Provinsi Maluku memiliki beragam busana tradisional yang sarat nilai budaya dan makna filosofis sebagai representasi identitas serta kearifan lokal masyarakat. Namun, perubahan kurikulum menyebabkan materi pakaian adat semakin terbatas dalam pembelajaran formal, sehingga pengetahuan generasi muda terhadap keberagaman busana tradisional Maluku berpotensi menurun. Penelitian terdahulu telah memanfaatkan Augmented Reality (AR) untuk memperkenalkan budaya dan pakaian tradisional, tetapi masih terbatas pada penyajian objek tiga dimensi dan belum mengintegrasikan narasi audio, animasi, serta evaluasi pembelajaran dalam satu aplikasi yang mencakup beberapa wilayah Maluku. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi pembelajaran mobile berbasis AR untuk memperkenalkan pakaian adat Maluku secara interaktif. Pengembangan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri atas enam tahapan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi delapan objek 3D pakaian adat, terdiri atas empat pakaian pria dan empat wanita dari Maluku Tengah, Kepulauan Kei, Kepulauan Tanimbar, dan Kepulauan Kisar, yang dilengkapi narasi audio, animasi rotasi 360°, animasi duduk, dan kuis interaktif 10 pertanyaan acak berdurasi 180 detik. Hasil pengujian Black Box menunjukkan seluruh fungsi aplikasi berjalan sesuai rancangan. Kuesioner guru dan siswa juga menunjukkan respons positif terhadap fungsi, kelayakan, dan tampilan aplikasi. Aplikasi ini dapat menjadi media pembelajaran interaktif sekaligus mendukung pelestarian budaya Maluku di era digital.Kata Kunci: Augmented Reality, Pakaian Adat Maluku, Media Pembelajaran, Pelestarian Budaya, MDLC