Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Upaya Dosen Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal dan Intrapersonal pada Proses Perkuliahan Pendidikan Geografi di IKIP PGRI Pontianak Pitalis Mawardi B; Paiman Paiman
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v13i1.19

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui upaya dosen mengembangkan kecerdasan interpersonal  dan kecerdasan intrapersonal pada proses Perkuliahan Pendidikan Geografi di IKIP PGRI Pontianak. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian ini adalah survey (Survey Studies). Subjek penelitian ini adalah Dosen dan  mahasiswa semester III program studi pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Tehnik komunikasi Lansung dan Tehnik komunikasi tidak lansung. serta teknik observasi langsung sebagai objek pendukung dalam pengumpulan data. Berdasarkan Pengujian Hipotesis Penelitian, maka dapat diartikan bahwa upaya dosen mengembangkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal pada proses pembelajaran Pendidikan Geografi dikategorikan baik, dengan persentase yang dicapai adalah 78,23% dan masuk dalam rentang persentase 70%-79% dengan kategori “Baik”. Adapun hasil analisis data untuk setiap upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Upaya dosen mengembangkan kecerdasan interpersonal, dikategorikan baik dengan persentase 78,26%. 2)Upaya dosen mengembangkan kecerdasan intrapersonal, dikategorikan baik dengan persentase 78,21%.
Inventarisasi Karakteristik Lahan Lokasi Sumber Air Panas untuk Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau Ajun Purwanto; Paiman Paiman
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui karakteristik lahan untuk untuk pengembangan pariwisata air panas di daerah penelitian, 2) melakukan upaya pengembangan pariwisata air panas di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data yang diperlukan adalah data primer dan sekunder. Data primer antara lain; topografi, tanah, batuan, hidrologi dan aksesibilitas data sekunder terdiri dari data monografi, curah hujan, peta geologi, peta tanah, penggunaan lahan dan jaring-jaring jalan. Metode analisis Data yang digunakan adalah anaisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Karakteristik lahan untuk untuk pengembangan pariwisata air panas di daerah penelitian adalah: mempunyai kemiringan lereng 3 -  7 %, ketinggian tempat berkisar dari 25 – 400 meter di atas permukaan air laut, bentuklahan yang menyusun adalah dataran aluvial dan perbukitan denudasional, tanah bertekstur lempung dan tersusun dari batuan sedimen, menuju lokasi air panas tersebut dengan jarak tempuh kurang lebih 70 km dari kota Sanggau. 2) Upaya yang dapat ditempuh untuk pengembangan pariwisata sumber air panas adalah peningkatan anggaran APBD khususnya untuk pengembangan dan pengelolaan pariwisata,  pemasaran yang lebih intensif, peningkatan industri-industri pariwisata di lokasi penelitian dan peningkatan tingkat kesadaran wisata.
Meningkatkan Kemampuan melalui Pembelajaran Quantum pada Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Pontianak Pitalis Mawardi; Paiman Paiman
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i2.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui untuk mengetahui hasil belajar dan peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Quantum pada mahasiswa Prodi Geogerafi STKIP PGRI Pontianak. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan geogerafi STKIP PGRI Pontianak. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi dan tes hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji deskriptif kuantitatif secara umum pembelajaran melalui model Quantum dalam pencapaian tujuan pembelajaran geogerafi adalah meningkat, hal tersebut ditunjukkan berdasarkan kesimpulan sub masalah yang menggambarkan: (1) Pelaksanaan perkuliahan dengan pembelajaran quantum  berjalan dengan baik yang dapat dilihat berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa rata-rata pada kelas A Sore sebesar 76,85 yang berjumlah 49 orang mahasiswa, adapun nilai yang diperoleh sebanyak 43 orang mahasiswa yang meraih nilai B, dan 6 orang mahasiswa meraih nilai A, dengan keterangan 100% lulus. Dan rata-rata kelas B Sore sebesar 76,86 yang berjumlah 52 orang mahasiswa, adapun nilai yang diperoleh sebanyak 46 orang mahasiswa yang meraih nilai B, dan 6 orang mahasiswa meraih nilai A, dengan keterangan 100% lulus; (2) Perkuliahan melalui pembelajaran quantum dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa pendidikan geogerafi, khususnya pada mata kuliah geogerafi politik.
Analisis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dalam Perspektif Spasial sebagai Upaya Penjaringan Mahasiswa Baru Ajun Purwanto; Paiman Paiman; Dony Andrasmoro
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i2.2901

