Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Tiga Matahari Karya Prito Windiarto Mila Karmila; Ferina Meliasanti; Sutri
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 4 (2021): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i4.1731

Abstract

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus-kasus yang ditemukan di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah yang menyebabkan turunnya adab anak bangsa diantaranya perilaku kurang sopan, bahasa yang tidak baik, pemerkosaan di bawah umur, pelecehan seksual, penggunaan obat-obatan terlarang merokok, pertikaian antar kelompok dan runtuhnya nilai cinta tanah air. Dalam novel Tiga Matahari karya Prito Windiarto banyak sekali nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikan pedoman hidup baik untuk siswa, ataupun khalayak umum (pembaca). Maka dari itu, penting untuk diadakannya penelitian terhadap novel tersebut. Dengan demikian, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Tiga Matahari karya Prito Windiarto. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analisis dibantu dengan pendekatan pragmatik sastra. Pendekatan pragmatik merupakan pendekatan yang melihat berbagai peran pembaca sebagai pemberi makna. Penelitian ini berfokus pada nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Tiga Matahari karya Prito Windiarto dengan menggunakan teori Kemendiknas. Subjek penelitian yang digunakan adalah novel Tiga Matahari karya Prito Windiarto yang diterbitkan oleh Sabil pada tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Tiga Matahari meliputi: (1) religius; (2) disiplin; (3) mandiri; (4) rasa ingin tahu; (5) menghargai prestasi; (6) bersahabat/komuninkatif; (7) cinta damai; (8) gemar membaca; (9) peduli lingkungan; (10) peduli sosial; dan (11) tanggung jawab. Dengan demikian, novel Tiga Matahari karya Prito Windiarto dapat memberikan nilai kebaikan yaitu nilai-nilai pendidikan karakter yang bisa dijadikan pedoman atau pembelajaran oleh siswa ataupun pembaca.
Warna Lokal Mentawai dalam Novel Burung Kayu Karya Niduparas Erlang dan Pemanfaatannya sebagai Materi Ajar Keukeu Nurjanah; Ferina Meliasanti; Sutri Sutri
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1833

Abstract

Karya sastra bukan sekedar teks yang berisi cerita rekaan untuk menghibur, namun memberikan muatan-muatan yang bermanfaat salah satunya yaitu, sosial budaya yang terkandung di dalam karya sastra tersebut. Dalam muatan karya sastra yang paling lekat dengan masyarakat adalah sosial budaya, salah satunya tentang kebudayaan. Kebudayaan di dalam karya sastra dikenal dengan sastra warna lokal. Sastra warna lokal identik dengan ciri khas suatu daerah. Oleh sebab itu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan warna lokal Mentawai dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini difokuskan pada warna lokal Mentawai dengan pendekatan sosiologi sastra. Adapun hasil dari analisis warna lokal Mentawai yang terdapat dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang yaitu, 1) kepercayaan arat Sabulungan. 2) Adat istiadat masyarakat Mentawai: a) Ritual kematian. b) Ritual pelantikan sikerei baru. c) Pengadilan atau tipu sasa. 3) Sistem pengetahuan meramal menggunakan usus ayam dan jantung babi. 4) Kelompok kerabat menganut sistem patrilinear. 5) Pencaharian bahan makanan dengan cara berburu dilakukan oleh laki-laki, sedangkan perempuan melakukan pekerjaan sehari-hari. 6) Kesenian: a) Merajah kulit. b) Tarian muturuk. 8) Alat Transportasi menggunakan perahu kayu yang disebut dengan sampan. hasil dari penelitian warna lokal Mentawai dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang dapat memberikan manfaat yang positif bagi peserta didik dan pembaca agar lebih menghargai budaya lokal.