Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Etnobotani Suku Manggarai dan Implikasinya Terhadap Pemanfaatan Tumbuhan Hutan di Pegunungan Ruteng Elisa Iswandono; Ervizal Amir Muhammad Zuhud; Agus Hikmat; Nandi Kosmaryandi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 20 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.493 KB) | DOI: 10.18343/jipi.20.3.171

Abstract

Ruteng mountains are inhabited by the tribe Manggarai. Local community in the mountains of Ruteng have ethnobotany knowledge in utilization forest plant to meet their needs. Loss of traditional knowledge would have negative impacts on forest resources, because the indigenous people would have less knowledge on sustainable ways to manage the existing forest resources so that a research is required to identify the status of traditional knowledge. This study aims to analyze the level of knowledge of ethnobotany, retention rate, and the rate of change of the annual retention on the indigenous people in the Ruteng mountains. The research was conducted in the Kampung Mano, Lerang, and Wae Rebo, Manggarai District within the Province of Nusa Tenggara Timur in the period of July-December 2014. Data was obtained through Focus Group Discussion (FGD), semi-structured interviews with 90 respondent, and in-depth interviews. Data obtained were analyzed for the level of ethnobotany knowledge, ethnobotany retention index, and testing the significance of the factors that affect the level of knowledge with Kruskal Wallis test and Man Whitney. The results of the study shows that the Manggarai communities in the Mountains of Ruteng have local knowledge to meet daily needs, especially food, and medicine through the utilization of forest plant. The level of ethnobotany knowledge is high because they use forest plants, practice traditional rituals, and inheritance knowledge. The ethnobotany knowledge of young generation decreased which can give negatif impact to forest conservation.
KEARIFAN LOKAL PENGELOLAAN DANAU LEDULU SEBAGAI HABITAT KURA-KURA ROTE (CHELODINA MCCORDII) Bernadinus Firtom JD; Maria M.E Purnama; Elisa Iswandono
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.760

Abstract

Masyarakat di Pulau Rote memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam yang disebut dengan ‘Papadak’. Papadak merupakan aturan adat dalam mengelola Danau Ledulu sebagai habitat Kura-Kura Rote (Chelodina mccordi) yang berada di Desa Daiama, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh papadak dalam pengelolaan sumber daya alam yang dimanfaatkan di Danau Ledulu. Penelitian ini selama bulan April tahun 2024 di Desa Daiama, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi langsung. Pemilihan responden wawancara mendalam yaitu ketua adat dan pemilik danau. Analisis data wawancara menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Papadak dalam pemanfaatan sumber daya alam di danau sangat baik. Masyarakat yang tinggal di Desa Daiama telah menjalankan aturan papadak yang memuat terkait aturan dan sanksi adat bagi yang melanggar aturan tersebut. Sejak terbentuknya aturan tersebut pengelolaan danau dapat terawasi secara baik dan masyarakat tidak merasa dirugikan terkait aturan tersebut. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa konservasi kura-kura Rote sepatutnya menggunakan papadak untuk mendukung konservasi Kura-Kura Rote serta dalam pengelolaan danau, yang berbasis kearifan lokal di Pulau Rote. Masyarakat di Pulau Rote memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam yang disebut dengan ‘Papadak’. Papadak merupakan aturan adat dalam mengelola Danau Ledulu sebagai habitat Kura-Kura Rote (Chelodina mccordi) yang berada di Desa Daiama, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh papadak dalam pengelolaan sumber daya alam yang dimanfaatkan di Danau Ledulu. Penelitian ini selama bulan April tahun 2024 di Desa Daiama, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi langsung. Pemilihan responden wawancara mendalam yaitu ketua adat dan pemilik danau. Analisis data wawancara menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Papadak dalam pemanfaatan sumber daya alam di danau sangat baik. Masyarakat yang tinggal di Desa Daiama telah menjalankan aturan papadak yang memuat terkait aturan dan sanksi adat bagi yang melanggar aturan tersebut. Sejak terbentuknya aturan tersebut pengelolaan danau dapat terawasi secara baik dan masyarakat tidak merasa dirugikan terkait aturan tersebut. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa konservasi kura-kura Rote sepatutnya menggunakan papadak untuk mendukung konservasi Kura-Kura Rote serta dalam pengelolaan danau, yang berbasis kearifan lokal di Pulau Rote.