Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UPAYA PROMOTIF KESEHATAN GIGI DAN MULUT SEBAGAI PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD MUTIARA BANGSA PRINGSEWU Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Bagimu Negeri Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2018

Abstract

Upaya Promotif Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebagai Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Pra Sekolah Di Paud Mutiara Bangsa Pringsewu, Tujuan memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak usia prasekolah. Tahapan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan diawali dengan identifikasi masalah melalui wawancara pada orangtua dan guru PAUD dan observasi , menyiapkan materi, leaflet dan video edukasi. Tahapan pelaksanaan yaitu menyampaikan materi, praktek sikat gigi, Hasil setelah diberikan edukasi anak prasekolah mampu meningkatkan ketrampilan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Simpulan bahwa terdapat peningkatan ketrampilan anak dalam menyikat gigi dan mencuci tangan setelah diberikan edukasi tentang kesehatan gigi, dan mulut.
FAKTOR KEAKTIFAN IBU DENGAN KETEPATAN JADWAL IMUNISASI BAYI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2419

Abstract

Pandemic Covid-19 menghambat jalannya system pelayanan kesehatan di masyarakat, termasuk layanan imunisasi dasar pada bayi. Padahal, imunisasi tidak boleh dihentikan sekalipun tengah terjadi wabah. Jika dihentikan, kejadian luar biasa penyakit lain yang juga mematikan bisa mengancam. Ketika cakupan imunisasi di suatu wilayah masih rendah, kekebalan komunitas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan ibu dengan ketepatan jadwal imunisasi bayi usia 2 – 24 bulan pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan waktu cross-sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 2-24 bulan dan memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani lembar Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP). Jumlah sampel yang didapatkan adalah 31 bayi balita usia 2-24 bulan. Hasil penelitian didapatkan Ada Hubungan Keaktifan Ibu dengan ketepatan jadwal imunisasi bayi pada masa pandemic covid-19 di BPM Yoyoh Suherti, M.Kes Pringsewu. P value 0,000;OR 8,000 CI 95% 4,864 – 16,199). Hasil juga menunjukan Sebagian besar ibu aktif mencari informasi imunisasi pada masa pandemic Covid 19 (61,5%), sedangkan sisanya kurang aktif (38,5%). Diharapkan seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga kesehatan bayinya meskipun pada masa pandemic Covid 19 dengan salah satu caranya adalah aktif mencari informasi tentang imunisasi dasar bayi baik itu tentang manfaat, jadwal, efek samping, dan lain-lain serta membawa bayinya imunisasi sesuai dengan jadwal yang tepat.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERUPA HABBATUSSAUDA, MADU DAN KURMA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA WASTING Nurwinda Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2423

Abstract

Wasting adalah kondisi diaman badan anak menurun, sangat kurang bahkan di bawah garis normal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh pendamping makanan tambahan terhadap peningkatan atau kenaikan berat badan pada balita. Jenis penelitian berupa Quasi Eksperimen dengan pendekatan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pringsewu Lampung. Analisa yang digunakan ialah analisa Univariat dan Bivariat dengan uji T-Test. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat perbedaan berat badan balita wasting yang telah diberikan makanan pendamping, hasil uji T-Paired pada berat badan sebelum intervensi ialah 9.5 Kg dengan standar deviasi 0,264 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikasn dengan rata-rata hasil penimbangan berat badan balita antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Sehingga berdasarkan hasil penelitian didapatkan tidak ada pengaruh pemberian makanan pendamping berbahan kurma, habatussaudan dan madu terhadap perbedaan rata-rata berat badan balita. Oleh sebab itu peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya dapat lebih spesifik dalam inovasi ini dengan minimal 90 hari atau lebih.
RIWAYAT ANEMIA DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN PRINGSEWU Yeti Septiasari; Nurwinda Saputri; Dzul Istiqomah Hasyim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3028

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk anemia pada kehamilan dan prematuritas. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, yang berkontribusi pada kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia pada kehamilan dan prematuritas dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel 60 balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dari ibu yang mengalami anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (51,7%) dibandingkan ibu tanpa anemia (48,3%). Selain itu, balita yang lahir prematur lebih banyak mengalami stunting (46,7%) dibandingkan balita dari kehamilan normal (31,7%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dan prematuritas dengan kejadian stunting (p-value
FAKTOR KEAKTIFAN IBU DENGAN KETEPATAN JADWAL IMUNISASI BAYI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2419

