Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS REVEAL DAN STATED PREFERENCE TERHADAP ATRIBUT ACCESS TIME DAN FREQUENCY PADA KOMPETISI MODA BUS DAN KERETA API: STUDI KASUS MALAYSIA Angelalia Roza; Andi Mulya Rusli; Mohamed Rehan Karim
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.589 KB)

Abstract

Kajian terkait kompetisi moda di negara berkembang masih menjadi topik menarik untuk diteliti. Malaysia sebagai salah satu negara berkembang misalnya, telah merealisasikan double tracking project ETS yang semakin mempertajam kompetisi moda angkutan darat antarkota di negara ini, khususnya moda bus ekspres dan kereta api ekspres. Tingginya persaingan moda tersebut dapat direpresentasikan melalui probabilitas dan preferensi moda. Pendekatan analisis dilakukan menggunakan reveal preference method yang dipertajam dengan stated preference method. Preferensi pengguna moda bus dideskripsikan dengan memunculkan analisis utilitas dan sensitivitas terhadap 12.000 data set. Melalui analisis sensitivitas, dapat diprediksi respon pengguna bus terkait perubahan nilai utilitas kedua moda tersebut. Temuan studi ini menjadi menarik, dimana probabilitas pemilihan bus berpotensi turun sebesar 59.1% (menjadi 18.1%) ketika moda kedua mampu melayani keberangkatan dengan intensitas frekuensi yang sama. Artinya, jika ditinjau dari atribut frequency, untuk mencapai balanced mode share, moda kereta api perlu meningkatkan frekuensi pelayananya menjadi 8 departures/day (meningkat 200% dari fekuensi pelayanan eksisting). Sedangkan bila ditinjau dari atribut access time dan shifting dari moda bus menuju moda kereta api mungkin pula terjadi apabila access time menuju terminal bus tidak dijaga baik seperti kondisi saat ini. Berdasarkan hasil sensitivitas analisis, kondisi balanced mode share antara moda bus dan kereta api dapat terjadi dengan sendirinya ketika access time menuju terminal bus menjadi lebih buruk (lebih lama 31 menit dari kondisi eksisting). Hal ini merupakan tantangan terhadap peningkatan pelayanan feeder mode transport di negara ini. Langkah pemerintah untuk mendisain transport hub dinilai tepat, guna memfasilitasi pergerakan ke arah utara, selatan dan timur Malaysia dengan pemisahan jaringan terminal bus inter-regional dan intra-regional di Kuala Lumpur. Maka temuan terkait kompetisi moda angkutan darat di Malaysia dapat menjadi catatan penting bagi pembuat kebijakan di negara berkembang seperti Indonesia, untuk menggalakkan penggunaan transportasi umum kedepannya. Kata Kunci: Metoda stated preference, Reveal preference,  Access time, Frequency, Preferensi moda bus antarkota dan kereta api
Analisis Reveal dan Stated Preference Terhadap Atribut Travel Time dan Travel Cost Pada Kompetisi Moda Bus dan Kereta Api: Studi Kasus Malaysia Angelalia Roza; Andy Mulya Rusli; Mohamed Rehan Karim
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.529 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.1.13-22.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kompetisi moda angkutan umum darat antarkota di negara berkembang seperti Malaysia, terkait atribut travel time dan travel cost. Kajian ini menjadi penting karena kebijakan infrastuktur di negara berkembang seperti realisasi double tracking project ETS di Malaysia, berpotensi menimbulkan persaingan moda khususnya bus dan kereta api, terkait dua atribut tersebut. Pendekatan analisis dilakukan menggunakan reveal preference method yang dipertajam dengan stated preference method. Tingginya kompetisi moda angkutan umum darat antarkota ini memungkinkan terjadinya mode shift, yang dapat diprediksi melalui preferensi dan persepsi pengguna moda. Preferensi dan persepsi pengguna moda bus antarkota dideskripsikan dengan memunculkan analisis sensitivitas terhadap 12.000 data set. Melalui analisis sensitivitas, dijumpai adanya perbedaan persepsi pengguna bus terhadap kebijakan penyedia jasa dalam perubahan nilai utilitas kedua moda tersebut. Temuan studi ini menarik, dimana reduksi travel time dan penurunan travel cost yang sama pada kedua moda, belum tentu menghasilkan persentase mode shift yang sama. Pengguna bus terlihat kurang begitu responsif terhadap pengurangan travel time maupun travel cost moda saingannya. Sebaliknya, pengguna bus antarkota lebih khawatir terhadap bertambahnya travel cost dan travel time moda mereka (bus). Diharapkan kajian ini menjadi pertimbangan bagi pembuat kebijakan agar pembangunan infrastruktur lebih tepat sasaran menuju terciptanya balance mode share. Terutama bagi kebijakan yang menimbulkan persaingan angkutan umum darat antarkota di masa depan.Kata kunci : Metoda stated preference, Reveal preference,  Preferensi moda bus antarkota, Analisis sensitivitas.
PERBANDINGAN NILAI ISPU HARIAN DI 5 TITIK PEMANTAUAN UDARA DKI JAKARTA PADA SAAT LOCKDOWN MARET 2020 Nelvidawati Nelvidawati; Angelalia Roza
Construction and Material Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Construction and Material Journal Vol. 4 No. 1 Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v4i1.4520

