Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Kader Dalam Pemberian Terapi Massage Punggung Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Adat Mawang Lodtunduh Gianyar IGA Ari Rasdini; VM Endang SP Rahayu; IDP Putrayasa; Made Wedri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Mei 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i3.226

Abstract

Hipertensi pada usia lanjut umumnya disertai dengan faktor resiko yang lebih berat. Relaksasi merupakan tindakan yang harus dilakukan pada setiap terapi antihipertensi. Masage punggung merupakan salah satu terapi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Berdasarkan catatan medik di Puskesmas pembantu desa adat Mawang Lodtunduh Gianyar masih banyak ditemukan lansia dengan hipertensi tidak terkontrol. Melalui pengabdian mayarakat ini diharapkan para kader kesehatan mampu memberikan terapi masage punggung untuk mencegah komplikasi. Metode pendampingan dilakukan secara bertahap meliputi; pembentukan tim kader, merumuskan tujuan, melakukan pre tes terkait tehnik melakukan masage punggung, sosialisasi modul, memberikan vidio tentang tehnik masage punggung, pendampingan dalam memberikan terapi masage punggung kepada lansia hipertensi dan evaluasi dengan post tes. Hasil pengabdian didapatkan sebagian besar 60% pengetahuan kader tentang terapi masage punggung masih kurang sebelum diberikan pendampingan dan 90% memperoleh nilai baik setelah diberikan pendampingan. Melalui pendampingan pengetahuan dan ketrampilan kader meningkat. Direkomendasikan kepada para kader untuk memberikan terapi masage punggung secara berkala kepada lansia dengan hipertensi guna untuk mencegah komplikasi kardiovaskuler.
Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Anak Agung Sayu Risma Kusuma Dewi; V.M. Endang S.P. Rahayu; I Gusti Ayu Ari Rasdini; I Dewa Putu Gede Putra Yasa
Jurnal Gema Keperawatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v15i2.1962

Abstract

Hypertension is called the Silent Killer which is the leading cause of asymptomatic death. Around 1.13 billion people in the world have hypertension, which means 1 in 3 people in the world have hypertension. The number of hypertensive patients continues to increase every year, it is estimated that in 2025 there will be around 1.5 billion people who have hypertension. One of the efforts to reduce blood pressure in hypertensive patients is to do brisk walking exercises which is a type of aerobic exercise, namely moderate activity using brisk walking techniques for 30 minutes with an average speed of 4 km/hour which is done 4 times a week. The purpose of this study was to determine the effect of brisk walking exercise on blood pressure in hypertensive patients at Puskesmas I North Denpasar in 2022. The type of research used was quasi-experimental using a nonequivalent control group design. The sampling technique used is probability sampling with simple random sampling, namely 34 respondents (17 intervention groups and 17 control groups). The results of the Wilcoxon test for changes in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group obtained p-value = 0.000 and 0.001 0.05. The results of the Mann-Whitney difference test obtained p values = 0.000 and 0.004 so that it can be concluded that there is an effect of brisk walking exercise on blood pressure in hypertensive patients. Therefore, it is expected to do brisk walking exercise regularly to reduce blood pressure in hypertensive patients.
Pendampingan Kader Dalam Pengembangan Perawatan Mandiri Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kelurahan Pedungan Kota Denpasar IGA Ari Rasdini; IDP Putrayasa; VM Endang S.P Rahayu; Made Wedri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2022): November 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i6.286

