Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Studi Tentang Digitalisasi Ondel-Ondel Betawi Melalui Teknologi 3D Animasi Ferric Limano; Yasraf Amir Piliang; Irma Damajanti; Rismiyati E. Koesma
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i2.5138

Abstract

Indonesia kaya akan warisan budaya, salah satu ragam warisan budaya yang terdapat di Indonesia adalah seni pertunjukan tradisional. Seni pertunjukan ini melibatkan peran individu atau kelompok di dalam satu waktu dan ruang. Kesenian tradisional merupakan identitas kultural masyarakat lokal. Hal ini merupakan wajib menjadi pertahanan identitas masyarakat tersebut, agar tidak kehilangan jati diri dalam masyarakat berbudaya. Terlebih lagi arus globalisasi yang membuat budaya tradisional mulai kurang di apresiasi, dibandingkan budaya global. Ondel-ondel merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional, memiliki nilai ikonik dan komersial. Apresiasi terhadap Ondel-ondel pun mulai pudar, melalui penelitian ini bagaimana membuat produksi animasi 3D digital untuk Ondel-ondel Betawi. Data didapatkan melalui experimental visual dan gerak, kemudian data di analisa dan di deskripsikan.  Hasil dari penelitian ini adalah menjadi kajian prinsip gerak terhadap kesenian pertunjukan tradisional, sehingga masyarakat dapat menikmati kesenian tradisional Indonesia dalam media yang baru.
BUKU PENGEMBANGAN DIRI SEBAGAI MEDIA ART AS THERAPY (STUDI KASUS: BUKU “NANTI KITA CERITAa TENTANG HARI INI”) Yulianti Mayank Sari; Riama Maslan Sihombing; Irma Damajanti
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2019): Volume 7, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i1.15

Abstract

AbstrakBidang seni rupa dan desain tidak hanya sebatas pada aspek estetik, bila digali lebih dalam sebuah karya seni rupa dan desain memiliki manfaat pada aspek psikologis. Filsuf Alain de Botton mengatakan bahwa seni memiliki efek terapeutik dengan memanfaatkan kelemahan psikologis manusia dan menjadikannya sebagai kekuatan, yaitu remembering, hope, sorrow, rebalancing, self-understanding, growth, dan appreciation yang memiliki manfaat pada kesehatan mental. Buku ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ atau disingkat ‘NKCTHI’ dijadikan studi kasus dalam menganalisis buku pengembangan diri bergambar sebagai media art as therapy. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode dalam membedah buku tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur terkait dan observasi baik offline maupun online. Studi literatur yang digunakan beracuan pada teori Art as Therapy oleh Alain de Botton (2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Membuktikan apakah teori tersebut dapat diterapkan pada buku NKCTHI. Dapat disimpulkan bahwa hasil observasi pembaca buku NKCTHI memenuhi aspek-aspek terapeutik sebagai media art as therapy.Kata kunci : art as therapy, buku pengembangan diri, desain visual
Kajian Hipersemiotika Pada Karya Fotografi Kontemporer Jim Allen Abel “INDONESIA UNIFORM” Fransisca Retno Setyowati Rahardjo; Irma Damajanti
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 2 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.662 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i2.380

