Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Image investigation using higher moment statistics and edge detection for recognizing abnormal skin Afdhal Afdhal; Zulfikar Zulfikar; Zulhelmi Zulhelmi; Teuku Yuliar Arif
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 9, No 1: February 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.844 KB) | DOI: 10.11591/eei.v9i1.1287

Abstract

This paper discusses the recognition of skin abnormalities by investigating the images using high-level statistics and edge detection. Six images of skin diseases were analyzed using several statistical parameters, including high-level moments such as skewness and kurtosis. In comparison, some images from other categories such as animal, architecture, art, vehicle, food, people, and scenery have been analyzed as well. The results were compared to skin disease images. It is expected that the general pattern of statistical parameters can distinguish skin images against images from other categories. MatLab is used as a medium to calculate the values of statistical parameters. The mean and median of the skin disease image are much larger. Meanwhile, the standard deviation is the smallest compared to other categorical images. Almost all the analyzed images close to symmetry. Nearly all images category are distributed more leaning to the left, except for the images of the art category, which is slightly more leaning to the right. Moreover, the edge detection process has been done using the Sobel algorithm. The result, however, cannot clearly distinguish a skin's abnormality. This difficulty is because of the lack of accuracy in selection the intensity.
ANALISIS TINGKAT KINERJA JARINGAN WIRELESS IEEE 802.11N MENGGUNAKAN MIKROTIK Dhiaul Qadri; Teuku Yuliar Arif; Afdhal Azmi
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v6i2.21848

Abstract

Jaringan wireless merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain sehingga menjadi sebuah jaringan komputer. Jaringan ini menggunakan media udara/gelombang untuk mentransmisikan data. Pada suatu jaringan, kecepatan dipengaruhi oleh perangkat yang digunakan oleh user dan perangkat yang menjadi AP, jarak dan faktor ruangan. Pada penelitian ini mencoba melihat kinerja jaringan wireless IEEE 802.11n. Penelitian ini dilakukan halaman rumah dengan menggunakan 4 laptop, 3 sebagai client dan 1 laptop sebagai server dengan 1 router Mikrotik sebagai access point (AP). Pengujian ini dilakukan mencari nilai rata-rata Uplink dan Downlink dari Throughput, Jitter dan Packet Loss dengan pengujian dengan 4 pengujian dengan jarak berbeda-beda, yaitu 5 meter, 10 meter, 15 meter dan campuran menggunakan tool Jperf dengan paket UDP yang telah disesuaikan oleh IEEE 802.11N, waktu selama 50 detik dan bandwidth default. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan client dengan jarak 5 meter dari AP memiliki throughput 1 Mbps, jitter 2.536 ms dan packet loss 0%, Sedangkan pada saat jarak 15 dan campuran packet loss mengalami kehilangan paket yang lebih besar yaitu pada data rate 150 mengalami 33.59% kehilangan data dan jarak campuran mengalami 30.56% kehilangan data, sehingga paket yang dikirim tidak sesuai dari data yang sebelumnya. Dari pengujian ini juga bisa dilihat juga perangkat dan ruangan yang memiliki hambatan sangat berpengaruh kualitas sinyal internet tersebut. Kata kunci: server, client, Throughput, AP, Bandwidth, Packet Loss, Jitter, UDP, Jaringan wireless, MikroTik dan Jperf.
KOMPARASI QOS VIDEO CALL DAN VIDEO CONFERENCE PADA GOOGLE HANGOUTS DAN GOOGLE DUO DI JARINGAN 3G DAN 4G LTE Muhammad Thalhah; Teuku Yuliar Arif; Yuwaldi Away
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v6i1.19924