Abstract

Pandemic Covid-19 menghambat jalannya system pelayanan kesehatan di masyarakat, termasuk layanan imunisasi dasar pada bayi. Padahal, imunisasi tidak boleh dihentikan sekalipun tengah terjadi wabah. Jika dihentikan, kejadian luar biasa penyakit lain yang juga mematikan bisa mengancam. Ketika cakupan imunisasi di suatu wilayah masih rendah, kekebalan komunitas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan ibu dengan ketepatan jadwal imunisasi bayi usia 2 – 24 bulan pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan waktu cross-sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 2-24 bulan dan memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani lembar Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP). Jumlah sampel yang didapatkan adalah 31 bayi balita usia 2-24 bulan. Hasil penelitian didapatkan Ada Hubungan Keaktifan Ibu dengan ketepatan jadwal imunisasi bayi pada masa pandemic covid-19 di BPM Yoyoh Suherti, M.Kes Pringsewu. P value 0,000;OR 8,000 CI 95% 4,864 – 16,199). Hasil juga menunjukan Sebagian besar ibu aktif mencari informasi imunisasi pada masa pandemic Covid 19 (61,5%), sedangkan sisanya kurang aktif (38,5%). Diharapkan seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga kesehatan bayinya meskipun pada masa pandemic Covid 19 dengan salah satu caranya adalah aktif mencari informasi tentang imunisasi dasar bayi baik itu tentang manfaat, jadwal, efek samping, dan lain-lain serta membawa bayinya imunisasi sesuai dengan jadwal yang tepat.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERUPA HABBATUSSAUDA, MADU DAN KURMA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA WASTING Nurwinda Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2423

Abstract

Wasting adalah kondisi diaman badan anak menurun, sangat kurang bahkan di bawah garis normal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh pendamping makanan tambahan terhadap peningkatan atau kenaikan berat badan pada balita. Jenis penelitian berupa Quasi Eksperimen dengan pendekatan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pringsewu Lampung. Analisa yang digunakan ialah analisa Univariat dan Bivariat dengan uji T-Test. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat perbedaan berat badan balita wasting yang telah diberikan makanan pendamping, hasil uji T-Paired pada berat badan sebelum intervensi ialah 9.5 Kg dengan standar deviasi 0,264 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikasn dengan rata-rata hasil penimbangan berat badan balita antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Sehingga berdasarkan hasil penelitian didapatkan tidak ada pengaruh pemberian makanan pendamping berbahan kurma, habatussaudan dan madu terhadap perbedaan rata-rata berat badan balita. Oleh sebab itu peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya dapat lebih spesifik dalam inovasi ini dengan minimal 90 hari atau lebih.
RIWAYAT ANEMIA DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN PRINGSEWU Yeti Septiasari; Nurwinda Saputri; Dzul Istiqomah Hasyim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3028

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk anemia pada kehamilan dan prematuritas. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, yang berkontribusi pada kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia pada kehamilan dan prematuritas dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel 60 balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dari ibu yang mengalami anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (51,7%) dibandingkan ibu tanpa anemia (48,3%). Selain itu, balita yang lahir prematur lebih banyak mengalami stunting (46,7%) dibandingkan balita dari kehamilan normal (31,7%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dan prematuritas dengan kejadian stunting (p-value
IDENTIFIKASI INFEKSI KECACINGAN (Soil Transmitted Helminth) DALAM TUMBUH KEMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Mario Sandro; Nurwinda Saputri; Muhammad Arif
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3474

Abstract

Banyaknya kasus terjadinya kecacingan pada saat ini yaitu dapat disebabkan karena kurangnya kepekaan masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, hal ini yang memicu dapat terjadinya kasus kecacingan yang ada di masyarakat. Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan dari berbagai macam banyak aspek seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Sarana atau sanitasi lingkungan rumah tempat tinggal seseorang, kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan metode Crossectional Study dengan pengukuran secara langsung pada sampel yaitu seluruh siswa kelas 1,2,3, dan yang mempunyai kuku yang panjang. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan kuku, hal ini untuk mengetahui bagaimana personal hygiene siswa yang merupakan salah satu indikator dalam penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan mengukur tumbuh kembang siswa. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa-siswi memiliki hygiene personal yang baik, namun ada beberapa siswa-siswi yang memiliki hygiene personal yang kurang baik, yang ditemukan 3 orang (9%) positif ada telur cacing pada sampel kuku tersebut. Pada analisis bivariat yaitu pada status kejadian kecacingan dengan tinggi badan menunjukkan hasil terdapat korelasi antara status kejadian kecacingan dengan tinggi badan seseorang yang dimana menunjukkan hasil signifikan yaitu p = 0,000 yang bermakna ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan tinggi badan. pada status kejadian kecacingan dengan berat badan menunjukkan hasil terdapat korelasi antara status kejadian kecacingan dengan berat badan seseorang yang dimana menunjukkan hasil signifikan yaitu p = 0,000 yang bermakna ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan berat badan.