Abstract

One of the air quality conditions in the Special Capital City Region (DKI) Jakarta is the transportation sector. The air quality index is dominated by moderate conditions, even at dangerous levels. The COVID-19 pandemic caused the DKI Jakarta Provincial Government to lock down in March 2020. Research in several countries has shown that air quality has improved because people's mobility has been stopped. This study aims to determine the effect of the lockdown imposed in DKI Jakarta on its air quality and see a comparison at each point. The method used is descriptive method. The data analyzed in this study were collected from 5 points of the Air Quality Monitoring System (AQMS) monitoring tool. Based on the research, it was concluded that the lockdown imposed in DKI Jakarta only affected the location of point 1 at the Hotel Indonesia (HI) roundabout. The Air Pollution Status Index (ISPU) is dominated by good air quality conditions. Other areas such as West Jakarta, East Jakarta, North Jakarta and South Jakarta, the lockdown imposed in March 2020 did not have any effect on increasing the ISPU value. In 2021 the air quality condition in DKI Jakarta is worse than in previous years at all monitoring points since the activities have returned to normal and traffic jams frequently occur. Keywords: Air Quality Index, DKI Jakarta, Lockdown, Transportation.  
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN AKIBAT ON – STREET PARKING SYSTEM PASCA PEMASANGAN ALAT METER PARKIR (STUDI KASUS RUAS JALAN PERMINDO KOTA PADANG) Angelalia Roza; Quinoza Guvil; Redho Budiman Birman
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.975 KB) | DOI: 10.21063/jts.2018.V502.062-76

Abstract

Kawasan permindo saat ini telah memberikan ruang yang nyaman bagi pedestrian untuk beraktivitas. Namun seiring peningkatan laju pertumbuhan kendaraan, adanya aktivitas on street parking dan PKL di badan, maka pelayanan di ruas jalan ini berpotensi menurun. Sebetulnya Pemerintah Kota Padang telah melakukan upaya manajemen parkir yang perlu diapresiasi seperti Parking Meter System, namun dilaporkan belum sukses. Perlu dikaji ulang formulasi kebijakan on street parking yang sesuai untuk kawasan ini. Penelitian ini bermaksud memberi pandangan terkait dua alternatif kebijakan: pengalihan on street parking dan pengendalian on street parking yang mungkin diterapkan di kawasan kajian. Skenario pengalihan on street parking diduga mampu meningkatkan lebar efektif jalan, meningkatkan kapasitas jalan, dan mereduksi nilai derajat kejenuhan, sehingga masuk dalam kategori kondisi pelayanan baik dengan ciri arus lancar dan sedikit hambatan. Namun alternatif ini tidak disukai responden.yang terlihat dari hasil analisis deskriptif respon pengguna. Hasil analisis respon pengguna tersebut di cross check melalui analisis persepsi dengan teknik statistik inferensial. Data persepsi dikumpulkan melalui paper based survey terhadap 100 responden (PKL dan Pengguna Parkir). Hasil analisis persepsi menunjukkan tingkat kenyamanan ruas jalan Permindo masih berada pada level “cukup nyaman” (nilai persepsi kenyamanan 51,63%). Terbukti dari hasil Uji validitas melalu Uji t (t hitung > t tabel = 1,6605) yang memenuhi kriteria “valid”, dan Uji reabilitas instrumen dengan Korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach Alpha (???? = 0,631 > r tabel = 0,196) yang memenuhi kriteria “reliable”. Dalam hal ini on street parking belum dirasa sangat mengganggu dari sudut pandang responden. Maka berdasarkan hasil kajian, apabila on street parkir di kawasan ini masih tetap dipertahankan, perlu dilakukan pengendalian on street parking melalui optimalisasi penerapan alat meter parkir yang diiringi kebijakan pembatasan parkir dan manajemen tarif. Terkait perumusan kebijakan tarif, alternatif 1 (Rp.3.500 untuk 1 jam pertama dan Rp. 1.000 untuk jam berikutnya) direkomendasikan untuk kendaraan roda dua, dan alternatif 2 (Rp. 3.500 untuk 1 jam pertama dan Rp. 1.000 untuk jam berikutnya) direkomendasikan untuk kendaraan roda empat.
ANALISIS REVEAL DAN STATED PREFERENCE TERHADAP ATRIBUT ACCESS TIME DAN FREQUENCY PADA KOMPETISI MODA BUS DAN KERETA API: STUDI KASUS MALAYSIA Angelalia Roza; Andi Mulya Rusli; Mohamed Rehan Karim
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.589 KB) | DOI: 10.21063/jts.2017.V402.029-38

