Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Irza Fari Syahdilla Nasution; Dadan Kurniansyah; Evi Priyanti
KINERJA Vol 18, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jkin.v18i4.9871

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan salah satu ukuran untuk menilai pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanah UUD 1945. Puskesmas Desa Pinayungan merupakan unit pelaksana tingkat pertama dalam memberikan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya yakni tingkat kecamatan dan kelurahan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat sejauh mana kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Desa Pinayungan dengan melihat dari 4 (empat) fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Desa Pinayungan sudah cukup baik. Hal ini didukung oleh sarana dan prasarana yang tersedia di Puskesmas Desa Pinayungan, sehingga dapat meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan yang diberikan.  
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU Dina Octaviana Putri; Dadan Kurniansyah; Rachmat Ramdani
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 6, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pembangunan dan jumlah penduduk dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap wilayah perkotaan di Indonesia. Termasuk akan kebutuhan ruang terbuka hijau yang keberadaannya mulai berkurang. Kabupaten Karawang sendiri saat ini telah banyak melakukan pembangunan di kawasan perkotaan, yang dimana hal tersebut mengancam ketersediaan ruang terbuka hijau yang saat ini keberadaannya hanya 10% namun berdasarkan Undang – Undang No. 26 Tahun 2007 menegaskan bahwa setiap kota harus memiliki ruang terbuka hijau minimal 30% dari jumlah luas wilayah kotanya. Untuk memenuhi persentase tersebut maka dalam proses implementasi kebijakan berpedoman kepada Peraturan Daerah Kabupaten Karawang No 2 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Karawang dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Ruang Terbuka Hijau menggunakan teori Implementasi Kebijakan dengan melihat dari enam dimensi Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber daya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap/Kecenderungan (Disposition) para Pelaksana, Komunikasi Antar organisasi dan Aktivitas Pelaksana, dan Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Politik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Teknologi Informasi Pemerintahan Desa (E-Gov) di Indonesia Dadan Kurniansyah; Hannie Hannie
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan teknologi informasi yang dikembangkan  Pemerintahan Desa dalam mengatasi permasalahan pemerintahan desa agar mampu mengoptimalkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi pemerintahan (e-Gov).  Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, analisis data kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui interview, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, visi Pemerintah Kabupaten Karawang sudah mendukung model pengembangan Sistem informasi pelaporan berbasis internet seperti Siskeudes-Prodeskel tapi belum menyentuh pengembangan layanan kepada masyarakat dan baru satu desa yang melaksanakan. Sumber daya manusia belum memenuhi standar yang diharapkan, salahsatunya adalah terputusnya kaderisasi SDM akibat Pilkades. Proses penyelenggaraan pelayanan pemerintah desa dalam e-gov baru dalam bentuk pelaporan saja bukan untuk informasi kepada masyarakat desa. Desa masih kekurangan dalam aksesibilitas dan jaringan, karena tidak semua zona atau wilayah di Desa mampu menangkap sinyal untuk internet dan mekanisme manajemen resiko dalam yang berkaitan dengan e-Gov sama sekali belum dibahas.Kata Kunci: Electronic Government (E-Gov), Pemerintahan Desa
IMPLEMENTASI PENERAPAN APLIKASI SAMBARA DALAM ADMINISTRASI WAJIB PAJAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN KARAWANG Sri Fitria Mulyadi; Dadan Kurniansyah; Made Panji Teguh Santoso
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa Vol 6 No 2 (2021): JURNAL ILMU PEMERINTAHAN SUARA KHATULISTIWA
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipsk.v6i2.1887

Abstract

This study will explain the implementation of the Sambara application in the administration of taxpayers during the Covid-19 pandemic at Samsat, Karawang Regency, Sambara is an electronic-based innovation made by the West Java Regional Revenue Agency whose function is to check motor vehicle tax payments online on the application. Sambara in West Java, the application can display motor vehicle tax information both two-wheeled and four-wheeled and can make tax payments through Alfamart Indomart outlets, and in this application, a feature can find out the schedule for mobile Samsat, as well as find out the location of the nearest Samsat service in all regions. in West java. This study analyzes it using the theory of Charles O. Jones (1996). And this research uses descriptive qualitative methods with a literature review with a qualitative approach, research results from the organization, application, and interpretation of the Karawang Regency Samsat have implemented the Sambara application since 2018 until now quite a lot of people have used the Sambara application in the tax payment process. motorized vehicles and this application can be well received by the public
Peranan Dinas Sosial Dalam Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar di Kabupaten Karawang Andry Yeremia; Maulana Rifai; Dadan Kurniansyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.792 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3636