Abstract

Karya seni fotografi 30 tahun terakhir ini telah berkembang pesat. Perkembangan ini salah satunya ditandai dengan mulainya fotografi mengalami persentuhan yang cukup dalam dengan dunia seni rupa kontemporer. Di Indonesia, fenomena booming-nya fotografi seni terjadi sekitar beberapa tahun terakhir. Pada fotografi seni tidak lagi merepresentasikan karya pada tataran konsep, fotografi seni berbeda dengan fotografi ‘salon’ yang hanya mengaduk-aduk permainan bahasa saja. Karyakarya fotografi seni yang dianggap baik dan ideal adalah yang menyiratkan tentang ‘aboutness’ - dimana sebuah karya mampu menyampaikan ‘sesuatu’ yang tidak hanya berkaitan dengan fungsi fotografi secara umum dan estetis seperti yang diungkapkan Asmudjo J. Irianto, salah seorang kurator dan patron seni rupa kontemporer Indonesia.Perkawinan fotografi dengan seni rupa kontemporer ini alhasil menimbulkan konsekuensi lain, karya yang dipamerkan terkadang tidak memiliki hubungan pemaknaan sama sekali dan bahkan terkadang mencerminkan pemaknaan diluar realitas, sehingga menimbulkan jarak yang cukup jauh antara seniman-karya seni dengan penikmat seni. Oleh karena itu dibutuhkan ilmu pengkajian khusus yaitu dengan pendekatan hipersemiotika untuk memahami makna diluar realitas sehingga terserap pengalaman ‘aboutness’ yang ingin dibagikan seniman kepada penikmat seni. Key words :fotografi, hipersemiotik, kontemporer.
Perempuan Desainer Berdikari dalam Industri Kreatif di Indonesia Senja Aprela Agustin; Acep Iwan Saidi; Irma Damajanti
IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 1 (2023): IKRAITH-HUMANIORA Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2267

Abstract

This paper depicts the work of three women designers in the informal sector of the creativeindustry in Indonesia. The unique works of women designers in designing and building brands oflocal-domestic products, fashion, decorations, and, accessories produced in home-based studioshave made them financially self-sustaining. In addition, this research also shows that the ability ofwomen designers to negotiate in society which still burdens women with domestic activities can beself-supported and develop their businesses. Furthermore, the factors that influence the success ofbusiness sustainability include: 'personal style' design, ability to understand the market,proficiency in computer technology, and the utilization of communication media such as socialmedia and websites. This independent women designer figure in the informal sector indirectlycontributes to economic prosperity in Indonesia
Caring Design: A Multimodal Analysis of Woman Embodiment in Kampung Halaman Foundation Design by Novi Kristinawati Senja Aprela Agustin; Acep Iwan Saidi; Irma Damajanti; Hafiz Aziz Ahmad
PANGGUNG Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3513

Abstract

Gagasan perawatan dalam desain dan arsitektur melekat pada karya perempuan desainer se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan yang berhubungan dengan konteks sosial. Demikianlah peran perempuan dalam tatanan sosial yang sering diasosiasikan dengan perawatan dan peng- asuhan seperti layaknya alam telah menggemakan dualisme gender, yang turut mempengaruhi perbedaan karakteristik desain yang diciptakan oleh keduanya. Beberapa penelitian sebelum- nya telah mengeksplorasi gagasan desain perawatan, terutama dalam arsitektur, mencakup eksplorasi material alami yang dapat menyampaikan identitas budaya, pengalaman multisen- sorik, dan arsitektur afektif. Namun, studi mengenai karya perempuan desainer, khususnya dalam arsitektur yang merangkul konsep ‘desain perawatan’, dan berfokus pada kebertubuhan masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gagasan perawatan se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan desainer yang terefleksikan dalam karyanya, dengan studi kasus desain arsitektur Yayasan Kampung Halaman di Yogyakarta oleh Novi Kristinawa- ti. Melalui metode semiotika, khususnya analisis multimodal teks dari Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, makna perawatan diungkapkan melalui penelusuran tiga metafungsi: makna representasi, makna interaktif, dan makna komposisi yang muncul dari mode-mode sebagai sumber semiotika. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa Novi Kristinawati merefleksikan kebertubuhannya dalam desain Yayasan Kampung Halaman. Gagasan perawatan sebagai bentuk kebertubuhan perempuan antara lain: muncul dalam simbol arketipe ibu; desain yang memberikan pengalaman multisensori dengan mengaburkan batas antara eksterior alam dan interior; desain yang fleksibel dan mengalir yang memenuhi nilai guna serta dapat memfasil- itasi jarak sosial pengguna desain; mengutamakan kesetaraan dan pengakuan kedua gender dalam desain tanpa sekat; serta desain yang mampu mendengarkan kebutuhan pemesan de- sain. Penelitian ini adalah upaya untuk memahami desain dalam kerangka kebertubuhan per- empuan dan kontribusinya dalam wacana pengetahuan desain. Kata Kunci: desain perawatan, perempuan desainer, kebertubuhan perempuan, analisis multimodal, arsitektur, Novi Kristinawati
Caring Design: A Multimodal Analysis of Woman Embodiment in Kampung Halaman Foundation Design by Novi Kristinawati Senja Aprela Agustin; Acep Iwan Saidi; Irma Damajanti; Hafiz Aziz Ahmad
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3513