Abstract

Kajian terkait kompetisi moda di negara berkembang masih menjadi topik menarik untuk diteliti. Malaysia sebagai salah satu negara berkembang misalnya, telah merealisasikan double tracking project ETS yang semakin mempertajam kompetisi moda angkutan darat antarkota di negara ini, khususnya moda bus ekspres dan kereta api ekspres. Tingginya persaingan moda tersebut dapat direpresentasikan melalui probabilitas dan preferensi moda. Pendekatan analisis dilakukan menggunakan reveal preference method yang dipertajam dengan stated preference method. Preferensi pengguna moda bus dideskripsikan dengan memunculkan analisis utilitas dan sensitivitas terhadap 12.000 data set. Melalui analisis sensitivitas, dapat diprediksi respon pengguna bus terkait perubahan nilai utilitas kedua moda tersebut. Temuan studi ini menjadi menarik, dimana probabilitas pemilihan bus berpotensi turun sebesar 59.1% (menjadi 18.1%) ketika moda kedua mampu melayani keberangkatan dengan intensitas frekuensi yang sama. Artinya, jika ditinjau dari atribut frequency, untuk mencapai balanced mode share, moda kereta api perlu meningkatkan frekuensi pelayananya menjadi 8 departures/day (meningkat 200% dari fekuensi pelayanan eksisting). Sedangkan bila ditinjau dari atribut access time dan shifting dari moda bus menuju moda kereta api mungkin pula terjadi apabila access time menuju terminal bus tidak dijaga baik seperti kondisi saat ini. Berdasarkan hasil sensitivitas analisis, kondisi balanced mode share antara moda bus dan kereta api dapat terjadi dengan sendirinya ketika access time menuju terminal bus menjadi lebih buruk (lebih lama 31 menit dari kondisi eksisting). Hal ini merupakan tantangan terhadap peningkatan pelayanan feeder mode transport di negara ini. Langkah pemerintah untuk mendisain transport hub dinilai tepat, guna memfasilitasi pergerakan ke arah utara, selatan dan timur Malaysia dengan pemisahan jaringan terminal bus inter-regional dan intra-regional di Kuala Lumpur. Maka temuan terkait kompetisi moda angkutan darat di Malaysia dapat menjadi catatan penting bagi pembuat kebijakan di negara berkembang seperti Indonesia, untuk menggalakkan penggunaan transportasi umum kedepannya.
TANTANGAN TRANSPORTASI UMUM KHUSUSNYA MODA ANGKUTAN DARAT DI NEGARA BERKEMBANG : STUDI KASUS MALAYSIA Angelalia Roza; Andi Mulya Rusli; Mohamed Rehan Karim
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.261 KB) | DOI: 10.21063/jts.2015.V201.013-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kompetisi moda transportasi umum khususnya angkutan darat antar kota di negara berkembang seperti Malaysia, serta untuk mengetahui preferensi dan persepsi pengguna bus melalui analisis sensitivitas menggunakan skenario Stated Preference (SP), Reveal Preference (RP), model logit binomial dan regresi linier. Delapan koridor penting di Malaysia, diamati sebagai area penelitian dengan berfokus pada koridor KL-Penang. Sebanyak 12.000 set data telah dianalisis. Diperoleh bahwa selisih nilai atribut waktu perjalanan (X1), tarif (X2), frekuensi pelayanan (X3) dan waktu akses (X4) terbukti signifikan mempengaruhi utilitas dan probabilitas preferensi bus pada model akhir. Kajian ini dinilai penting, karena kebijakan pemerintah dalam mengarahkan pembangunan infrastuktur dengan anggaran besar, seperti realisasi double tracking project dan kereta api listrik ETS, cenderung menimbulkan persaingan moda terkait atribut tersebut. Mengacu pada analisis sensitivitas, terlihat adanya perbedaan persepsi pengguna bus terhadap kebijakan penyedia jasa dalam penurunan nilai utilitas moda bus terhadap kereta api. Pengguna bus terlihat kurang begitu responsif terhadap pengurangan waktu perjalanan dan pengurangan tarif kereta api. Temuan ini menarik, dimana pencapaian nilai atribut yang sama untuk kedua moda, belum tentu memberikan daya tarik moda yang sama. Pendekatan studi ini diharapkan dapat menjadi platform kebijakan industri angkutan umum darat antarkota, agar pembangunan infrastruktur lebih tepat sasaran menuju pencapaian balanced mode share. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi negara berkembang lainnya, dalam rangka menghadapi persaingan angkutan umum darat antarkota di masa depan.
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN KERUSAKAN JALAN DI KOTA SOLOK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: Jalan Datuk Perpatih Nansabatang, Jalan Sawah Sianik, Jalan Veteran, Jalan Kol. Drs. Zahlul St. Kebesaran) Ahmad Refi; Diyo Atmatri Putra; Angelalia Roza
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Edisi 1 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.009 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i1.1337

