Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Hikmah

Layanan Informasi Bimbingan Konseling untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Pendidik PAUD (Penelitian pada Himpau di Kota Pontianak) Hesty Nurrahmi
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v11i1.820

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada beragamnya latar belakang pendidikan guru; kurangnya kemampuan guru dalam memberikan bimbingan psikologis dan fisik untuk mengembangkan potensi dan perkembangan anak usia dini; kemampuan guru dalam mengelola dan melakukan evaluasi pembelajaran (hasil pra penelitian). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen pre and post test desain, alat pegumpulan data berupa angket penilaian diri kompetensi guru PAUD. subyek penelitian guru PAUD yang terhimpun dalam HIMPAUDI Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan non signifikant dengan kategori bervariasi pada masing-masing sub aspek kompetensi pedagogik; bentuk layanan informasi bimbingan dan konseling yang diberikan pada guru PAUD yaitu: a. Perencanaan;  b. Pelaksanaan;  c. Evaluasi; d. Analisis hasil evaluasi ; e. Tindak lanjut ; f. Pelaporan. 
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM PADA SISWA BERPERILAKU KECENDERUNGAN NARSIS DI KELAS XI MAN 2 PONTIANAK Hesty Nurrahmi; Elvya Rizki Oktaviani
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v12i1.1074

Abstract

The purpose of this study was to reveal the guidance of Islamic counseling on the behavior of students who tend to be narcissistic. This study uses action research methods. The process of conducting research was carried out with the following stages: planning, action, reflection (observation) and evaluation. The results of the study showed: (1) The right Islamic Counseling Guidance Service in dealing with students behaving students was by using the type of group guidance and counseling; (2) The results of the application of this model appear in the data that: based on the data obtained when viewed from the meeting before the action until after the 6th and 7th meetings, there was a decrease in the percentage of narcissistic behavior by 39.22%. The percentage of narcissistic behavior of 72.12% decreased to 32.90%. (Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bimbingan konseling Islam terhadap perilaku siswa yang cenderung narsis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan. Proses pelaksanaan penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: perencanaan, tindakan, refleksi (pengamatan) dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Layanan Bimbingan Konseling Islam yang tepat dalam menangani siswa berperilaku siswa adalah dengan menggunakan jenis bimbingan dan konseling kelompok; (2) Hasil dari penerapan model ini tampak pada data bahwa: berdasarkan data yang diperoleh jika dilihat dari pertemuan sebelum tindakan sampai kepada setelah pertemuan ke 6 dan 7, terjadi penurunan persentase perilaku narsis sebesar 39,22%. Persentase perilaku narsis sebesar 72,12% menurun menjadi 32,90%).
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Hesty Nurrahmi
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v9i1.87

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil Uji Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang rata-rata di bawah standar (Data LPMP 2012), dan hasil observasi awal peneliti menunjukkan bahwa mereka belum profesional dalam menyelenggarakan program BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru BK. Alat pengumpul data: observasi, wawancara, inventory dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan: (1) sebagian besar guru BK memiliki kompetensi profesional; (2) sebagian besar guru BK telah melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi profesional, namun masih belum ada yang melanjutkan pendidikan (S2 BK) dan belum ada yang melakukan penelitian dalam BK;(3) sebagian besar guru BK telah menyelenggarakan kegiatanBK mulai darimerancang, melaksanakan, mengevaluasi dan sebagian kecil menguasai penggunaan alat tes/instrumen dalam BK.Rekomendasi penelitian ini disampaikan kepada guru BK, kepala sekolah, pengurus MGBK-SMK, peneliti selanjutnya, dan pemerintah.