Abstract

Gagasan perawatan dalam desain dan arsitektur melekat pada karya perempuan desainer se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan yang berhubungan dengan konteks sosial. Demikianlah peran perempuan dalam tatanan sosial yang sering diasosiasikan dengan perawatan dan peng- asuhan seperti layaknya alam telah menggemakan dualisme gender, yang turut mempengaruhi perbedaan karakteristik desain yang diciptakan oleh keduanya. Beberapa penelitian sebelum- nya telah mengeksplorasi gagasan desain perawatan, terutama dalam arsitektur, mencakup eksplorasi material alami yang dapat menyampaikan identitas budaya, pengalaman multisen- sorik, dan arsitektur afektif. Namun, studi mengenai karya perempuan desainer, khususnya dalam arsitektur yang merangkul konsep ‘desain perawatan’, dan berfokus pada kebertubuhan masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gagasan perawatan se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan desainer yang terefleksikan dalam karyanya, dengan studi kasus desain arsitektur Yayasan Kampung Halaman di Yogyakarta oleh Novi Kristinawa- ti. Melalui metode semiotika, khususnya analisis multimodal teks dari Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, makna perawatan diungkapkan melalui penelusuran tiga metafungsi: makna representasi, makna interaktif, dan makna komposisi yang muncul dari mode-mode sebagai sumber semiotika. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa Novi Kristinawati merefleksikan kebertubuhannya dalam desain Yayasan Kampung Halaman. Gagasan perawatan sebagai bentuk kebertubuhan perempuan antara lain: muncul dalam simbol arketipe ibu; desain yang memberikan pengalaman multisensori dengan mengaburkan batas antara eksterior alam dan interior; desain yang fleksibel dan mengalir yang memenuhi nilai guna serta dapat memfasil- itasi jarak sosial pengguna desain; mengutamakan kesetaraan dan pengakuan kedua gender dalam desain tanpa sekat; serta desain yang mampu mendengarkan kebutuhan pemesan de- sain. Penelitian ini adalah upaya untuk memahami desain dalam kerangka kebertubuhan per- empuan dan kontribusinya dalam wacana pengetahuan desain. Kata Kunci: desain perawatan, perempuan desainer, kebertubuhan perempuan, analisis multimodal, arsitektur, Novi Kristinawati
Designing UI/UX App for Parents of ASD Children through Social Approach Wiyaringtyas, Anggis Rizky; Irma Damajanti
JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Open Source, December 2024
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jtos.v7i2.3863

Abstract

Compared to children’s parents with typical conditions, parents of children with autism spectrum disorder (ASD) experience higher levels of stress. As a result, parents may become more at risk of social stigma and become apart from those who seem can't understand their situation. Parents' stress levels can be reduced by experiencing a positive response like happiness and comfortable. One of the factors that makes parents of children happy and comfort with ASD is social support. In this study, researchers developed a smartphone application that can provide social support—such as groups, information, and emotional support—to parents who have children with ASD. The design thinking approach was implemented in this study, which involved collecting data via surveys, interviews, and observations to designing the UI/UX application during the ideation phase. According to the study's findings, parents nowadays need a parenting app that can make it easier for them to find social support.