Andri Restiyadi
Balai Arkeologi Sumatera Utara

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Forum Arkeologi

KONTEKS PENGUBURAN KOMPLEKS MAKAM KUNO SUTAN NASINOK HARAHAP Churmatin Nasoichah; Andri Restiyadi; Repelita Wahyu Oetomo; Nenggih Susilowati; Ery Soedewo; nfn Khairunnisa; Ivonne Visse Karina Purba
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/fa.v33i2.678

Abstract

The form of burial in the ancient tomb complex of Sutan Nasinok Harahap is in the form of a mound of land bordered by flat stones. The problem is what the burial context and the characteristics of the tomb in the Sutan Nasinok Harahap Ancient Tomb Complex?. The purpose of this study is to determine the context of burial and recognize the complex characteristics of the tomb. This study uses an inductive reasoning model. Judging from the characteristics, the characteristics of the tomb have not yet been seen, only the orientation of the tomb indicates the absence of Islamic influence. Related to the burial context, the tomb is located far from the river, on a high place (dolok) and is in the banua partoru zone while Lobu Gunung Tua Batang Onang is in banua tonga which is adjacent to the banua parginjang zone (close to the river). Bentuk penguburan di Kompleks Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap berupa gundukan tanah yang pada bagian tepiannya dibatasi oleh batu-batu pipih. Permasalahannya adalah bagaimanakah konteks penguburan serta karakteristik makam di Kompleks Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konteks penguburan dan mengenali karakteristik kompleks makam tersebut. Penelitian ini menggunakan model penalaran induktif. Dilihat dari karakteristiknya, belum terlihat karakteristik makamnya, hanya orientasi makam yang menunjukkan belum adanya pengaruh Islam. Terkait konteks penguburannya, makam berada di lokasi yang jauh dari sungai, tinggi (dolok) dan berada dalam zona banua partoru sedangkan Lobu Gunung Tua Batang Onang berada di banua tonga yang berdekatan dengan zona banua parginjang (dekat dengan sungai).
KONSTELASI KERUANGAN BIARA SANGKILON, KAWASAN KEPURBAKALAAN PADANG LAWAS BAGIAN SELATAN PADA ABAD XI—XIV MASEHI Andri Restiyadi; Lolita Refani Lumban-Tobing; Anik Juli Dwi Astuti; Churmatin Nasoichah; Mochammad Fauzi Hendrawan
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2772.421 KB) | DOI: 10.24832/fa.v33i1.587

Abstract

Biara Sangkilon is one of the many biaras in the in Padang Lawas archaeological area located in Sangkilon Village, Lubuk Barumun District, Padang Lawas Regency. In general, the arrangement of biaras in this region has its own characteristics, namely the main building facing the mandapa, with one gate. The problem raised in this paper is how the spatial constellation of Biara Sangkilon is? The writing purpose of this article is to get a description of the space boundaries based on the distinction of spatial functions and their relationships in the Biara Sangkilon Complex. Through descriptive-analytical research it can be seen in fact through the form of structure, distance, findings artifactual, and boundaries, there is a fairly clear division of space between sacred space, and profane at Biara Sangkilon. Biara Sangkilon merupakan salah satu dari sekian banyak biara di Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas yang terletak di Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Secara umum, susunan biara-biara yang terdapat di kawasan ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu bangunan utama berhadapan dengan mandapa, dengan satu pintu gerbang. Adapun permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah bagaimanakah konstelasi keruangan Biara Sangkilon? Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendapatkan gambaran tentang batas-batas ruang yang didasarkan pada pembedaan fungsi-fungsi ruang beserta relasirelasinya yang terdapat di Kompleks Biara Sangkilon. Melalui penelitian yang bersifat deskriptifanalitis dapat diketahui ternyata melalui bentuk struktur, jarak, temuan artefaktual, dan batasbatas, terdapat pembagian ruang yang cukup jelas antara ruang sakral, dan profan di Biara Sangkilon.