Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Miskonsepsi Guru pada Pemahaman Materi Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Kalimat Ika Septiana; Asropah Asropah; Ahmad Ripai
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v10i2.2739

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi guru pada pemahaman materi Bahasa Indonesia pokok bahasan kalimat. Pembelajaran Bahasa Indonesia terkadang memunculkan miskonsepsi pada pokok bahasan yang ada dalam materi ajar. Miskonsepsi tersebut dapat terjadi pada guru maupun peserta didik. Guru perlu melakukan pendalaman materi atau pemahaman materi sebelum melakukan proses pembealajaran dengan peserta didik. Guru kurang tepat menyampaikan materi, maka peserta didik akan menerima materi yang kurang sesuai dengan pemahaman yang ada dalam konsep materi. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan kalimat masih juga guru mengalami miskonsepsi. Pemahaman guru yang beragam, kurangnya pemahaman kalimat berdasarkan teori kebahasaan atau linguistik yaitu kajian Sintaksis, dan kurang tajam dalam analisi dapat mengakibatkan miskonsepsi materi yang akan diajarkan ke peserta didik. Penelitian ini merupakan bagian dari peneltian RD dalam rangka analisis kebutuhan awal guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis Sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam analiss datanya. Sumber data peneltiian ini adalah guru Bahasa Indonesia SMA Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat miskonsepsi guru pada pemahaman materi Bahasa Indonesia pokok bahasan kalimat yang meliputi miskonsepsi struktur kalimat dan kalimat efektif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER BAGI GURU Asropah Asropah; Ika Septiana; Muhajir Muhajir; Ahmad Ripai
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i1.36149

Abstract

Guru tidak hanya memiliki kecakapan akademik dalam pendidikan, tetapi juga dibutuhkan pendapat dan gagasannya. Pendapat guru dapat ditunagkan dalam sebuah tulisan ilmiah populer yang dipublikasikan di media massa. Salah satu media yang banyak berkembang adalah media online. Sekarang ini media online banyak yang bermunculan, seperti detik.com, kompas.id, mojok.co, dan lainnya. Hal itu sejalan dengan adanya kegiatan literasi bagi guru dan peserta didik. Pengetahuan dan keterampilan berliterasi sangat diperlukan pada era yang serba digital seperti sekarang ini. Kemampuan literasi menghindarkan terjadinya menyebarnya berita hoak. Kemampuan menulis yang baik dan benar di media sosial, media elektronik, juga media cetak akan mengungguli tersebarnya berita keliru yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan tertentu. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis  artikel ilmiah popular bagi guru. Berdasarkan analisis tulisan peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah popular ditemukan beberapa hal, yaitu: 1) belum tahu bentuk tulisan karya ilmiah popular; 2) belum bisa membedakan tulisan ilmiah dan tulisan ilmiah popular; dan 3) tulisan terlalu spesifik untuk media umum, tidak aktual, dan tidak tahu cara mengirimkannya. Untuk itu melalui pelatihan disampaikan beberapa pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi hal tersebut yaitu memotivasi, kedua mengenal faktualitas dan aktualitas isu, bahasa, bentuk tulisan Artikel Ilmiah Populer, mengenal karatekter media, dan cara mengirim di media massa.
PESAN PROFETIK CERPEN BERTEMA ‘AMPLOP KIAI’, SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGIS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Muhajir Muhajir; Ika Septiana; Ahmad Ripai
Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2023): TEKS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/teks.v8i1.15700

Abstract

AbstractThis study took four short stories as material objects, namely "Amplop susulan" by Teguh Effendi, (Effendi, 2017) "Kiai Amplop" written by Edy Yuswanto, (Yuswantoro, 2011) "Amplop ustadz manfaat" is a short story by Effendi Thahar, (Thahar, 2016) "Amplop-Amplop Abu-Abu" written by a kiai named "A. Mustofa Bisri" (Bisri, 2017).  The research method used in this research is qualitative method. The stages carried out are research and take noted  and then describing. The purpose of the research is to find the perception or response of the kiai or ustadz to the envelope he received, to find prophetic messages in the short stories studied, and their implementation in learning literature at school. 
Alih Kode dan Campur Kode dalam Saluran Youtube Tasya Farasya Nur Khofifah; Ahmad Ripai; H. R. Utami
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16049

