Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS KINERJA OJEK ONLINE DI KOTA BANJARBARU fiqri rivaldy perdana; utami sylvia lestari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.704 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i2.1778

Abstract

Kota Banjarbaru adalah salah satu kota besar di provinsi Kalimantan Selatan, dengan kepadatan penduduk terbesar kedua setelah kota Banjarmasin, hal ini membuat pergerakan dan aktivitas warga semakin meningkat, dan membuat masyarakat menggunakan moda transportasi umum, salah satunya adalah ojek. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi, moda transportasi, angkutan umum online menjadi tren di kota Banjarbaru dan sekitarnya, bahkan mulai menggeser angkutan umum konvensional seperti angkot dan ojek konvensional. Objek yang akan  diteliti adalah pengguna ojek online di kota Banjarbaru, responden terdiri dari bermacam-macam usia, pekerjaan, dan pendidikan terakhir. Jumlah total sampel pada penelitian ini adalah atau sebanyak 360 responden, yang diperoleh dengan rumus slovin. Untuk mengambil sampel tingkat kinerja. dilakukan survei dengan wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pengguna ojek online di Kota Banjarbaru. Sedangkan untuk mengambil sampel tingkat kepentingan, dilakukan survei dengan wawancara dan penyebaran kuesioner kepada stakeholder yang terkait dengan ojek online di Kota Banjarbaru, yakni  Samsat Kota Banjarbaru, Kepolisian Lalu Lintas Kota Banjarbaru, dan Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru. Kuesioner yang diberikan kepada penguna adalah kuesioner kinerja (performance), sedangkan kuesioner untuk stakeholder adalah kuesioner kepentingan (importance), dengan skala 1 (Sangat tidak baik), 2 (Tidak Baik), 3 (Cukup Baik), 4 (Baik) dan 5 (Sangat Baik). Berdasarkan hasil penelitian dengan metode Importance Performance Analysis, dapat diketahui nilai rata rata tingkat kinerja sebesar 4,20 dan nilai rata rata tingkat kepentingan sebesar 4,59. Sebanyak 3 indikator masuk kuadran 1, sebanyak 6 indikator masuk kuadran II, sebanyak 3 indikator masuk kuadran III, dan sebanyak 2 indikator masuk kuadran IV.Kata Kunci: Ojek Online, Rumus Slovin, Importance Performance Analysis            Banjarbaru is the big cities in the South Kalimantan Province, with the second largest population density after Banjarmasin city, make the movement and activity of citizens more increasing, and make people use public transportation modes, one of them is ojek, Along with the times, technology, and modes of transportation, online public transportation has become a trend Banjarbaru, even starting to replace conventional public transport such as public transportation and conventional ojek. The object to be studied are online ojek users in the city of Banjarbaru, respondents consisting of various ages, occupations, and recent education. Total number of samples in this study is 360 respondents, obtained by Slovin formula. To examine the level of performance. survey conducted by interviewing and distributing questionnaires to online ojek users in Banjarbaru. Whereas to take a sample of importance, a survey was conducted by interviewing and distributing questionnaires to stakeholders related to online ojek in Banjarbaru, namely Banjarbaru City Samsat, Banjarbaru Traffic Police, and Banjarbaru City Transportation Agency. The questionnaire which given to users is a performance questionnaire, while the questionnaire for stakeholders is an importance questionnaire, with a scale of 1 (Very bad), 2 (Not Good), 3 (Good enough), 4 (Good) and 5 (Very good). Based on the results of research, it can be seen that the average value of the performance level is 4.20 and the average value of importance is 4.59. Three indicators entered quadrant 1, six indicators entered quadrant II, three indicators entered quadrant III, and two indicators entered quadrant IV.Keywords: Online ojek,  Slovin formula, Importance Performance Analysis 
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) PADA BUS AKAP JURUSAN BANJARMASIN - SAMARINDA bagus nugroho putra; utami sylvia lestari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.528 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i2.1779