Abstract

To support the acceleration of the regional or regional economy, the government has prioritized road construction projects. The better the road performance will make it easier for people to carry out their activities. Based on data from the Solok City Road Network in 2019/2020, it is known that out of a total of 221,700 km of road length in Solok City, there are 35,917 km that have been severely damaged, 20,488 km have been moderately damaged, 16,970 km are lightly damaged. The large number of road sections that have been damaged cannot be repaired at the same time, so to make a decision, a special criteria is needed in handling road damage. The objectives in this study are: determining the criteria considered in handling road damage and determining the order of priority for handling road damage in Solok City. This study was conducted to study 4 road sections using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This research is descriptive quantitative, while the data sources used in this study are primary data obtained from the distribution of questionnaires to 30 respondents prepared by the paired comparison matrix method to obtain the criteria relative weight value, subcriteria weight value and consistency level value in each paired comparison matrix. The results of tabulating data from the questionnaire are processed using Microsoft Excel. Based on the results of data processing, a weight order of each criterion was obtained, namely: Road Damage (31.10%), Traffic Volume (25.00%), Economy (23.50%) and Accessibility (20.40%). Meanwhile, the road sections that are prioritized for repair are: Kol Road. Drs. Zahlul ST. kebesaran road (27.50%), Veteran Road (26.00%), DT. Perpatih Nan Sabatang road (24.00%), Sawah Sianik road (22.50%). From the results of the respondent's answer, the main criterion that needs to be considered in handling road damage is the criterion for road damage and the road that is prioritized for repair is Jalan Kol. Drs. Zahlul ST. Kebesaran, which is a road with a higher level of damage in the field, is in line with field conditions with a road damage weight of 333.85 M2 (3.42%).
KOMPETISI MODA ANGKUTAN UMUM DARAT (KORIDOR KOTA PADANG PANJANG - PADANG, SUMATERA BARAT Angelalia Roza; Andi Mulya Rusli; Muhammad Amrullah Saputra
Racic : Rab Construction Research Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v6i2.1722

