Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tanoker community as a counter culture movement to communicate traditional games in Ledokombo Jember Indonesia Juariyah Juariyah; Putri Robiatul Adawiyah
Informasi Vol 52, No 2 (2022): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v52i2.49039

Abstract

Tanoker is one of the traditional games in Indonesia which is one of the cultural heritages whose existence must be protected and preserved. The Tanoker community has begun to actively promote this traditional game to be introduced to the community. The purpose of this study is to examine the Tanoker community in their efforts to prevent the negative impact of online gaming culture through traditional games. This type of research using in this study is a qualitative approach with ethnographic methods was used in this study as well as by analyzing the text and interview results. The results showed that the Tanoker community played a role in communicating the traditional game of tanoker in the community as a counter culture movement to communicate traditional games in Ledokombo Jember. The Tanoker Ledokombo community is not anti-modern games, some of them who come with cell phones, there are only rules when activities are being carried out, their cell handphones cannot be used. This is where good values are internalized in children Tanoker aims to contribute solving problems, especially preparing children to live healthy, fostering a cooperative, discipline, and sportive sense, being smart and having prosperous lives.
IMPLEMENTASI PERBUP NO.63 TAHUN 2011TENTANG PERATURAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU( STUDI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BANYUWANGI) Baktiawan Nusanto; Debby Cahya Nuriantika; Putri Robiatul Adawiyah
POLITICO Vol 17, No 1 (2017): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v17i1.740

Abstract

Pelayanan publik yang ada di Indonesia saat ini banyak sekali bentuk dan jenisnya. Salah satu pelayanan publik yang menjadi sorotan adalah pelyanan perizinan terpadu satu pintu (one stop service). Pelayanan ini adalah penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ketahap terbitnya dokumen dilayani melalui satu pintu dan dilakukan dalam satu tempat. Salah satu Kabupaten yang telah menerapkan pelayanan perizinan satu pintu ini adalah Kabupaten Banyuwangi. Beberapa tahun belakangan ini, Banyuwangi banyak membuat perubahan dalam pelayan publik. Banyuwangi mulai menerapkan sistem pelayanan terpadu untuk memudahkan masyarakat memperoleh perizinan dalam satu tempat. Pelayanan terpadu ini telah memudahkan masyarakat yang dahulu harus melakukan banyak proses dan mendatangi beberapa kantor instansi pemerintah untuk mendapatkan dokumen perizinan, tetapi sekarang masyarakat cukup mendatangi satu kantor saja. Sasaran yang dituju dalam perizinan terpadu ini adalah untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, efisien, dan transparan. Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu benar-benar transparan tetapi waktu penyelesaian masih membutuhkan waktu yang lama, tidak sesuai dengan SOP yang digunakan. Dengan adanya PTSP sangat berpengaruh terhadap peningkatan investasi di Banyuwangi. Sebab secara otomatis PTSP berkorelasi pada pertumbuhan investasi. Semakin mudah proses pengurusan izin disuatu daerah, semakin banyak investor berdatangan.Kata kunci: Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Inovasi Program Ruang Rindu (Ruang Pemberdayaan Dan Perlindungan Ibu-Anak) Untuk Perempuan Korban KDRT Dan Penurunan Aki Dan AKB Di Kabupaten Banyuwangi Putri Robiatul Adawiyah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 4 (2022): Proceedings SEMNAS PSW 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.696 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i4.115

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam Inovasi Program Ruang Rindu (Ruang Pemberdayaan Dan Perlindungan Ibu-Anak) Untuk Perempuan Korban KDRT dan Penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Banyuwangi. Program ini sangatlah unik dan apresiatif karena layanan Ruang Rindu bersifat komprehensif. Bukan hanya konseling dan pendampingan hukum, medis, dan psikososial untuk perempuan korban kekerasan, tapi juga ada inovasi kemandirian ekonomi perempuan korban kekerasan. Problem perlindungan dan pemberdayaan perempuan merupakan hal yang multisektor, tidak hanya perlindungan, tetapi upaya pemberdayaan ekonomi perempuan dari hulu ke hilir, pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas kekerasan serta pemberian alat usaha produktif untuk perempuan korban kekerasan. Banyuwangi mewujudkan melalui layanan Ruang Rindu yang terintegrasi dari sejumlah program yang melakukan fungsi perlindungan dan pemberdayaan pada perempuan dan anak. Banyuwangi Children Center (BCC) dan Pusat Pelayanan Terpadu dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Bengkel Sakinah untuk program pemberdayaan perempuan. Pada awalnya program ini berjalan sendiri secara parsial, namun sekarang telah di integrasikan menjadi suatu program secara holistic dimana semua terlibat di dalamnya, mulai dari relawan BCC, P2TP2A, hingga aparat penegak hukum. Layanan tidak hanya layanan medis, hukum, dan psikososial dan rehabilitasi sosial, namun juga dilengkapi dengan pemberdayaan ekonomi. Sejumlah program telah disiapkan Pemkab untuk pemberdayaan perempuan korban kekerasan, mulai bantuan alat usaha produktif, warung naik kelas, hingga fasilitasi izin usaha mikro. Pendampingan medis, hukum, psikososial serta berbagai program pemberdayaan agar perempuan bisa mandiri. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil lokasi di Pemkab Banyuwangi. Metode pencarian data dilakukan melalui wawancara kepada informan terkait data yang dibutuhkan.