Abstract

Kota Banjarmasin adalah ibu kota provinsi dari Kalimantan Selatan dengan berbagai macam aktivitas. Salah satu angkutan umum Kota Banjarmasin adalah bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) PO. Pulau Indah Jaya yang melayani transportasi penumpang dengan tujuan kota dan provinsi. Sarana transportasi memiliki tarif biaya yang ditentukan berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar BOK bus AKAP dengan metode Pacific Consultant International (PCI) dan untuk mengetahui besar tarif yang diinginkan penumpang beserta tanggapan terhadap tarif yang berlaku saat ini Willingness To Pay (WTP).Penelitian ini dilakukan melalui survei wawancara untuk BOK kepada pihak PO. dan sopir bus dengan jumlah data 25 unit bus dan untuk WTP survei wawancara dengan sampel 200 penumpang bus di terminal KM 6 tempat pembelian tiket bus.Besar BOK yang dikeluarkan oleh PO. Pulau Indah Jaya Rp Rp 8.137.912.279 /tahun (bus Non AC) dengan tarif Rp 168.194 /penumpang dan Rp 8.712.239.580 /tahun (bus AC+Toilet) dengan tarif Rp 229.173 /penumpang. Besar nilai WTP bus Non AC Rp 185.000 /penumpang dan AC+Toilet Rp 245.000 /penumpang. Tanggapan terhadap tarif bus AKAP Non AC Rp 175.000 /penumpang dan AC+Toilet Rp 235.000 /penumpang adalah harga tarif bus  sesuai dengan kemampuan penumpang membayar dan mau membayar lebih dengan syarat adanya penambahan pelayanan dan fasilitas.Kata Kunci: Bus AKAP, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Willingness To Pay (WTP)banjarmasin city is the capital of the province of South Borneo with a wide range of activities. One of the public transportation of Banjarmasin city is the bus AKAP (Inter-City Inter Province) PO. Pulau Indah Jaya which serves passenger transportation with a city and provincial destinations. Transportation facilities have a fee that is determined based on Vehicle Operating Costs (VOC). The purpose of this study is to find out the size of the bus AKAP VOC with the Pacific Consultant International (PCI) method and to find out the number of tariffs desired by passengers along with responses to the current rates of Willingness To Pay (WTP).This research was conducted through interview surveys for VOC to PO. parties and bus drivers with data on 25 bus units and for WTP interview surveys with a sample of 200 bus passengers at the terminal KM 6 places to buy bus tickets.VOC amount issued by PO. Pulau Indah Jaya Rp. 8.137.912.279 /year (Non AC buses) with a tariff of Rp 168.194 /passenger and Rp. 8.712.239.580 /year (AC + Toilet bus) at a rate of Rp. 229.173 /passenger. The value of the Non AC WTP bus is Rp. 185.000 /passenger and the AC + Toilet Rp. 245.000 /passenger. The response to the AKAP Non AC bus fare of Rp. 175.000 /passenger and AC + Toilet Rp. 235.000 /passenger is the price of the bus fare according to the ability of the passengers to pay and pay more on the condition of additional services and facilities.Keywords: Bus AKAP, Vehicle Operating Costs (VOC), willingness to pay (WTP) 
ANALISIS PENGARUH ANTRIAN KENDARAAN DI BAHU JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRIKORA KOTA BANJARBARU Utami Sylvia Lestari; Azky Qurani
JURNAL RIVET Vol 2 No 01 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.798 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v2i01.537

Abstract

Analisis terhadap kinerja ruas jalan di sekitaran area SPBU 64.707.05 Trikora dimaksudkan untuk mengetahui serta membandingkan kinerja ruas jalan yang terjadi akibat adanya antrian truk di area SPBU dengan area yang tidak terdapat antrian truk. Faktor hambatan samping juga diperhatikan sebagai salah satu indikator terhadap penurunan kinerja ruas jalan. Dalam menghimpun data yang bersifat primer dilakukan dengan observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan. Analisis data dilaksanakan menggunakan metode konvensional yaitu Greenshield, Greenberg, dan Underwood dengan harapan dapat menemukan model yang terbaik dari tiga metode konvensional tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan analisis, terjadi penurunan sebesar 7,00 % pada volume maksimum, sebesar 13,68 % pada kecepatan maksimum dan peningkatan kepadatan sebesar 24,58% dengan menggunakan model Greenshield yang mana nilai koefisien korelasinya adalah 0,906 (sangat kuat) pada area yang memiliki antrian truk dan 0,897 (sangat kuat) pada area yang tidak terdapat antrian truk.
Analisis Pengaruh Bahan Campuran Terhadap Kekuatan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS) Kelas A dengan Fly Ash (Abu Terbang) Utami Sylvia Lestari; Fauzi Rahman; Yasruddin Yasruddin; Muhammad Aminullah
Buletin Profesi Insinyur Vol 5, No 2 (2022): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v5i2.142