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui profil dan menganalisis persebaran spasial mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2016-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Bentuk penelitian survei dengan responden sebanyak 196. Teknik pengambilan data menggunakan komunikasi tidak langsung, alat yang digunakan adalah angket. Data yang digunakan yaitu  nama, asal, agama, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan orang tua. Teknik pengambilan sampel dengan stratified sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi paling banyak beragama Islam 95 orang; berjenis kelamin wanita 144 orang; pendidikan dari SMA Jurusan IPS 166 orang; pekerjaan orang tua petani 96 orang; penghasilan rata-rata orang tua Rp760.000,00/bulan; informasi tentang Program Studi Pendidikan Geografi paling banyak didapatkan dari saudara sebanyak 74 orang;  motivasi masuk karena berkeinginan untuk mengetahui seluk beluk bumi sebanyak 64 orang. Persebaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi menunjukkan pola distribusi yang menyebar. AbstractThis research aimed to determine the profile and analyze the spatial distribution of students from the 2016-2019 Geography Education Study Program. The research method used descriptive. The form of the survey with 196 respondents. The data collection technique used indirect communication, the tool used is a questionnaire. The data used name, origin, religion, gender, last education, occupation, and parents' income. The sampling technique used stratified sampling. The data analysis technique used descriptive quantitative and percentage. The results showed that the most students of the Geography Education Study Program were 95 Muslims; female sex 144 people; education from SMA majoring in Social Sciences 166 people; the occupation of the farmer's parents were 96 people; the average income of parents was Rp.760,000.00/month; Information about the Geography Education Study Program was mostly obtained from relatives as many as 74 people; The motivation to enter was because they want to know the ins and outs of the earth 64 people. The distribution of students from the Geography Education Study Program showed a distributed distribution pattern.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Mata Pelajaran Geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) Sebagai Pelaksana Kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang Norsidi Norsidi; Paiman Paiman
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v5i2.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan pedagogik guru mata pelajaran geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer yang dikumpulkan melalui angket. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase skor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pedagogik guru pada indikator: a) memahami karateristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural emosional, dan intelektual dikategorikan dengan rata-rata nilai 3,06% baik; b) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran dikategorikan baik dengan rata-rata nilai 3,25% baik; c) mengembangkan kurikulum terkait mata pelajaran yang diampu dikategorikanbaik dengan rata-rata nilai 3,20% baik; d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dengan rata-rata nilai 3,03% baik; e) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan rata-rata nilai 2,76% kurang mampu; f) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya dengan rata-rata nilai 3,21 baik; g) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan rata-rata nilai 3,21 baik; h) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi hasil belajar dengan rata-rata nilai 3,43 baik; i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi 2,78 baik; j) melakukan tindakan reflektif dengan rata-rata nilai 3,00 baik.
Pengembangan Bahan Ajar Sistem Informasi Geografis Berbasis Higher Order Tinking Skill (HOTS) Ajun Purwanto; Paiman Paiman; Agus Sudiro
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3194

Abstract

Salah satu kelemahan pembelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) di IKIP PGRI Pontianak saat ini adalah bahan ajar yang relatif kurang praktis dan kurang operasional. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kebutuhan modul pembelajaran SIG; 2) mengembangkan pembelajaran SIG berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS); dan 3) untuk mengetahui kelayakan pengembangan modul pembelajaran SIG. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Teknik penelitian menggunakan observasi langsung saat perkuliahan dan wawancara tidak langsung. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan observasi dan panduan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah skoring dan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang lebih praktis, efektif dan operasional sehinga lebih mudah dipahami. Pengembangan bahan ajar berdasarkan hasil analisa angket adalah berupa modul, karena lebih mudah memfasilitasi mahasiswa dalam belajar dan berfikir lebih kritis dalam menyelesaikan tugas-tugas yang sifatnya adalah proyek. Berdasarkan hasil analisis kelayakan diketahui bahwa kelayakan isi dengan nilai kelayakan sebesar 92,9%, kelayakan penyajian modul dengan nilai kelayakan sebesar 92,5% serta kelayakan kebahasaan memperoleh nilai 93,3%. Dengan demikian, maka modul pembelajaran SIG dalam penelitian ini layak digunakan.
Identification of Groundwater Potential Zones Using Remote Sensing and GIS Technique: A Case Study of the Ketungau Basin in Sintang, West Kalimantan Ajun Purwanto; Paiman Paiman; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto; Rustam Rustam
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 2 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.78629

Abstract

Groundwater is one of the most valuable natural resources in Sintang, but essential basic information regarding its properties and characteristics is presently unavailable. Currently, systemic and uniform investigations, as well as groundwater potential zones mapping are yet to be conducted within the framework of basin area units to support development activities. Therefore, this study aims to identify and map groundwater potential zones using remote sensing and GIS. The employed data were obtained from drainage density, slope steepness, straightness density, total rainfall, lithology, soil type, and land use land cover. The method applied was an interpretation of secondary data, which included a) identification and evaluation of criteria, b) data collection, c) preprocessing, and e) reclassification, while the analysis technique used was a weighted overlay. The results showed that the study location has five classes of groundwater potential zones, namely highly potential, potential, moderate, non-potential, and highly non-potential with areas of 120,754.08 ha (20.62%), 220,693.71 ha (37.69%), 109,668.44 ha ( 18.73), 93,404.38 ha (15.95%), and 41,068.31 ha (7.01%), respectively. Highly potential and groundwater potential zones were identified in the central, eastern, and western parts of the Ketungau basin. In contrast, the dominant non-potential and highly non-potential zones were found along the northern basin boundary. Based on the results, remote sensing and GIS approaches are practical tools for identifying groundwater potential zones, which can be used to determine policies related to groundwater utilization.
Flood Risk Spatial Modeling Based on Geographical Information Systems and Remote Sensing in the Pemangkat Regensi Ajun Purwanto; Paiman Paiman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5264

