Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Demonstrasi Plot Pemeliharaan Ayam Ras Petelur Sebagai Rintisan Terbentuknya Kampung Unggas di Desa Rempek Kabupaten Lombok Utara Mohammad Hasil Tamzil; Budi Indarsih; Pardi Pardi; Oscar Yanuarianto
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 1 No. 3 (2019): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v1i3.36

Abstract

The program of demonstration plot in Rempek Village, North Lombok Regency was expected to become a pioneer for laying chicken farm in the regency. Prior to development of planned facilities, site survey was conducted to find the purposed location and focus discussion group. The demonstration plot used house system with 6 x 20 m in width and length extending from east to west. The cage was built using mild construction iron poles and roofed using spandex. The roof was in a monitor-shape with half–open walls on the north and south sides.  550 cages were put iniside the house to keep 1100 pullets. For the pullet row put next to the walls, they were placed with the heads facing inwards; meanwhile for the pullets in the middle rows, they were placed back to back with each other. Every cage was equipped with a feeder and a nipple. During the rearing process, the pullets were fed 110 g/head/day of a mixture of commercial concentrate, corn, and bran with the ratio of 2:4:4, while drinking water was given ad libitum. The production process was normal with egg production peak reaching 92%. After 4 weeks of the peak production, North Lombok Regency was hit by several earthquake, causing the decrease of egg production for the feed was too procey for the production to continue
PENYULUHAN MANAJEMEN PETERNAKAN ITIK SISTEM INSTENSIF DI DESA BAGIK NYAKA SANTRI Mohammad Hasil Tamzil; Budi Indarsih
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.307

Abstract

Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada peternak itik di desa Bagik Nyaka Santri, kecamatan Aikmel, kabupaten Lombok Timur dalam mengatasi berbagai problema dalam budidaya ternak itik secara terkurung. Kegiatan penyuluhan terselenggara berkat kerjasama antara Kelompok Peternak Itik Tunas Sederhana Bagik Nyaka Santri dengan staf pengajar pada Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Materi penyuluhan meliputi: pembibitan, pakan dan pemberian pakan, sistem pemeliharaan, penyakit dan pencegahan penyakit, serta pengelolaan pasca panen. Semua rangkaian acara berjalan lancar serta semua peserta penyuluhan mengikuti rangkaian acara dan tanya jawab dengan serius. Materi penyuluhan dipandang sebagai materi yang sangat dibutuhkan oleh peserta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa materi penyuluhan yang diberikan dapat menambah wawasan peserta untuk mengatasi persoalan-persoalan yang muncul dalam beternak itik secara terkurung.
Identifikasi Perubahan Sifat Kualitatif Ayam Arab: Studi Kasus Pada Peternakan Ayam Arab Penghasil Telur di Desa Beber Mantang Lombok Tengah Mohammad Hasil Tamzil; I Nyoman Sukartha Jaya; Budi Indarsih; Ni Ketut Dewi Haryani; Asnawi Asnawi
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v7i2.102

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat kualitatif ayam Arab yang dipelihara sebagai penghasil telur.Penelitian dilakukan dengan pengamatan pada peternakan ayam Arab di desa Beber Kecamatan Mantang Lombok Tengah. Penentuan sampel peternak dilakukan dengan metode purpusive random dengan kreteria memelihara ayam Arab fase bertelur dalam kandang litter. Peubah yang diamati adalah warna bulu, warna paruh, warna kulit, warna shank dan bentuk jengger. Hasil penelitian mendapatkan bahwa ayam Arab yang diamati mempunyai 2 warna bulu, yaitu warna silver dan gold. Terjadi penambahan warna paruh putih, yang semula hanya berwarna hitam, menjadi hitam dan putih. Hasil penelitian juga mendapatkan bentuk jengger pea, dari semula hanya berbentuk tunggal.
Hatchability and hatching time of Arab Chicken eggs With Different Heat Sources Ni Ketut Dewi Haryani; Budi Indarsih
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tetas dan lama menetas telur ayam Arab pada mesin tetas dengan sumber panas berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Unram. Tiga ratus butir telur tetas ditempatkan di dua mesin tetas dengan sumber pemanas listrik (PL) dan pemanas lampu minyak (PLM). Setiap perlakuan mendapat ulangan tiga kali (150 butir setiap perlakuan). Data dianalisis menggunakan uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber panas berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas, DHE, lama menetas dan bobot tetas akan tetapi berpengaruh (P<0.05) terhadap daya tetas. Fertilitas telur ayam Arab dengan PL 85,2% dan mesin tetas PLM 90,7%. Daya hidup embrio (DHE) dengan PL 85,6% dan PLM 90,5%, daya tetas dengan PL adalah 70,9% dan PLM 83,8%, dan bobot tetas PL 29,6 g, sedangkan mesin tetas PLM 28,9 g, dan lama menetas telur dengan mesin tetas PL 21,3 hari dan PLM 21,7 hari. Perbedaan jenis sumber panas inkubator tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas telur, viabilitas embrio, waktu tetas dan bobot tetas tetapi berpengaruh (p=0,043) terhadap daya tetas. Kesimpulannya, daya tetas sumber panas lampu minyak tanah lebih baik dibandingkan inkubator pemanas listrik. Kata Kunci : Kematian Embrio, Daya Tetas, Pemanas Listrik, Lampu Minyak Tanah