Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Farmaka

HUBUNGAN SIKAP, PERSEPSI DAN HAMBATAN TERHADAP COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM) angga kautsar
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.467 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9295

Abstract

CAM mempunyai keuntungan bagi masyarakat, yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Sikap mahasiswa Farmasi UNPAD merupakan salah satu cara untuk melihat sukses dan efektif CAM tersebut karena mahasiswa Farmasi UNPAD sebagai calon praktisi kesehatan yang memberikan informasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang pada sampel penelitian ini sebanyak 350 responden Mahasiswa Fakultas Farmasi Unpad. Pengolahan data prasurvei uji validitas dan reabilitas yang didapat, dan analisis data secara kuantitatif deskriptif, serta inferensial jenis nonparametrik independen yang menggunakan tes U Mann-Whitney untuk mendapatkan p-value. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap positif terhadap rekomendasi CAM namun masih kurang untuk penggunaan CAM sendiri. Untuk faktor yang mempengaruhi sikap atau pengetahuan mahasiswa Fakultas Farmasi UNPAD sendiri cukup signifikan terlihat yaitu pada kelompok Postgraduate lebih tinggi dibandingkan dengan Undergraduate dapat terjadi karena pengetahuan yang lebih tinggi dan pengalaman yang lebih banyak pada kelompok Postgraduate.
EFFECTIVENESS OF NEEM OIL (Azadirachta indica) AS AN ANTIBACTERIAL AGENT TOWARDS DENTAL CARIES BACTERIA ( Streptococcus mutans ) Vithya Lakshmi Bjya Gabal; Angga Prawita Kautsar
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.484 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12621

Abstract

ABSTRACT One of the usual oral disease in the world is dental caries. It is normally triggered by the microorganisms Streptococcus mutans. Where tooth enamel will be affected. Regardless of the fact that poor hygiene and interrelated to multiple full-body conditions and diseases are one of the major cause that around 80% of all over the world adults will be identified with caries. As number carries cases increase but there are only a few successful preventative treatments. Herbal treatment research towards bacterial ecology in the mouth and the other correlated factors that may contribute to caries are being carried out. The awareness of new treatment and prevention options for this exceedingly usual infection are being figured out. One of effective treatment is Neem (Azadirachta indica) as antibacterial, antifungal, and biopesticide. Most recent research is towards the effectiveness of neem oil towardsStreptococcus mutans as antibacterial due to its active properties. Keywords : Dental caries, Streptococcus mutans, Neem oil, Antibacterial activity.
RINGKASAN ARTIKEL: PERBANDINGAN METODE PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PENURUNAN KESALAHAN PENGOBATAN yasri husaironi mufti; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1935.087 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17733

Abstract

Kesalahan pengobatan adalah salah satu penyebab utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas pasien. Kesalahan pengobatan sebenarnya dapat dihindari dengan penggunaan metode peningkatan mutu berkelanjutan, diantaranya TQM, PDCA, Six Sigma, Lean, dan FMEA. Pada ringkasan ini dilakukan studi literatur mengenai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap penurunan kesalahan pengobatan. Metode yang dilakukan adalah studi literature berupa meta-analisis hasil data yang diperoleh merupakan kumpulan dari beberapa jurnal terkait strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap penurunan kesalahan pengobatan. . Hasil analisis literatur didapatkan bahwa integrasi dari metode-metode peningkatan mutu yang saling melengkapi memberikan hasil yang lebih sempurna dibanding dengan penggunaan stategi secara individu .  Metode peningkatan mutu TQM, Six Sigma, Lean, dan FMEA dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
PENGUKURAN KEPUASAN PELAYANAN INSTALASI FARMASI UNTUK PASIEN TUBERKULOSIS SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Safitri Yuniasih; Ranpal Singh; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.784 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13662

Abstract

Instalasi farmasi merupakan salah satu revenue center utama di mana lebih dari 90% pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu kasus yang banyak terjadi di Rumah Sakit adalah infeksi tuberculosis. Lamanya pengobatan TB menyebabkan rentannya pasien mengalami ketidaknyamanan dalam pengobatannya. Sebagai penyedia jasa layanan di rumah sakit, IFRS dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk memperoleh kepuasan dari pasien dalam jangka waktu pengobatan yang panjang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kepuasan pelayanan di instalasi farmasi untuk pasien TB di salah satu rumah sakit di Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang non- experimental dengan menyebarkan kuesioner kuesioner kepada pasien TBC di salah satu Rumah Sakit di Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa kriteria dimensi empati adalah netral dengan skor 368,3, dimensi jaminan adalah netral dengan skor 368,7, dimensi berwujud adalah puas dengan skor 378,5 , dimensi keandalan adalah netral dengan skor 370,8, dan dimensi ketanggapan adalah netral dengan skor 370,4. Kata Kunci: IFRS, Tuberkulosis, Kepuasan Pasien, Kuesioner
SIX SIGMA DAN LEAN MANAGEMENT DALAM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN SILVI RISTATIANTI; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.975 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12592

Abstract

Manajemen kesehatan dilakukan dengan banyak metode contohnya metode Six sigma dan Lean  management. Dari kedua metode Six sigma dan Lean  management biasanya digunakan dalam perindustrian, tetapi sudah banyak digunakan dalam kesehatan. Review ini berisi penggunaan metode six sigma dan lean  management pada pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Perbedaan metode antara six sigma dan lean sangat terlihat pada konten perubahan dimana six sigma lebih mengutamakan detail dari tiap elemen kesehatan untuk ditingkatkan dan berstandar, tetapi lean  management lebih mengutamakan sinkronisasi antar elemen (kerjasama) yang dipimpin dan berstandar. Kesimpulannya, metode manajemen yang lebih bisa diandalkan adalah gabungan lean  management dan six sigma yang kini di telah banyak dicoba diaplikasikan, walau belum banyak hasil yang signifikan seperti hal nya pada six sigma dan lean  management.Kata Kunci : Lean Management, Manajemen Kesehatan, Six sigma.
DRUG UTILIZATION RESEARCH OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN TAHUN 2018 DI RUMAH SAKIT PARU DR H A ROTINSULU DENGAN METODE ATC/DDD : CROSS-SECTIONAL STUDY Iflakhatul Ulfa; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3195.893 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.23122

