Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA RANDOM FOREST DAN NAÏVE BAYES DALAM KLASIFIKASI PENYAKIT AIDS Saprudin, Muhamad Tedi; Sudrajat, Budi; Asymar, Hasta Herlan
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JEIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no1.1002

Abstract

This study aims to compare the performance of the Random Forest and Naïve Bayes algorithms in classifying AIDS based on patient data. The dataset was obtained from the Kaggle platform and consists of 2,139 data points with 23 attributes, including medical information such as age, weight, haemoglobin level, gender, treatment type, and CD4 and CD8 cell counts. The research method comprises several stages: data collection, pre-processing, model building, and evaluation. The model was evaluated using metrics such as accuracy, precision, recall, F1-score, confusion matrix, and AUC-ROC. The results showed that the Random Forest algorithm outperformed Naïve Bayes. Random Forest achieved an accuracy of 88.16% and an AUC of 91.25%, while Naïve Bayes only achieved an accuracy of 81.46% and an AUC of 81.40%. These findings indicate that Random Forest is better able to handle complex, non-linear medical data and provides more stable, reliable classification results. Therefore, Random Forest is recommended as a more effective algorithm for classifying AIDS cases based on the dataset used in this study.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Random Forest dan Naïve Bayes dalam melakukan klasifikasi penyakit AIDS berdasarkan data pasien. Dataset yang digunakan diperoleh dari platform Kaggle dan terdiri atas 2.139 data dengan 23 atribut, yang mencakup informasi medis seperti usia, berat badan, kadar hemoglobin, jenis kelamin, jenis pengobatan, serta jumlah sel CD4 dan CD8. Metode penelitian meliputi beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, pra-pemrosesan, pembentukan model, dan evaluasi. Model dievaluasi menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, F1-score, confusion matrix, dan AUC- ROC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memiliki performa lebih baik dibandingkan Naïve Bayes. Random Forest mencapai akurasi sebesar 88,16% dan nilai AUC sebesar 91,25%, sedangkan Naïve Bayes hanya memperoleh akurasi 81,46% dengan AUC 81,40%. Temuan ini menunjukkan bahwa Random Forest lebih mampu menangani data medis yang kompleks dan non-linear, serta memberikan hasil klasifikasi yang lebih stabil dan andal. Oleh karena itu, Random Forest direkomendasikan sebagai algoritma yang lebih efektif untuk klasifikasi kasus AIDS menggunakan dataset pada penelitian ini.
Aplikasi Pengelolaan Data Wilayah Menggunakan RESTfull API Pada Kementerian ESDM Bagas Ahmad Faizal; Budi Sudrajat; Hasta Herlan Asymar
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jitkom.v10i1.008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pengelolaan data wilayah administratif berbasis RESTful API dengan menggunakan framework Laravel. Sistem ini dirancang guna mendukung kebutuhan pengelolaan data wilayah yang meliputi empat entitas utama, yaitu provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa. Pengelolaan data wilayah seringkali dilakukan secara manual atau belum terintegrasi dengan baik, sehingga memunculkan kendala dalam hal efisiensi, akurasi, serta aksesibilitas data. Untuk menjamin keamanan akses, sistem menerapkan autentikasi pengguna berbasis JSON Web Token (JWT) sehingga setiap pengguna yang mengakses sistem memiliki otorisasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem ini menyediakan implementasi fungsi CRUD (Create, Read, Update, Delete) pada setiap entitas, yang memungkinkan proses pengelolaan data dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan terstruktur. Proses pengembangan dilakukan dengan pemisahan antara sisi back-end dan front-end, di mana keduanya saling berkomunikasi melalui HTTP request. Dengan pendekatan ini, sistem menjadi lebih fleksibel, skalabel, serta mudah diintegrasikan dengan aplikasi lain sesuai kebutuhan instansi. Pengujian sistem menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa autentikasi serta fungsi CRUD pada setiap entitas dapat berfungsi dengan baik dan menghasilkan keluaran sesuai input. Dengan adanya sistem ini, diharapkan instansi terkait mampu mengelola data wilayah secara efisien, meningkatkan kualitas layanan publik, mendukung integrasi data, serta mempercepat proses digitalisasi pemerintahan yang berkelanjutan.