exports, and Labor Variables do not have a significant effect. In contrast, PMDN does have a substantial effect on GRDP of the Manufacturing Industry Sector in Kalimantan during 2017-2024. While simultaneously showing that the PMA, PMDN, Net Exports, and Labor Variables have a significant effect on GRDP of the Manufacturing Industry Sector in Kalimantan in 2017-2024.
Transformasi UMKM Menuju Go Digital: Legalitas dan Tata Ruang Usaha Devi, charitin; Kartini, Kartini; Pratiwi, Sulistya Rini; Irna, Rizky Agusriyanti; Margiyono, Margiyono; Ariani, Ariani; Simangunsong, Bernadeth YP Br.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola konsumsi dan terbentuknya ekosistem bisnis modern. Pemerintah melalui program percepatan digitalisasi UMKM menetapkan target integrasi 30 juta pelaku usaha dalam ekosistem digital pada tahun 2024. Berbagai studi menunjukkan bahwa tingkat adopsi digital masih rendah akibat keterbatasan literasi digital, kapasitas sumber daya manusia, dan kelemahan manajemen usaha. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM di Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan legalitas dan digitalisasi UMKM di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan program, ini meliputi sosialisasi digitalisasi serta pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan registrasi pemanfaatan Google Maps sebagai media promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas dan pemahaman mitra terhadap prosedur legalitas usaha (85 persen peserta mampu menjelaskan kembali prosedur pengajuan NIB) serta pemanfaatan digital tools (80 persen peserta dapat menjelaskan manfaat Google Maps dan tahapan registrasi akun). Dampak nyata program ini mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan memperkuat keberlanjutan program PkM berikutnya. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas UMKM menuju ekosistem bisnis digital yang berkelanjutan.
Assessing Efficiency and Productivity of Micro and Small Industries: An Empirical Study in North Kalimantan ARIANI; charitin Devi; Sulistya Rini Pratiwi; Yohanna Thresia Nainggolan; Wong Sing yun
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan Vol. 18 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEKT.2025.v18.i02.p03

Abstract

The economic statistics of the micro and small industries in North Kalimantan Province indicate that the added value reached IDR. 516.6 billion from micro industries and IDR. 46.6 billion from small industries in 2022. However, these industries only absorbed 2% of the total workforce in North Kalimantan Province. This indirectly suggests that the performance of the manufacturing sector for micro and small industries has not yet been optimized. This study aims to identify the factors influencing efficiency and assess productivity in micro and small industries in North Kalimantan Province from 2015 to 2023. The results show that only input value and output value significantly affect the efficiency of micro and small industries in North Kalimantan Province, while the number of firms and the workforce do not have a significant impact on efficiency during the 2015–2023 period. However, simultaneously, input value, output value, number of firms, and workforce influence the efficiency of micro and small industries in North Kalimantan Province.