Abstract

The purpose of this study is to describe the form and factors that influence the occurrence of code switching and code mixing. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data collection technique in this study is the free-of-talk (SBLC) listening technique. Presentation of data in descriptive form using ordinary words. The results of this study are the first, the type of code switching that occurs in Tasya Farasya's YouTube channel. Second, the types of code mixing that occur on Tasya Farasya's YouTube channel are divided into two, namely internal code mixing and external code mixing. Third, the factors that cause code switching include; ) speakers; (2) interlocutor; (3) limited language equivalents; (4) maintain prestige; and (5) the custom of a particular field. The factors that cause code mixing include (1) changing the topic of conversation (2) limited language equivalents; (3) speakers; (4) speech partners; and (5) maintain prestige. Circumstances based on the place and atmosphere as well as the object of the conversation change in various situations with the interlocutorKeywords: code switching, code mixing, speech eventsAbstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud dan faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Penyajian data dalam bentuk dekriptif dengan menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian ini ialah pertama ialah, jenis alih kode yang terjadi dalam saluran YouTube Tasya Farasya. Kedua, jenis campur kode yang terjadi dalam saluran YouTube Tasya Farasya terbagi menjadi dua, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Ketiga, faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode meliputi; 1) penutur; (2) lawan tutur; (3) keterbatasan padanan bahasa; (4) menjaga gengsi; dan (5) kebiasaan bidang tertentu. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi (1) perubahan topik pembicaraan (2) keterbatasan padanan bahasa; (3) penutur; (4) mitra tutur; dan (5) menjaga gengsi. Keadaan yang didasarkan pada tempat dan suasana serta objek pembicaraan berubah dalam berbagai situasi dengan lawan tutur. Kata kunci: alih kode, campur kode, peristiwa tutur
Alih Kode dan Campur Kode dalam Saluran Youtube Tasya Farasya Nur Khofifah; Ahmad Ripai; H. R. Utami
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16049

Abstract

The purpose of this study is to describe the form and factors that influence the occurrence of code switching and code mixing. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data collection technique in this study is the free-of-talk (SBLC) listening technique. Presentation of data in descriptive form using ordinary words. The results of this study are the first, the type of code switching that occurs in Tasya Farasya's YouTube channel. Second, the types of code mixing that occur on Tasya Farasya's YouTube channel are divided into two, namely internal code mixing and external code mixing. Third, the factors that cause code switching include; ) speakers; (2) interlocutor; (3) limited language equivalents; (4) maintain prestige; and (5) the custom of a particular field. The factors that cause code mixing include (1) changing the topic of conversation (2) limited language equivalents; (3) speakers; (4) speech partners; and (5) maintain prestige. Circumstances based on the place and atmosphere as well as the object of the conversation change in various situations with the interlocutorKeywords: code switching, code mixing, speech eventsAbstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud dan faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Penyajian data dalam bentuk dekriptif dengan menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian ini ialah pertama ialah, jenis alih kode yang terjadi dalam saluran YouTube Tasya Farasya. Kedua, jenis campur kode yang terjadi dalam saluran YouTube Tasya Farasya terbagi menjadi dua, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Ketiga, faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode meliputi; 1) penutur; (2) lawan tutur; (3) keterbatasan padanan bahasa; (4) menjaga gengsi; dan (5) kebiasaan bidang tertentu. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi (1) perubahan topik pembicaraan (2) keterbatasan padanan bahasa; (3) penutur; (4) mitra tutur; dan (5) menjaga gengsi. Keadaan yang didasarkan pada tempat dan suasana serta objek pembicaraan berubah dalam berbagai situasi dengan lawan tutur. Kata kunci: alih kode, campur kode, peristiwa tutur
Analisis Nilai-nilai Teks Hikayat Indera Bangsawan dan Pembelajarannya Kelas X Meida Kusumasari; Ahmad Ripai; Sutji Harijanti; Satria Fitra Widya Utama
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i1.15004

Abstract

Salah satu hasil kebudayaan, karya sastra terutama hikayat memiliki manfaat bagi kehidupan yang dapat memberikan nilai bagi pembacanya. Oleh karena itu, karya sastra ini dapat dijadikan sarana penerapan pengetahuan dan pembentukan karakter yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya nilai pendidikan dan pembelajaran yang terdapat dalam teks cerita rakyat berupa hikayat pada buku teks Bahasa Indonesia dan diharapkan dapat dicontoh. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca, teknik catat, teknik analisis data, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan teks cerita rakyat berupa hikayat memiliki nilai pendidikan dan pembelajaran yaitu nilai agama (religius), nilai sosial, nilai budaya, nilai moral, dan nilai pendidikan (edukasi) yang membentuk pesan baik dan positif pada peserta didik.
PENGGUNAAN CANVA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA SMK SEMARANG Monica Gyta; Ahmad Ripai
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.2842

Abstract

Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas X DPIB 1 SMK Negeri Semarang didasarkan pada kurangnya variasi penggunaan media pembelajaran dan pembelajaran yang monoton sehingga kegiatan pembelajaran menjadi membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan variasi penggunaan media pembelajaran dalam menulis teks eksposisi menggunakan Canva yang dituangkan dalam bentuk infografis. Penelitian ini menunjukan pembelajaran menggunakan media Canva lebih menarik dan menyenangkan terbukti dengan nilai yang diperoleh yakni 93, 75 % dan hasil kuisioner penggunaan media Canva didominasi dengan pernyataan sangat setuju dan setuju pada kuisioner yang dibagikan. Hasil tersebut menunjukan bahwa penggunaan media Canva dapat digunakan sebagai variasi media pembelajaran menulis teks eksposisi dan melatih keterampilan menulis peserta didik. Kata kunci: Aplikasi Canva, Menulis, Eksposisi.