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan peneliti terhadap masih mudahnya ditemui Anak Terlantar di sudut sudut kota Kabupaten Karawang,dimana Anak yang semestinya masih mendapatkan perlindungan orangtua dan bersekolah sudah harus merasakan hidup di jalanan untuk mencari uang dengan cara mengamen, mengemis hingga berjualan. Dimana stigma masyarakat masih menganggap negatif dengan adanya Anak Terlantar,akan tetapi di sisi lain peran pemerintah diperlukan untuk memperhatikan dan melindungi Anak Terlantar ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran Dinas Sosial dalam Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar Di kabupaten Karawang. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi,dokumentasi dan triangulasi. Data diambil dari narasumber yang ditetapkan berdasarkan sampel nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Bidang Rehabilitasi,Kepala Seksi Rehabilitasi Anak Terlantar dan Lanjut Usia. Peneliti menggunakan teori Peranan menurut Levinson yaitu Norma, Konsep, dan Perilaku. Hasil penelitian menunjukkan masih kurangnya sosialisasi terkait program sehingga menyebabkan program yang Diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Karawang belum mampu mengurangi jumlah Anak Terlantar dan belum mampu merehabilitasi Anak Terlantar sesuai target Dinas Sosial.Kata Kunci: Anak Terlantar, Rehabilitasi Anak Terlantar, Peranan Dinas Sosial AbstractThe study is backed up by researchers’ observation of abandoned children in the corner of the city of khanewal district,where children who should still be given parental protection and go to school must live on the streets to make money by fishing,begging to selling. Where the stigma of society still treats its negative impact on displaced children ,however,on the other hand,the role of government is required to observe and and protect these displaced children. The purpose of this study was to analyze and identify the role of the Social Service in the Social Rehabilitation of Neglected Children in Karawang district. Researchers used a descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique is done by interview, observation, documentation and triangulation. The data were taken from selected sources based on nonprobability sampling with purposive sampling technique. The informants in this study consisted of the Head of Rehabilitation, the Head of the Rehabilitation Section for Neglected Children and the Elderly. . Researchers used the Role theory according to Levinson namely Norms, Concepts, and Behaviors. The results showed that there is still a lack of socialization related to the program, causing the program held by the Social Service of Karawang Regency to not be able to reduce the number of children and not be able to rehabilitate abandoned children according to the target of the Social Service.Keywords: Neglected Children, Rehabilitation of Neglected Children, Role of Social Service
Strategi Unit Pelaksana Teknis Dinas Penelitian dan Pengembangan Keramik Dalam Peningkatan Pemasaran Keramik Plered Kabupaten Purwakarta Tri Ibnu Pamungkas; Dadan Kurniansyah; Rachmat Ramdani
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v7i2.7962

Abstract

Di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Kecamatan Plered sudah dari zaman dahulu sudah terkenal dengan usaha keramiknya. Untuk membantu para pengrajin keramik dalam pemasaran keramik, pada tahun 2002 Pemerintah Kabupaten Purwakarta membentuk UPTD Penelitian dan Pengembangan Keramik. Namun pada tahun 2019 terjadi penurunan grade yang membuat berganti nama menjadi UPTD Pengembangan Sentra Keramik. Seiring berjalannya waktu terdapat permasalahan seperti kurangnya regenerasi pengrajin, kurangnya pengrajin yang melakukan ekspor dan kurangnya tenaga ahli di uptd. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menemukan strategi alternatif Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan Sentra Keramik Dalam Peningkatan Pemasaran Keramik Plered Kabupaten Purwakarta. Teori yang digunakan yaitu Analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (2005) dengan empat komponen analisis yaitu: Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Lokasi penelitian di UPTD Pengembangan Sentra Keramik Kabupaten Purwakarta dan rumah pengusaha dan pengrajin di Kabupaten Purwakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan UPTD Pengembangan Sentra Keramik Kabupaten Purwakarta dalam peningkatan keramik Plered di Kabupaten Purwakarta sudah berjalan cukup baik, namun perlu adanya peningkatan kualitas dari pegawai UPTD Pengembangan Sentra Keramik Kabupaten Purwakarta, penambahan tenaga ahli, melakukan promosi-promosi serta pelatihan kepada para pengrajin keramik agar tujuan peningkatan pemasaran keramik Plered di Kabupaten Purwakarta dapat berjalan secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Strategi, Analisis SWOT, Pemasaran Keramik Plered
MAKNA PERILAKU KOMUNIKASI CELEBRITY WORSHIP PADA ANGGOTA FANDOM ARMY KARAWANG Adinda Aidilia Arif; Zainal Abidin; Dadan Kurniansyah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i1.2023.64-69

Abstract

Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui makna di balik perilaku komunikasi pada anggota fandom Army  yang berada di Karawang.  Maka untuk mendapatkan gambaran yang terjadi pada individu dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pada penelitian ini analisis data dengan cara mencari data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian data yang didapatkan akan dikelompokan kemudian disusun secara sistematis. hasil makna perilaku komunikasi celebrity worship pada anggota fandom Army Karawang, ditemukan tiga makna celebrity worship bagi anggota fandom Army Karawang, yaitu makna BTS sebagai panutan, makna BTS sebagai “Rumah” dan makna BTS sebagai kebanggaan. Pada perilaku anggota Army bentuk celebrity worship berada ditahap bordeline pathological, dalam ini merupakan tahap yang tinggi, karena melibatkan khayalan dan imajinasi yang irasional. Pada penelitian ini dapat disimpulkan setelah menerapkan pendekatan fenomenologi, dalam hasil tersebut menghasilkan makna celebrity worship ketika menjadi penggemar pada boygroup BTS.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PELAYANAN PUBLIK PADA BIDANG PENDIDIKAN (Studi pada Kinerja Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan dalam Pemenuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang) Sah Tedja Kusuma; Dadan Kurniansyah; Rachmat Ramdani
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 7 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.949 KB) | DOI: 10.25157/moderat.v7i1.2397