Abstract

Untuk bisa melakukan video conference ini dibutuhkan jaringan internet dilengkapi konektifitas yang tinggi dan jaringan yang stabil. Quality of Service (QoS) dari sebuah software yang menyediakan layanan video call dan video conference penting untuk dipertimbangkan efisiensinya. Pengukuran QOS sangat membantu dalam menganalisa jaringan komunikasi sehingga dapat diketahui komunikasi tersebut tergolong baik atau buruk. Adapun beberapa parameter yang harus memenuhi standar agar jaringan komunikasi tersebut dikatakan baik merupakan : Delay, Throughput, Jitter, dan Packet loss. Dari hasil analisis QOS tersebut nantinya dapat diketahui platform penyedia video call dan video conference mana yang lebih efisien digunakan. Hasil analisa parameter network QoS berdasarkan standar TIPHON pada Google Hangouts rata-rata nilai indeks adalah 3,25, sedangkan pada Google Duo rata-rata nilai indeks adalah 3,375, dari hasil tersebut Google Duo memiliki nilai indeks yang lebih baik meskipun masih dalam kategori sama-sama memuaskan. Software Google Hangouts dan Google Duo pada jaringan 3G dan 4G LTE serta pada layanan video call dan video conference memiliki hasil yang memuaskan berdasarkan standar TIPHON. Dilihat dari nilai rata-ratanya kedua aplikasi Google Hangouts dan Google Duo lebih handal dalam melayani video call dari pada melayani video conference.
ANALISIS ROUND TRIP TIME (RTT) TERHADAP KINERJA JARINGAN WIRELESS TCP NEW RENO Harry Idwan; Teuku Yuliar Arif; Rizal Munadi
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Protokol TCP sebagai salah satu transport agent pada jalur komunikasi, memiliki parameter Quality of Service (QoS) yang merupakan indikator tetap dalam pengukuran kinerja jaringan seperti throughput, time delay, packet loss, dan fairness. Banyaknya gangguan yang terjadi pada penggunaan sistem jaringan wireless, memotivasi penulis untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut tentang metode yang pernah diterapkan sebelumnya, termasuk menganalisis dan mengevaluasi kewajaran RTT khususnya parameter ERTT, RTO, cwnd dan throughput dengan memanfaatkan algoritma TCP New Reno yang diimplementasikan pada jaringan wireless. Tujuan penelitian yaitu mendesain dan menganalisis jaringan wireless dengan topologi Point-to-Point (single-hop dan multi-hop) dan Grid menggunakan algoritma TCP New Reno dengan ERTT, RTO, cwnd dan throughput sebagai paramater, sehingga dapat diperoleh suatu desain yang meningkatkan throughput. Metode penelitian menggunakan studi literatur serta mensimulasikan pengembangan algoritma TCP New Reno dengan tujuan mengembangkan pendekatan atau keterampilan baru sehingga dapat diterapkan dan dikaji hasilnya secara langsung. Pendekatan yang dilakukan adalah menguraikan variasi tahapan atau teknik dalam meningkatkan throughput, mengontrol congesti window (cwnd) dan mengurangi RTO. Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang kinerja New Reno lebih baik dibanding SACK ketika Round Trip Time (RTT) lebih kecil dan probabilitas Bursty Loss lebih rendah. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan nilai rata-rata RTO lebih sedikit pada topologi adhoc point-to-point multi-hop dibanding single-hop, artinya gangguan pada jaringan yang terjadi lebih kecil. Sementara jika jaringan point-to-point dibandingkan  dengan grid, maka gangguan pada jaringan grid yang terjadi lebih kecil.Kata Kunci: Wireless, TCP New Reno, RTT, Cwnd, Throughput
Precopy Live Migration on Core Network Virtualization Internet Protocol Multimedia Subsystem Mizanul Ahkam; Rizal Munadi; Teuku Yuliar Arif
Journal of Aceh Physics Society Volume 8, Number 2, May 2019
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.737 KB) | DOI: 10.24815/jacps.v8i2.12613