Abstract

Tingginya kejadian Diabetes Melitus (DM ) berdampak pada semua aspek kehidupan pasien.Fokus utama dalam manajemen DM yaitu merubah pola hidup. Manajemen gaya hidup merupakan hal yang mendasar dalam perawatan DM seperti manajemen belajar sendiri, dukungan perawatan, aktivitas fisik, konseling merokok, dan perawatan psikososial .Diharapkan dengan perubahan pola hidup dapat meningkatkan kendali glikemik dan menurunkan komplikasi serta kematian. Kader kesehatan diberikan program pemberdayaan dengan sebagai motivator dan mentoring dalam melaksanakan perawatan mandiri secara komprehensif. Program utama dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu pendampingan kader dalam pemberdayaan pasien DM tipe 2.Kegiatan tersebut diawali dengan pre test dengan memberikan pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Materi diberikan oleh tim pelaksana sesuai dengan isi modul. Program pendampingan dilaksanakan setelah pemberian materi selesai. Pendampingan kader dilaksanakan dengan cara mendatangkan langsung pasien DM tipe 2 di Kelurahan Pedungan kota Denpasar. Mitra dibagi kedalam kelompok kecil yang beranggotakan 5-6 orang setelah diberikan pemaparan materi dan pendampingan terjadi peningkatan kemampuan mitra dalam pemberdayaan pasien DM tipe 2. Peningkatan tersebut terjadi secara bermakna yaitu 85,7 %, dengan kategori baik.
Range of Motion Exercise with a Jagged Rubber Ball can Improve Upper Extremity Muscle Strength in Stroke Patients Sri Pradnyani; IGA Ari Rasdini; V.M.Endang S.P Rahayu; Made Wedri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v9i2.668

Abstract

The provision of ROM exercises with jagged rubber balls can increase the strength of the hand muscles of stroke patients. This study aimed to determine the effect of ROM exercises with serrated rubber balls on increasing the strength of the upper extremity muscles in stroke patients. Design of pre-test and post-test with one group. Selection of a nonprobability sample with a purposive sampling type, the sample is 11 people in the Tabanan General Hospital in the inpatient ward in the stroke corner and outpatient ward. The average hand muscle strength in ROM exercises with a jagged rubber ball was distinguished by the male and female sex, namely before 12.5 and 12.7 after treatment, the average hand muscle strength was 15.2 and 15.6. Based on the mean value, patients with stroke experienced an increase in the normal category as measured using a hand dynamometer before and after giving therapy exercises by holding a jagged rubber ball. The test results of the analysis of the paired sample test above obtained a sig value of 0.000. In conclusion, there is a significant effect of ROM training by holding a serrated rubber ball on increasing upper limb muscle strength in stroke patients at Tabanan Hospital in 2022. It is hoped that it can be used as a nursing intervention to improve function in stroke and revive brain control over muscles. Keywords: strokes; muscle strength; serrated rubber ballLatihan Range of Motion Dengan Bola Karet Bergerigi  Dapat Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien StrokeABSTRAK Pemberian latihan ROM dengan bola karet bergerigi dapat meningkatkan kekuatan otot tangan pasien stroke.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan ROM dengan bola karet bergerigi terhadap peningkatan kekuatan otot ekremitas atas pada pasien stroke.Desain pre-test post-test with one group. Pemilihan sampel nonprobability dengan jenis purposive sampling, sampel adalah 11 orang di RSUD Tabanan pada ruang rawat inap di ruang stroke corner dan rawat jalan. Rata-rata kekuatan otot tangan dalam latihan ROM dengan bola karet bergerigi dibedakan dengan jenis kelamin laki laki dan perempuan yaitu untuk sebelum 12,5 dan 12,7 sesudah perlakuan rata-rata kekuatan otot tangan yaitu 15,2 dan 15,6. Berdasarkan nilai rata rata, pasien dengan stroke mengalami peningkatan kategori normal diukur menggunakan alat ukur hand dynamometer sebelum dan sesudah pemberian latihan terapi menggemgam bola karet bergerigi. Hasil uji analisis uji paired sampel test diatas, didapatkan nilai sig yaitu 0,000. Simpulan terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan ROM dengan menggenggam bola karet bergerigi terhadap peningkatan kekuatan otot ekremitas atas pada pasien Stroke di RSUD Tabanan tahun 2022.Diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan fungsional pada stroke dan membangkitkan kembali kendali otak terhadap otot. Keywords: stroke; kekuatan otot; bola karet bergerigi