Abstract

Drug Utilization Research (DUR) merupakan suatu sistem evaluasi yang sistematis, berkelanjutan dan berguna untuk melakukan evaluasi penggunaan obat agar rasional. DUR berperan penting terhadap kualitas terapi obat yang optimal. Salah satu cara untuk melakukan evaluasi penggunaan obat yaitu dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical/ Defined Daily Dose (ATC/DDD) yang telah direkomendasikan oleh WHO sebagai standar klasifikasi dan pengukuran internasional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan DUR pada pasien rawat jalan poli spesialis penyakit dalam di salah satu Rumah Sakit di Bandung, Indonesia. Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan pengambilan data secara retrospektif pada resep dari rawat jalan pada tahun 2018. Metode ATC/DDD digunakan untuk mengukur intensitas konsumsi suatu obat serta memperbaiki kualitas penggunaan obat. Hasil yang didapat yaitu resep obat dari golongan antihipertensi sebanyak 37,99%. Obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yakni amlodipin yang paling sering diresepkan sebanyak (35,50%), diikuti oleh diuretik yaitu furosemid dan spironolakton (27,68%), beta bloker – propranolol dan bisoprolol (14,33%), Angiotensin Converting Enzym (ACE) Inhibitor (13,35%), dan Angiotensin II Receptor Antagonist (9,12%). Perhitungan DDD diketahui tiga obat antihipertensi terbanyak yang diresepkan yaitu Amlodipin (270,54 DDD), Furosemid 45,29 DDD, dan Irbesartan 34,74 DDD. Kesimpulannya adalah banyak pasien menderita hipertensi sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan obat yaitu menggunakan metode ATC/DDD untuk meningkatkan kerasionalan penggunaan obat antihipertensi.Kata kunci: DUR, ATC/DDD, obat antihipertensi, rawat jalan
MEMBANGUN INDUSTRI PODP YANG BERDAYA SAING : REFLEKSI GLOBAL DAN RENCANA STRATEGIS INDONESIA Az Zahra, Nisrina Nabila; Susatia, Vania Anindira; Yani, Indri Widuri; Faisal, Davin Ezra Alkan Al; Roestan, Mas Rahman; Nurrasjid, Evi Sylvia; Kautsar, Angga Prawira
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.64521

Abstract

Produk obat derivat plasma (PODP) merupakan hasil pengolahan plasma darah manusia yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, seperti gangguan imun, hemofilia, dan penyakit autoimun. Penggunaan PODP semakin meluas seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan terapi berbasis protein plasma. Namun, perkembangan PODP di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan pasokan plasma berkualitas hingga ketergantungan pada produk impor. Artikel ini menyajikan tinjauan mengenai jenis PODP, proses produksinya, sistem deteksi patogen, serta upaya global dalam menjamin keamanan dan ketersediaan produk. Tinjauan ini didasarkan pada literatur dari basis data ilmiah seperti Embase, PubMed, EBSCO, dan World of Science dengan kata kunci terkait seperti “plasma-derived medicinal products”, “plasma-derived medicinal products”, dan “plasma fractionation”, yang mencakup aspek klinis, produksi, regulasi, dan industri dari PODP. Kajian ini juga menyoroti potensi Indonesia dalam membangun sistem produksi PODP yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang komprehensif, diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merumuskan strategi nasional yang tepat. Melalui tinjauan ini, disimpulkan bahwa dengan komitmen kebijakan yang kuat, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri PODP yang aman, mandiri, dan berdaya saing global.
TINJAUAN LITERATUR: ANALISIS EFEKTIFITAS OBAT AMLODIPINE SEBAGAI PENGOBATAN LINI PERTAMA PADA PENDERITA HIPERTENSI Setiawan, Rizky; Haq, Fatih Izzul; Puspita, Falerina; Kautsar, Angga Prawira
Farmaka Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i2.66783

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi tinggi, sehingga penatalaksanaan lini pertama yang efektif sangat krusial. Amlodipine, sebagai calcium channel blocker (CCB), adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas Amlodipine sebagai terapi lini pertama melalui tinjauan literatur dari berbagai jurnal penelitian, konsensus nasional (PERHI), dan pedoman klinis (Kemenkes RI, ESH), dengan fokus pada efikasi, pola penggunaan, dan efektivitas biaya. Hasil analisis menunjukkan Amlodipine secara konsisten menjadi salah satu obat yang paling banyak digunakan. Studi komparatif membuktikan efektivitas Amlodipine sebagai monoterapi seringkali lebih unggul atau setara dengan agen lini pertama lainnya seperti ACEI dan ARB. Keunggulan signifikan juga ditemukan pada analisis efektivitas biaya, di mana beberapa studi melaporkan nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) yang lebih rendah dibandingkan obat lain, serta memegang peran kunci sebagai komponen fondasi dalam strategi terapi kombinasi modern. Berdasarkan bukti yang dianalisis, Amlodipine merupakan pilihan terapi lini pertama yang sangat efektif, efisien dari segi biaya, dan relevan dalam strategi pengobatan hipertensi modern, menjadikannya salah satu andalan dalam tatalaksana hipertensi.Kata kunci: Amlodipine, Efektivitas Obat, Hipertensi