Abstract

Internet Protocol Multimedia Subsystem (IMS) merupakan suatu arsitektur topologi framework untuk mengirimkan layanan Multimedia berbasiskan IP (Internet Protocol), yang telah menjadi arsitektur framework terkemuka yang sebagai enabler dari operator untuk menawarkan layanan VoIP dan layanan multimedia. Precopy Live Migration merupakan proses migrasi yang diterapkan pada IMS dengan cara page memory pada VM ditransmisikan pada fase iterasi ketika VM sedang dalam state running pada host sumber. Kemudian VM pada sumber di suspend menggunakan fase stop-and-copy dan sisa page memory ditransmisikan menuju host tujuan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana IMS tetap dapat melayani pada saat terjadinya migrasi. Downtime yang terlalu lama akan berakibat pada pelayanan dari servis IMS tidak maksimal. Parameter yang akan diuji adalah Downtime, Waktu Migrasi, dan Jumlah data yang di transfer. Internet Protocol Multimedia Subsystem (IMS) is a framework architect topology to delivery multimedia services (Internet Protocol) based which has become the latest architect framework as operator services enabler that provide VoIP and Multimedia services. Precopy Live Migration implemented to IMS with VM’s memory pages are transmitted in the iteration phase, while the VM is still running at the source. After that, the VM is suspended in the stop- and-copy phase, and the remaining pages are transmitted to the destination. This research focused on how IMS can provide user during migration process. Longest downtime process will impact on service level to user. During migration process, Downtime, Migration Time, and Amount transferred data were evaluated. Keywords: downtime, migration, IMS, Virtual, precopy live migration 
Evaluasi Teknik Penyadapan Lalu Lintas Data Dengan Session Hijacking Pada Protokol HTTP Rizal Munadi; Mirza Purnandi; Teuku Yuliar Arif
Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 14, No 2 (2019): Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.264 KB) | DOI: 10.30872/jim.v14i2.1798

Abstract

Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) merupakan protokol jaringan aplikasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web. Kerentanan protokol ini yang mengekspoitasi web server secara tidak aman, memberikan peluang peretas untuk melakukan serangan, salah satunya dengan serangan session hijacking. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan survei kerentanan terhadap session hijacking dengan menguji beberapa web. Untuk mendapatkan data, maka digunakan Wi-fi UC browser untuk membaca lalulintas data protokol jaringan HTTP yang sedang dibuka oleh pengguna. Dalam pengujian diperoleh cookies yang digunakan oleh pengguna. Informasi session id yang terekam dalam penyadapan, dapat disalahgunakan oleh attacker untuk melakukan tindakan illegal. Hasil penelitian menunjukkan kelemahan pada protokol jaringan HTTP yang rentan terhadap penyadapan lalulintas data dengan cara penyerangan session hijacking. Untuk mengatasi kelemahan ini, dapat digunakan metode pengacakan seperti algoritme Fisher-Yates shuffle atau pun algoritme Linear Congruent Method yang dapat meningkatkan keamanan.
Evaluasi Parameter RAW Berdasarkan Multirate Pada IEEE 802.11ah: Simulasi Kinerja Optimum Jaringan IoT Haris Mustaqin; Teuku Yuliar Arif; Rizal Munadi
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 5 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.075 KB) | DOI: 10.29207/resti.v5i2.2961

Abstract

IEEE 802.11ah WLAN is a technology standard for IoT networks because it can provide a higher transmission range and data rate than WPAN and LPWAN. To manage channel access up to 8191 at the MAC layer IEEE 802.11ah a Restricted Access Window scheme was introduced. Generally, evaluation and optimization of RAW parameters are only based on constant data rates without taking into account the mutirate support for PHY AP and STA IoT IEEE 802.11ah. This study uses an open source-based NS-3 network simulator. Simulation analysis is run by calculating the value of throughput, delay, packet loss, and energy consumption of each node. Based on testing the effect of the number of slots on throughput, it shows that the resulting throughput values ​​fluctuate with stable dominance, depending on the number of slots used. The effect of the number of slots on packet loss shows that the packet loss value is low for each slot because more packets can be accommodated in the RAW slot queue. The effect of the number of slots on energy consumption decreases at some data rates and some lower energy consumption values, thereby saving energy consumption.
Evaluasi Pengaruh Parameter TIM Berdasarkan Multirate Terhadap Konsumsi Energi Jaringan IEEE 802.11ah Daifi Afrila Riefi; Teuku Yuliar Arif; Syahrial
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 5 No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.73 KB) | DOI: 10.29207/resti.v5i4.3224