Abstract

Flood is a disaster that occurs every year in Indonesia with various risks. This study aims to create a spatial model of flood risk and determine the distribution of flood risk in Pemangkat, Sambas Regency. The method used is surveying and interpreting secondary data from the Digital Elevation Model, topographic maps, and land cover images. The data collected includes area, elevation, slope, distance from the river, land use, and rainfall. The tool used is a set of Geographic Information System tools, namely Arcgis 10.8. Data analysis using Weighted Sum for generated Flood risk map and Geographically Weighted Regression for flood risk spatial modeling. The results showed that the Pemangkat sub-district had flood risk classes, namely very low, low, moderate, high, and very high classes. Very high to high flood-risk classes are spread in the cities of Pemangkat and Sabatuan. In contrast, medium to deficient classes are spread in Jelutung, Gugah Sejahtera, Penjajap, Harapan, Lonam, and Parapakan. Very low flood risk area is 8.17 ha (8.16%), low 16.97 ha (16.97%, medium 28.17 ha (28.16%), high 32.28 ha (32.28%) and very high 14.41ha (14.39%). The values obtained from the analysis show that GWR modeling is excellent because R2 is relatively tiny, 0.39.
Analisis aktivitas belajar daring siswa pada mata pelajaran ips terpadu di kelas VIII A SMP Negeri 1 Ngabang Kabupaten Landak Ananda Yuniar; Suherdiyanto Suherdiyanto; Paiman Paiman
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 1 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP)
Publisher : LPD IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v1i1.3840

Abstract

The techniques used in this research consist of direct communication techniques, indirect observation techniques, and documentary study techniques. Based on the results of research that has been carried out: 1) Planning for online learning activities for students in Integrated Social Studies subjects in class VIII A at SMP Negeri 1 Ngabang: The ability to make teaching preparations is the first step that must be possessed by teachers, and as the estuary of all theoretical knowledge, and a deep understanding of learning objects and learning situations, so it can be concluded that a very important and very decisive part of achieving the learning objectives itself with the learning plan itself can create a learning process that is expected to run well and directed. 2) Students' online learning activities in Integrated Social Studies subjects in class VIII A at SMP Negeri 1 Ngabang, have been going well as for indicators including: a) Visual Activities, b) Oral Activities, c) Listening Activities, d) Writing Activities, e) Drawing Activities, f) Motor Activities, g) Mental Activities, h) Emotional Activities. 3) Obstacles to the implementation of students' online learning in Integrated Social Studies subjects in class VIII A at SMP Negeri 1 Ngabang: (1) Lack of student awareness or students' intention to take part in learning. (2) Difficulty dealing with students who are not active in learning. (3) Inadequate student quotas and many other obstacles such as student permission to teachers regarding health, so that not all students take part in the zoom. (4) The enthusiasm of students in participating in online learning is also an obstacle, so that students' understanding of the material provided by the teacher has not been categorized as optimal
USING SENTINEL-2 IMAGE FOR MANGROVE HEALTH ANALYSIS IN BAKAU KECIL VILLAGE, MEMPAWAH DISTRICT, WEST KALIMANTAN Ajun Purwanto; Paiman Paiman
GeoEco Vol 10, No 2 (2024): GeoEco July 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v10i2.72707

Abstract

This study aims to determine 1) The index of mangrove plant vegetation density, and 2) the state of the mangrove plants in the village of Bakau Kecil. Transforming the NDVI was the method employed in this study. The canopy density model can be applied using NDVI. The degree of vegetation canopy density was correlated with the intensity of greenness. The outcomes demonstrated that NDVI values ranged from -1 to 0.32, indicating sparse vegetation density, 0.33 to 0.42, indicating medium density values, and 0.43 to 1, indicating dense density values. One can categorize the condition of the mangrove vegetation based on the NDVI index value, which is shown above. Based on a vegetation index value of 0.43 - 1, which indicates very good health, mangrove vegetation can be considered to be in excellent condition. The mangrove vegetation is in good health (vegetation value 0.33-0.42, Moderate), and the vegetation is in poor health (vegetation value -1-0.32, Rare), according to the vegetation index. Mangrove health is very good, with a pixel area percentage of 68.88 percent; good health has a pixel area percentage of 23.98 percent; and poor health has a pixel area percentage of 7.14 percent.