Abstract

Padang City is a city that is the center of economic and educational movement in West Sumatra. Meanwhile, Padang Panjang City is one of the cities that is currently preparing the younger generation to become the part that will cultivate the city well. Unlike the city of Padang, Padang Panjang City is a city that is currently one of the cities with culinary attractions that are in demand by the people of West Sumatra. This is a major attraction for the city trip. The purpose of this study is to identify the factors that will influence the choice of the community to use the land public transportation mode between Minibus and Travel Car from Padang Panjang to Padang, and to analyze the choice of modes to get the best travel mode of transportation. Travel attraction modeling is done using multiple linear regression equations with the help of the SPSS program. The characteristics of the community's journey to Padang Panjang City to Padang City were that the gender was male (58.5%), the age of the people who traveled 15-25 years (55.5%), high school education (52%), student community work (45 %), the total income is <IDR 1 million (50%), the most common mode to go to Padang city is both (49%), the reason for choosing the mode is cost (39.0%), and the most frequent departure is 2x a week (30 %). The factors that influence the travel attraction (y) are influenced by income (X1), travel time (X2), convenience (X3). with a value of R 2 = 0.516
STABILISASI TANAH DI LUBUK MINTURUN MENGGUNAKAN CAMPURAN SEMEN DAN ABU SEKAM PADI DITINJAU DARI NILAI CBR Farhan Sidiq; Angelalia Roza; Hendri Nofrianto; Merley Misriani
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah adalahmaterial penting yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu konstruksi. Seperti pada konstruksi jalan, tanah merupakan bahan dasar yang sangat menentukan kekuatan jalan. Kualitas tanah asli pada daerah Lubuk Minturun, Kota Padang memiliki daya dukung rendah 2,3% sehingga dapat menyebabkan konstruksi jalan akan cepat mengalami kerusakan. Stabilisasi tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menambahkan semen dan abu sekam padi. Pengujian ini dilakukan dengan tanah lempung dengan menambahkan campuran semen 5% dan abu sekam padi 8%, semen 6%danabu sekam padi 13%, semen 7% dan abu sekam padi 18%. Jumlah sampel pada masing-masing campuran yaitu 5 sampel. Hasil pengujian CBR tanah campuran semen 5% dan abu sekam padi 8% yaitu 14,12%. Kemudian campuran semen 6% dan abu sekam padi 13% mengalami penurunan menjadi 12,65%. Dan pada campuran semen 7% dan abu sekam padi 18% mengalami penurunan lagi menjadi 12.15%. Dapat disimpulkan bahwa nilai cbr tertinggi terdapat pada variasi campuran semen 5% dan abu sekam padi 8%.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGGREGAT HALUS TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KOMPOSIT LAMINASI Muhammad Ridwan; Ramadhan Ibrohim; Angelalia Roza; Hamdeni Medriosa; Wilton Wahab
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Betonadalahmaterial struktur yang terbentuk oleh pengerasan campuran antara aggregat dengansemen yang terhidrasi oleh air. Balok sifatnya kuat terhadap tekan namun lemah terhadap tarik, jadi untuk memberikan kekuatan beton di daerah tarik untuk itu digunakan baja tulangan yang disebut dengan beton bertulang. Pada beton di daerah tarik kekuatan tekan beton tidak berguna dengan optimal karena beban seutuhnya ditahan oleh baja tulanagan, untuk itu beton pada bagian tarik dapat dilakukan variasi pada campuran beton salah satunya variasi pada aggregta halus, dalam hal ini dinamakan balok laminasi, Balok laminasi merupakan beton yang memiliki dua lapisan berbeda dari segi material yang digunakan. Pada penelitian kali ini bahan yang digunakan yaitu serbuk keramik, hal ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah keramik dalam dunia kontruksi. Metode penelitian yaitu eksperimen kuat lentur mengunakan sampel baloktinggi 60 cm, lebar 15 cm, tinggi 15 cmberjumlah 9 benda uji variasi 3 balok normal, 3 balok laminasi 3% serbukkeramik, 3 balok laminasi 5% serbuk kayu. Hasil pengujian didapatkan nilai kuat lentur 17,05 Mpa pada balok normal, 16,34 Mpa pada balok laminasi 3% dan 16,43 Mpa pada balok laminasi 5%. Dari hasil pengujian kuat lentur balok laminasi dapat disimpulkan bahwa pengunaan serbuk keramik sebagai pengganti sebagian bahan aggregate halus pada balok yang menerima gaya tarik dapat dilakukan karena perubahan kuat lentur balok tidak mengalami perubahan yang signifikan.