Abstract

WLAN IEEE 802.11ah is wireless standard technology which potentially used for IoT networking to provide longer range transmission than WPAN and LPWAN. MAC layer IEEE 802.11ah introduces TIM segmentation scheme that provides effective management toward STA in large amount to make the energy consumption efficiently. STA is organized in hierarchical structure that allows TIM segmentation to reduce the length of frame beacon contains TIM. In case there’s no segmentation in a network with many STA, the TIM would be longer and requires all STA to wake-up receiving beacon TIM including STA without downlink data. This research intends to evaluate and analyze the TIM optimal parameters. Those are Page Period, Page Slice Length and Page Slice Count toward IEEE 802.11ah energy efficiency based on multirate using simulator NS-3 implemented on IEEE 802.11ah. As the result of STA experiment shows that Non-TIM is only optimal on sleep duration while TIM is optimal on energy consumption and delay packet. In the experiment of impact of STA/Slot amount based on Page Slice Length shows that sleep duration and energy consumption is optimal depends on the amount of the STA/Slot and data rate used while the optimal packet delay varies for each Page Slice Length.
Analysis of Web Server Security Against Structure Query Language Injection Attacks in ASEAN Senior High Schools Murniati Murniati; Rizal Munadi; Teuku Yuliar Arif
Jurnal Inotera Vol. 3 No. 1 (2018): January-June 2018
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.032 KB) | DOI: 10.31572/inotera.Vol3.Iss1.2018.ID41

Abstract

Cyber crime continues every day that is always trying to exploit security holes that can be infiltrated. The techniques used vary greatly and the intended target can befall anyone, whether government institutions, private institutions, organizations and even educational institutions. One of the techniques used by intruders is the SQLI attack on the web server. This disorder can cause the information presented to be unavailable normally. once control of the database successfully taken over by the attacker, the data will be easily controlled and other attacks can be done against the client. In this study, an assessment of SQLI attacks on senior high schools in some ASEAN countries was conducted. The analysis was performed on the web server of senior high school in seven ASEAN countries. In this article, methods the forensic used to analyze web servers against attacks SQLI. There is still a lot of web server that vulnerable to SQLI. From the analysis obtained on average 20.86% for the type of SQLI in each country. Of the 70 samples of the website showed a study of web server with techniques SQLI is the highest risk level of 27% in Web Server Singapore and lowest risk level of 7% on a Web Server the Philippines.
ANALISIS PERBANDINGAN THROUGHPUT DENGAN VARIASI DAYA PANCAR PADA JARINGAN WIRELESS 802.11g dan 802.11n Devi Kumala; Rizal Munadi; Teuku Yuliar Arif
Jurnal Infomedia:Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v4i1.735

Abstract

Idealnya suatu pengiriman data pada jaringan wireless dapat memberikan throughput data yang optimal. Kondisi tersebut sulit dapat dipenuhi dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam penelitian ini, ruang lingkup pembahasan dibatasi pada jaringan yang menggunakan teknologi 802.11g dan teknologi 802.11n untuk melihat pengaruh throughput dan packet loss dengan variasi daya pancar. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simulator NS-3 dan diterapkan pada topologi Wireless Mesh Network pada grid 2x1, 2x3, dan 2x5 dengan jarak antar node sebesar 25 m dan menggunakan Idealwifimanager sebagai algoritmanya. Variasi daya pancar yang dipakai berkisar antara 1 dbm sampai dengan 10 dbm dan variasi packet data sejumlah 1024, 5120 dan 51200 byte dengan durasi waktu pengujian setiap 60 detik. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa wireless 802.11n memiliki nilai throughput yang lebih besar dibandingkan Wireless 802.11g, namun rata rata menggunakan daya pancar yang besar untuk dapat melewatkan paket data. Dalam hal packet loss, kehilangan data sangat besar terjadi pada Wireless 802.11n dengan packet size yang besar.Kata kunci— 802.11g, 802.11n, throughput, daya pancar, packet data.