Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Typology of The Coastal Countryside in Supporting Development of North Coast Region in West Java Apriadi Budi Raharja; Supratognyo Aji; Deden Syarifudin
TATALOKA Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.22.4.486-496

Abstract

The pressure from rapid development causes condition of resources and living quality to be less than ideal for future development. The economic characteristics of northern coast regions of West Java commonly deals with fish farm, ground fish catch, industrial area, ship repair, and tourist. This study aimed to reveal the typology of rural area, north coast of West Java province. The analysis used was multivariate to identify a group of objects that have the semblance of a characteristic parameter based on natural resources and human resources. Research locus on six counties that consist of 124 identified villages is a village along northern coast of West Java. Based on analysis of rural typology, four of the rural types were found, namely; typology 1 (comprised 55 villages); typology 2 (48 villages); typology 3 (10 villages); typology 4 (11 villages). Coastal villages of Pantura have a fast transition, However the transition occurred tends to shape village’s characteristic and still unable to improve service quality and quality of life of rural communities.
Sosialisasi & Inventarisasi Potensi Desa Wisata di Desa Cikalong Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung Reza Martani Surdia; Apriadi Budi Raharja; Budi Heri Pirngadie; Supratignyo Aji
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v9i1.416

Abstract

Palasari Village, Cikalong Village has the potential of the agricultural and plantation sectors, this is illustrated by the population structure of the Cikalong Village based on the type of livelihood of the people who also use the land distributed. It is unfortunate that the potential of agriculture isn’t seen from other perspectives as a tourist attraction. "Non-mass tourism" or known as an alternative type of tourism that is more directed at small groups organized to look for things related to the first that are related to culture, environment, or specific place. Therefore, a tourist village that presents the potential for rural nuances that have distinctive characteristics becomes a tourist destination. Tourism village is a rural area that has several unique characteristics that are prepared for tourist destinations. Based on the results of an inventory of tourism potential, the partner village of PpM (pengabdian kepada masyarakat) has tourism potential related to folklore related to "Batu Cinta", and a panorama of agriculture against the backdrop of Mount Puntang hills. However, there are challenges that discuss the partnership in developing the attraction object, planting permit, tourism awareness, and awareness of environmental cleanliness.
Inisiasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Geospatial dalam Penyusunan Peta Desa Berbasis Partisipatif Masyarakat Reza Martani Surdia; Budi Heri Pirngadi; Apriadi Budi Raharja; Luky Sutansyah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 2 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i2.5724

Abstract

Keterbukaan informasi geospasial sangat berkembang cepat mulai bersifat open acess maupun tidak. Informasi keruangan yang di representasikan dalam bentuk dua dimensi disebut sebagai peta. Di sisi lain masyarakat membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. Akan tetapi permasalahan yang terjadi pada mitra PKM adalah belum terdapat informasi geospasial salahsatunya informasi batas administrasi, maupun sebaran fasilitas umum yang disajikan dalam bentuk peta di Desa Babakan. Pemerintah Desa Babakan maupun masyarakat masih kesulitan dalam mendapatkan informasi penampakan permukiman fisik yang dapat memudahkan dalam pengamatan wilayah desa. Melalui pemetaan berbasis peran serta masyarakat dan aparatur desa, kegiatan identifikasi dan inventarisasi Kawasan Desa Babakan dapat terlaksana. Berdasarkan hasil kegiatan PKM, aparatur desa, kadus serta perwakilan masyarkat antusias mengikuti kegiatan inventarisasi informasi wilayah. Diharapkan ke depan pembuatan peta desa ini dapat menjadi basis data spasial kawasan perdesaan untuk keperluan perencanaan, pembangunan dan pengendalian wilayah, mempercepat proses tata batas dan tata ruang kawasan desa, untuk sarana monitoring program/intervensi pembangunan.
Kajian potensi kawasan mangrove di kawasan pesisir Teluk Pangpang, Banyuwangi Apriadi Budi Raharja; Bambang Widigdo; Dewayani Sutrisno
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.025 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.1.1281

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi kawasan mangrove serta potensi luas kawasan yang dapat dijadikan sebagai sempadan pantai. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu nilai ekonomi mangrove di bagian barat Teluk Pangpang dengan menggunakan metode effect on production (EOP) dan kesesuaian kawasan sempadan pantai. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh utilitas konsumen dari kawasan mangrove adalah sebesar Rp.33.187.626,12. Dengan jumlah nelayan mangrove sekitar 350 orang dan luas daerah penangkapan sekitar +489 Ha, maka nilai ekonomi sumberdaya kawasan mangrove dilihat dari fungsi pemanfaatan langsung adalah sebesar Rp.32.189.744,06 per hektar per tahun. Sedangkan untuk potensi kawasan yang dapat dijadikan sebagai kawasan sempadan pantai dari hasil perhitungan tumpang-tindih (overlay) dapat dihasilkan wilayah yang termasuk dalam kategori sangat sesuai yaitu + 127,5 ha, sedangkan sesuai luas + 257 Ha, dan kurang sesuai seluas + 442,1 ha dan tidak sesuai yaitu + 1.910,1 ha.Abstrak dalam bahasa indonesia, tidak lebih dari 250 kata (garamond fond 11)Kata kunci : Teluk Pangpang; Ekonomi mangrove; Sempadan pantai; Rehabilitasi
Pengembangan Produk Wisata dan Perancangan Digital Destination Branding Wisata Desa (Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Bandung) Apriadi Budi Raharja; Reggy Eka Panca Rahmat; Dewi Ajeng Khutomah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.12048

