Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Antena Mikrostrip Planar Array 2x2 Untuk Wifi 802.11 Ac 5,2 Ghz Yassir Aulia; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi wireless communication pada masa kini tergolong sangatlah cepat. Meningkatnya perkembangan teknologi pada saat ini sangat berpengaruh pada kecepatan dan cakupan transfer data yang ada salah satunya yang ada pada wireless. Penggunaan wireless pada saat ini sudah hampir ada dimana mana dan dimasa mendatang teknologi wireless tersebut akan membutuhkan peningkatan kualitas karena semakin banyak kuantitas dari teknologi tersebut dibutuhkan pula kualitas yang baik. IEEE sebagai lembaga standarisasi internasional untuk perangkat elektronik telah menetapkan sebuah standar khusus untuk mengatur regulasi penggunaan jaringan nirkabel ini. Pada tahun 1997, IEEE telah menyetujui dan menetapkan IEEE 802.11 sebagai standar regulasi untuk penggunaan jaringan nirkabel secara global. [1] Pada penelitian kali ini merancang antena mikrostrip planar array untuk teknologi 802.11 ac pada frekuensi 5.2 GHz. Perancangan antena dilakukan dengan menggunakan substrat FR-4 (Epoxy) dengan konstanta dielektrik εr= 4.6 dan ketebalan h= 1.6 mm. Antena bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan bandwidth diatas 100 Mhz. Antena planar array yang disimulasikan dengan posisi penempatan pada acces point tertentu untuk menganalisa kondisi terbaik dari hasil simulasi. Hasil antena pengukuran menghasilkan antena planar array 2x2 dengan pola radiasi bi-directional, return loss 34.068 dB,, Bandwidth yang didapat 270 Mhz. Nlai VSWR 1,04. Gain 4,06 dBi, nilai impedansi 52.01 –,004 j40 ohm, dan hasil tersebut menunjukkan antena sesuai dengan spesifkasi yang dibutuhkan. 
Antena Log Periodik Mikrostrip Ku-band Untuk Electronic Support Measure Muhammad Denny; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah negara harus dilengkapi dengan kekuatan militer yang memadai. Peran militer sangat penting untuk melindungi daerah teritorial negara dari serangan luar. Electronic Support Measure (ESM) adalah perangkat teknologi Electronic Warfare (EW) yang berfungsi menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu benda kemudian diproses dan didapatkan titik koordinat dimana lokasi benda berada serta identitas dari pengirim gelombang elektromagnetik tersebut. Perancangan ESM bekerja pada rentang frekuensi KU-Band (12-18 GHz). Metode yang digunakan adalah Log Periodic Dipole Array (LPDA) dengan menggunakan substrat Rodger 5880 yang memiliki tebal 2,2 mm dan konduktor sebagai bahan patch berupa copper (tebal = 0,035mm). Metode Log periodic dipole array menggunakan sembilan elemen. Dengan melakukan optimasi, diperoleh dimensi antena sebesar 13,9x5.02 cm. Hasil pengukuran antena menghasilkan beberapa parameter. VSWR pada frekuensi 12 GHz adalah 1,32, pada 13 GHz sebesar 1,39, pada 14 GHz sebesar 1,43, pada 15 GHz sebesar 1,42, pada 16 GHz sebesar 1,53, pada 17 GHz 1,92, pada 18 GHz sebesar 1,77. Polarisasi yang terbentuk ellips. Gain 7,53 dB. Pola radiasi bidireksional.
Perbandingan Daya Keluaran Rectenna Singleband Dan Multiband Pada Rf Energy Harvesting 900 – 2400 Mhz Achmad Rizal Ridwan Mattulada; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelombang radio frekuensi (RF) yang dipancarkan dari sumber-sumber pemancar teknologi GSM, UMTS, LTE, Wifi, televisi analog dan digital. Sumber pemancar gelombang RF yang banyak digunakan pada pita frekuensi 900-2400 MHz, karena banyak Base Transceiver Station (BTS) operator selular tersebar hampir di seluruh kota besar maupun kecil, serta akses poin dari teknologi wifi. Gelombang RF tersebut dapat dipanen secara maksimal sebagai sumber energi alternatif dengan sistem RF Energy Harvesting. Sistem RF Energy Harvesting menggunakan antena dan rectifier yang saling diintegrasikan dinamakan Rectenna. Antena digunakan untuk menangkap gelombang radio di udara, dan rectifier sebagai penyearah gelombang RF menjadi tegangan DC.Pada tugas akhir ini telah dilakukan perancangan dan realisasi rectenna (Rectifier Antena) dengan membandingkan dua tipe antena yang digunakan yaitu antena singleband dan multiband, kemudian menganalisis perbedaan daya dan tegangan keluaran. Antena yang direalisasikan untuk jenis multiband adalah antena PIFA L-slot dan untuk jenis singleband adalah antena mikrostrip patch rectangular.Antena mikrostrip singleband memiliki bandwidth 32 MHz yang bekerja pada rentang frekuensi 1777-1809 MHz dengan gain 0,3479 dB. Antena PIFA multiband memiliki bandwidth 14 MHz yang bekerja pada rentang frekuensi 940-954 MHz dengan gain -0,3498 dB, bandwidth 25 MHz bekerja pada rentang frekuensi 1796-1821 MHz dengan gain 0,1716 dB, dan bandwidth 26 MHz bekerja pada rentang frekuensi 2344-2370 MHz dengan gain 1,8941 dB. Rectifier yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dioda Schottky tipe BAT17 yang bekerja pada rentang frekuensi UHF (300-3000 MHz). Hasil pengukuran rectenna singleband menunjukkan daya keluaran tertinggi mencapai -32,43 dBm dan tegangan keluaran tertinggi mencapai 9,2 mVolt pada jarak 50 cm. Hasil pengukuran rectenna multiband menunjukkan daya keluaran tertinggi mencapai -25,17 dBm dan tegangan keluaran tertinggi mencapai 19,7 mVolt pada jarak 50 cm.