Abstract

This research is motivated by the condition of elementary schools in Kutawaluya District, Karawang Regency, most of which have minimal facilities and infrastructure, seen from the damaged school room. This is very influential on teaching and learning activities (KBM), that the fulfillment of facilities and infrastructure is the responsibility of the Regional Coordinator for Education (Korwilcambidik) Kutawaluya as a government organization at the forefront of providing services to all primary school (SD) needs both in physical and administrative terms. The purpose of this study was to determine the performance of the Kutawaluya Regional Coordinator for Education (Korwilcambidik) in the provision of facilities and infrastructure in public elementary schools in Kutwaluya District, Karawang Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach, by obtaining information from predetermined informants. This study uses the basis of analysis in measuring organizational performance from Soesilo (2014) which consists of aspects of organizational structure, management policies, human resources (HR), management information systems, and facilities and infrastructure. The results showed that the performance of the Korwilcambidik Kutawaluya organization in the service of facilities and infrastructure for public elementary schools in Kutawaluya District, Karawang Regency has not been optimally implemented. This can be seen from the lack of ability of the apparatus in carrying out work according to their main duties and functions, constraints on synchronization of accurate data regarding real needs related to facilities and infrastructure in 26 elementary schools (SD), not using the principle of the right man on the right pleace in organizations, In addition to the minimal mastery of information and communication technology due to the weak skills of the apparatus, this condition is exacerbated by the absence of operational vehicles, which results from the suboptimal performance of the Kutawaluya Korwilcambidik.
STRATEGI LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TELUKJAMBE KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG Gauri Tifani Azzahrah; Evi Priyanti; Kariena Febriantin; Dadan Kurniansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15424

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Telukjambe. Berdasarkan observasi, diketahui bahwa terdapat hambatan-hambatan yang menjadikan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat tidak berjalan dengan lancar. Salah satu permasalahannya yaitu LPM belum dapat mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia yang tersedia, padahal sumber daya manusia merupakan hal yang terpenting dalam keberhasilan dari pemberdayaan masyarakat. Strategi adalah suatu upaya yang harus dilaksanakan oleh LPM untuk mewujudkan tujuan dari pemberdayaan masyarakat yaitu menjadikan masyarakat maju dan berkembang dalam menggunakan potensi yang dimiliki. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apa saja hambatan-hambatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang? (2) Bagaimana strategi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang? (3) Bagaimana pengaruh strategi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) terhadap masyarakat di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan ditentukan secara purposive sampling berjumlah 7 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis sebelum di lapangan, dan analisis selama dan setelah di lapangan. Berdasarkan penelitian, dapat diperoleh hasil penelitian bahwa Hambatan-hambatan LPM dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh anggaran, fasilitas sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan kerja sama pihak swasta. Upaya yang menjadi dasar strategi LPM dalam pemberdayaan masyarakat yaitu; 1) Menciptakan suasana atau iklim yang menjadikan potensi masyarakat berkembang (enabling), 2) Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering), 3) Memberdayakan dan melindungi masyarakat (protecting). Pengaruh strategi LPM terhadap masyarakat yaitu menjadikan masyarakat mandiri dalam mengelola hasil dari pemberdayaan masyarakat.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA CIKALONG KECAMATAN CILAMAYA WETAN KABUPATEN KARAWANG Adinda Dwi Sapitri; Evi Priyanti; Dadan Kurniansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15602

Abstract

Peran serta terhadap keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa tentu sangat diperlukan, hal ini dapat dijadikan sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Bukan sebaliknya,antara pemerintah dan masyarakat saling mempertahankan egonya. Pemerintah merasa mampu membangun wilayahnya tanpa melibatkan masyarakat sementara masyarakat membiarkan tidak mau ambil pusing tentang urusan-urusan pemerintahan. Oleh karean itu,peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang sejauhmana partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa khususnya diDesa Cikalong. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka untuk mengetahui Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa. Adapun teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keberhasilan pembangunan berlangsung didesa ditentukan oleh partisipasi masyarakat juga nilai-nilai tradisional yang mendasari keterlibatan masyarakat sebagai potensi yang dapat digerakan dalam pembangunan melalui strategi manajemen yang sesuai. Karena dari penduduk yang berkualitas dapat memungkinkan untuk bisa mengolah,mengelola potensi sumber daya alam dengan baik, tepat, efesien dan maksimal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hasil penelitian dilapangan diketahui bahwa partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi pembangunan Desa Cikalong Kecamatan Cilamaya Wetan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat merasa puas.