Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pendidikan Multikultural

REKONSTRUKSI MODEL PEMBELAJARAN SEBAGAI MODEL PENCEGAHAN KADERISASI TERORIS (Kajian Politik Hukum dan Islam) Siti Marwiyah; Hairus Hairus; M. Syahrul Borman
Jurnal Ijtihad Vol 5, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v5i2.12820

Abstract

 Model pembelajaran di dunia Pendidikan, baik pendidikan formal maupun tidak, sangatlah menentukan terbentuknya anak-anak atau subyek didik. Mereka  akan memiliki ketahanan mentalitas dan spiritualitas yang kuat ataukah tidak, akan dipengaruhi oleh penyelenggaraan pembelajaran yang diterima atau ditransformasikan kepadanya. Dirinya akan jadi subyek yang dapat  mencegah atau dicegah dari kemungkinan menjadi kader-kader terorisme diantaranya berkat pengaruh nilai-nilai secara yuridis maupun agama yang diinternalisasikannya secara edukatif. Keterjerumusan anak menjadi kader terorisme merupakan bagian dari kritik serius terhadap ketidakseriusan penyelenggaran Pendidikan.Kata kunci: terorisme, Pendidikan, hukum, agama. The learning model in the world of education, whether formal education or not, really determines the formation of children or students. They will have a strong mentality and spirituality resilience or not, will be influenced by the organization of learning that is received or transformed to them. He will be a subject who can prevent or be prevented from becoming terrorism cadres, including thanks to the influence of juridical and religious values which he internalizes educatively. The fall of children into terrorism cadres is part of a serious criticism of the lack of seriousness in providing education.Keywords: terrorism, education, law, religion.
PENGUATAN PENDIDIKAN ETIKA ISLAM UNTUK PEREMPUAN SEBAGAI PREVENSI MASIFIKASI KORUPSI Mirin Primudyastutie; Siti Marwiyah; Dwi Ari Kurniawati
Jurnal Ijtihad Vol 6, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Korupsi merupakan salah satu ”penyakit” serius yang menimpa atau menguji ketahanan bangsa Indonesia. Di wilayah manapun dan di unit-unit kelembagaan yang berhubungan dengan tata kelola keuangan negara, baik dari pusat maupun daerah, korupsi nyaris selalu mengikutinya. Seolah dimana ada uang negara, disitulah korupsi muncul. Akibat kondisi ini, semua subyek bangsa, khususnya yang merasa punya kewajiban moral untuk berupaya melakukan penanggulangan atau pencegahan. Perempuan merupakan subyek bangsa terdidik yang ikut punya kewajiban demikian, sehingga logis jika ada penguatan pendidikan etik Islam tentang anti korupsi.Kata Kunci: korupsi, perempuan, penguatan, pendidikan, etikaCorruption is one of the serious "diseases" that befall or test the resilience of the Indonesian nation. In any area and in institutional units related to state financial management, both from the central and regional levels, corruption almost always follows. As if where there is state money, that's where corruption appears. As a result of this condition, all subjects of the nation, especially those who feel they have a moral obligation to try to take action or prevent it. Women are the subject of an educated nation who also have such obligations, so it is logical if there is a strengthening of Islamic ethical education on anti-corruption.Keywords: corruption, women, strengthening, education, ethics
GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PERSPEKTIF AJARAN ISLAM SEBAGAI IJTIHAD MENCEGAH KORUPSI Siti Marwiyah; M. Syahrul Borman; Achmad Rubaie; Bachrul Amiq; Mochamad Chotib Mochamad Chotib
Jurnal Ijtihad Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v6i2.18803

Abstract

Perbedaan kepentinggan antara berbagai organ dalam perusahaan seperti dewan direksi dan dewan komisaris. Perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dengan pengelola perusahaan dimana secara umum merupakan masalah principal-agent. Semua bagian berperan dalam menentukan arah dan pengawasan perusahaan. RUPS, pemegang saham yang mewakili, mengambil keputusan yang mendasar, misalnya pembagian keuntungan. Dewan Komisaris secara umum bertanggung jawab terhadap  bimbingan dan pengawasan, menerima strategi perusahaan dan mengendalikan direksi. Direksi, akhirnya, menjalankan operasi sehari-hari, seperti pelaksanaan strategi, penyusunan rencana bisnis, mengelola sumber daya manusia, mengembangkan strategi pemasaran dan penjualan, dan mengelola aset. Kata Kunci: corporate, ajaran islam, korupsi Differences of interest between various organs in the company such as the board of directors and the board of commissioners. The difference in interests between the owner of the company and the manager of the company is generally a principal-agent problem. All parts play a role in determining the direction and supervision of the company. The GMS, representing shareholders, makes basic decisions, such as profit sharing. The Board of Commissioners is generally responsible for guidance and supervision, accepting corporate strategy and controlling the board of directors. The Board of Directors, ultimately, carries out day-to-day operations, such as strategy execution, business plan preparation, managing human resources, developing marketing and sales strategies, and managing assets. Keywords: corporate, Islamic teachings, corruption