Abstract

Desa Panyocokan memiliki potensi besar dari alam, siklus/rutinitas kebudayaan, juga modal sosial diantaranya keramahan pada warga pendatang yang berpotensi sebagai alternatif pekerjaa komplemen salah satunya pariwisata. Namun ditemukan bahwa permasalahan di Desa Panyocokan belum adanya rencana pengembangan wisata. Untuk itu, kami kami berinisiatif mengambil peran dalam pengembangan wisata desa dengan sebuah program pengembangan produk wisata dan perancangan digital destination branding wisata desa yang dapat memberikan presfektif bagi masyarakat agar bisa menarik wisatawan dan maupun menjadi alat komunikatif dalam mempromosikan tempat tersebut. Pelaksaan Program PHP2D ini menggunakan metode pendekatan partisipatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan berupa pengukuran lahan, pengamatan, observasi potensi desa. Sementara pengumpulan data sekunder berupa data-data statistik terkait desa Panyocokan, profil desa dan potensi desa. Adapun capaian dari program ini diantaranya publikasi ilmiah pada jurnal, adanya publikasi pada media masa online, adanya struktur organisasi dan SK Kades terkait inisiasi pembentukan kelompok sadar wisata, adanya media promosi digital (Facebook, Instagram dan Tiktok), tersedianya fotografi objek wisata dan video promosi pariwisata, adanya media promosi luar ruangan dan signage serta kerjasama dengan agen wisata yang menjadikan Desa Panyocokan sebagai paket destinasi yang ditawarkan.
Kajian potensi kawasan mangrove di kawasan pesisir Teluk Pangpang, Banyuwangi Apriadi Budi Raharja; Bambang Widigdo; Dewayani Sutrisno
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1281

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi kawasan mangrove serta potensi luas kawasan yang dapat dijadikan sebagai sempadan pantai. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu nilai ekonomi mangrove di bagian barat Teluk Pangpang dengan menggunakan metode effect on production (EOP) dan kesesuaian kawasan sempadan pantai. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh utilitas konsumen dari kawasan mangrove adalah sebesar Rp.33.187.626,12. Dengan jumlah nelayan mangrove sekitar 350 orang dan luas daerah penangkapan sekitar +489 Ha, maka nilai ekonomi sumberdaya kawasan mangrove dilihat dari fungsi pemanfaatan langsung adalah sebesar Rp.32.189.744,06 per hektar per tahun. Sedangkan untuk potensi kawasan yang dapat dijadikan sebagai kawasan sempadan pantai dari hasil perhitungan tumpang-tindih (overlay) dapat dihasilkan wilayah yang termasuk dalam kategori sangat sesuai yaitu + 127,5 ha, sedangkan sesuai luas + 257 Ha, dan kurang sesuai seluas + 442,1 ha dan tidak sesuai yaitu + 1.910,1 ha.Abstrak dalam bahasa indonesia, tidak lebih dari 250 kata (garamond fond 11)Kata kunci : Teluk Pangpang; Ekonomi mangrove; Sempadan pantai; Rehabilitasi
Kajian potensi kawasan mangrove di kawasan pesisir Teluk Pangpang, Banyuwangi Apriadi Budi Raharja; Bambang Widigdo; Dewayani Sutrisno
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1281

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi kawasan mangrove serta potensi luas kawasan yang dapat dijadikan sebagai sempadan pantai. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu nilai ekonomi mangrove di bagian barat Teluk Pangpang dengan menggunakan metode effect on production (EOP) dan kesesuaian kawasan sempadan pantai. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh utilitas konsumen dari kawasan mangrove adalah sebesar Rp.33.187.626,12. Dengan jumlah nelayan mangrove sekitar 350 orang dan luas daerah penangkapan sekitar +489 Ha, maka nilai ekonomi sumberdaya kawasan mangrove dilihat dari fungsi pemanfaatan langsung adalah sebesar Rp.32.189.744,06 per hektar per tahun. Sedangkan untuk potensi kawasan yang dapat dijadikan sebagai kawasan sempadan pantai dari hasil perhitungan tumpang-tindih (overlay) dapat dihasilkan wilayah yang termasuk dalam kategori sangat sesuai yaitu + 127,5 ha, sedangkan sesuai luas + 257 Ha, dan kurang sesuai seluas + 442,1 ha dan tidak sesuai yaitu + 1.910,1 ha.Abstrak dalam bahasa indonesia, tidak lebih dari 250 kata (garamond fond 11)Kata kunci : Teluk Pangpang; Ekonomi mangrove; Sempadan pantai; Rehabilitasi