Abstract

Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas A (LPAS-A) adalah suatu campuran beton dengan nilai slump sama dengan nol atau dapat dikatakan sebagai beton semi kering. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh yang paling signifikan terhdap kuat tekan LPAS-A. Dalam penelitian ini menggunakan metode Taguchi dengan menggunakan 4 faktor dan 3 level. Untuk faktor sendiri itu terdiri dari semen portland, fly ash, agregat  halus serta air. Kombinasi level dari faktor yang menghasilkan nilai rata-rata dan variansi kuat tekan silinder beton yang optimal adalah sama, yaitu diperoleh dari setting faktor semen pada level 3 sebesar 1,607 kg (A3), interaksi antara semen pada level 3 sebesar 1,607 kg dan air pada level 2 sebesar 1,243 lt (A3B2) serta air pada level 2 sebesar 1,243 lt (B2) dan berdasarkan identifikasi faktor maka faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kuat tekan campuran LPAS-A adalah semen (A), interaksi antara semen dan air (AxB), serta air (B). Adapun persentase pengaruh berdasarkan rata-rata kuat tekan eksperimen Taguchi adalah 46,017% (semen), 20,593% (interaksi semen dan air), dan 5,904% (air). Sedangkan persentase pengaruh berdasarkan rasio S/N kuat tekan eksperimen Taguchi adalah 40,767% (semen), 23,648% (interaksi semen dan air), dan 6,221% (air).Kata kunci: fly ash, lapis pondasi, agregat, semen, kelas A, metode Taguchi
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Jalan Trans Kalimantan (Km 5 - Km 28) Kabupaten Barito Kuala Utami Sylvia Lestari; Chiska Ariyani Sitinjak
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v22i02.1424

Abstract

Jalan Trans Kalimantan Kabupaten Barito Kuala yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah mempunyai peranan penting dalam aktivitas transportasi masyarakat, akan tetapi ruas jalan ini memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan analisis untuk mengetahui lokasi serta penyebab terjadinya kecelakaan agar dapat memberikan strategi penanganan pada lokasi rawan kecelakaan. Analisis dilakukan dengan menghitung tingkat kefatalan (TF) dan nilai UCL (Upper Control Limit) setiap ruas jalan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 7 daerah rawan kecelakaan (blacksite), dimana ruas Jl. Trans Kalimantan km 18 – km 19 tercatat memiliki tingkat kefatalan tertinggi dengan nilai TF = 322,28 dan UCL = 176,14. Selain itu terdapat 28 titik rawan kecelakaan (blackspot), dimana ruas Jl. Trans Kalimantan km 18 – km 18,25 tercatat memiliki tingkat kefatalan tertinggi dengan nilai TF = 1289,11 dan UCL = 208,80. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecelakaan pada lokasi rawan kecelakaan adalah dengan melengkapi jalan dengan fasilitas yang memadai serta mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas agar senantiasa berhati-hati dalam berkendara.
PKM Industri Rumah Tangga Sekumpul Ekstra di Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Utami Sylvia Lestari; Yasruddin Yasruddin; Fauzi Rahman; Noordiah Helda; Rabiatul Adawiyah; Chiska Ariyani Sitinjak
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6107

Abstract

Ikan gabus atau ikan haruan  merupakan jenis ikan yang dapat dimanfaatkan  menjadi berbagai jenis olahan makanan. Ikan gabus sangat mudah ditemukan dimana saja di Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu Industri Rumah Tangga (IRT) yang mengolah ikan haruan adalah IRT Sekumpul Ekstra. Produk olahan IRT Sekumpul Ekstra diantaranya adalah kerupuk ikan gabus dan abon ikan gabus. Industri Rumah Tangga Sekumpul Extra yang di  Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Permasalahan yang dihadapi kelompok mitra yaitu menurunnya omset akibat pandemi covid 19. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat meningkatkan pendapatan IRT yang sebelumnya mengalami penurunan akibat pendemi. Metode yang digunakan untuk dapat meningkatkan pendapatan IRT adalah peningkatan kualitas kemasan, diversifikasi produk serta pemasaran produk secara daring melalui media digital. Setelah dilakukan evaluasi, kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan IRT Sekumpul Ekstra yang mengalami peningkatan setelah program pengabdian masyarakat ini.
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DAN PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN JALAN AHMAD YANI (RUAS KM 37 – KM 82) KABUPATEN BANJAR Utami Sylvia Lestari; Yasruddin; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v6i2.1420

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan dapat menimbulkan permasalahan baru dalam berlalu lintas, seperti kebutuhan struktur jalan yang lebih baik, meningkatnya pelanggaran lalu lintas dan risiko kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan Ahmad Yani Km 37 – Km 82 Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan adalah dengan menghitung Tingkat Kefatalan (TF) dan UCL (Upper Control Limit). Dari hasil analisis data, terdapat 14 ruas jalan yang teridentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan (blacksite) dan yang memiliki tingkat nilai TF tertinggi di Jl. A. Yani km 63 – Jl. A. Yani km 64, yaitu TF = 137.342 dan nilai UCL = 76.464. Selain itu, didapatkan 44 titik ruas jalan yang teridentifikasi sebagai Blackspot. Titik ruas jalan yang memiliki nilai TF tertinggi adalah titik Jl. A. Yani km 47- km 47,25 yaitu TF = 457.808 dan nilai UCL = 93.720. Rekomendasi untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang dianjurkan yaitu dengan memasang rambu-rambu lalu lintas, lampu penerangan jalan, guardrail untuk tikungan serta sosialisasi keselamatan berkendara.
Analisis Pemanfaatan Abu Kelapa Sawit sebagai Bahan Pengurang Semen untuk Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas B Fauzi Rahman; Utami Sylvia Lestari; Yasruddin Yasruddin; Ahmad Rifa’i
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.143

Abstract

Lapis pondasi agregat semen (LPAS) kelas B adakah susunan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi dasar serta lapis permukaan. Lapisanini menggunakanpasir sebagai material agregat halusnya danuntukmaterial pengikatnyamenggunakan semen. Bahan pengikat ini dapat diganti dengan bahan lain seperti abu terbang (fly ash) dari cangkang dan serabut kelapa sawit. Material ini memiliki sifat kimia yang hampir sama dengan semen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik kombinasi abu terbang jika dipadukan dalam campuran LPAS kelas B pada jalan dengan perkerasan lentur. Komposisi campuran benda uji terdiri atas pasir, semen dan fly ash. Komposisi tersebut kemudian dicetak dalam bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Setelahbenda uji direndamselama 7 hari,kemudian dilakukan uji kuat tekan diharapkan memenuhi spesifikasi yang ditentukan untuk LPAS kelas B yaitu kuat tekan  35 kg/cm2–45 kg/cm2. Hasilnyadidapatkantiga komposisi campuran yang memenuhi spesifikasi yang diinginkan yakni komposisi dengan kandungan fly ash sebesar 10%, 11%, dan 12%.Kata kunci: LPAS kelas B,  abu terbang (fly ash), semen, perkerasan jalan
ANALISIS PERBANDINGAN KETEBALAN PERKERASAN LENTUR ANTARA DESAIN RENCANA DENGAN PERENCANAAN MENGGUNAKAN METODE MDP 2017 DAN METODE BINA MARGA PT T-01-2002-B. (STUDI KASUS: RUAS JALAN GUBERNUR SYARKAWI (STA 24+500 SD. STA 27+000). Lestari, Utami Sylvia; Darmansyah Tjitradi; Fauzi Rahman; Mona
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i1.1392

Abstract

Penelitian dilakukan pada Jalan Gubernur Syarkawie (Sp. Handil Bakti (Sp. Serapat)-Km. (By Pass Banjarmasin)) tepatnya pada STA 24+500 sd. STA 27+000 yang terletak di dekat bundaran Liang Anggang KM. 17. Panjang jalan yang direncanakan adalah 2500 m. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan ketebalan perkerasan lentur antara desain rencana dengan perencanaan menggunakan Metode MDP 2017 dan Metode Bina Marga Pt T-01-2002-B. Dari hasil analisis didapatkan bahwa Metode MDP 2017 menggunakan lapis perkerasan AC–WC, AC–BC, AC-Base dan Lapis Penopang (Base course, sedangkan metode Bina Marga Pt T 01-2002-B menggunakan lapis perkerasan AC–WC, AC–BC dan AC-Base tanpa Lapis Penopang (Base course). Kedua metode tersebut menggunakan Lapis Pondasi Atas berupa Lapis Pondasi Agregat Kelas A. Perbedaan signifikan terletak pada lapis pondasi dasar sebagai perbaikan tanah bawah. Metode MDP 2017 serta Gambar Rencana menggunakan lapis penopang dengan memakai lapisan geotextile, sebaliknya metode Pt T 01- 2002- B menggunakan Lapis Pondasi Agregat Kelas B.
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DAN PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN JALAN AHMAD YANI (RUAS KM 37 – KM 82) KABUPATEN BANJAR Lestari, Utami Sylvia; Yasruddin; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v6i2.14400

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan dapat menimbulkan permasalahan baru dalam berlalu lintas, seperti kebutuhan struktur jalan yang lebih baik, meningkatnya pelanggaran lalu lintas dan risiko kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan Ahmad Yani Km 37 – Km 82 Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan adalah dengan menghitung Tingkat Kefatalan (TF) dan UCL (Upper Control Limit). Dari hasil analisis data, terdapat 14 ruas jalan yang teridentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan (blacksite) dan yang memiliki tingkat nilai TF tertinggi di Jl. A. Yani km 63 – Jl. A. Yani km 64, yaitu TF = 137.342 dan nilai UCL = 76.464. Selain itu, didapatkan 44 titik ruas jalan yang teridentifikasi sebagai Blackspot. Titik ruas jalan yang memiliki nilai TF tertinggi adalah titik Jl. A. Yani km 47- km 47,25 yaitu TF = 457.808 dan nilai UCL = 93.720. Rekomendasi untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang dianjurkan yaitu dengan memasang rambu-rambu lalu lintas, lampu penerangan jalan, guardrail untuk tikungan serta sosialisasi keselamatan berkendara