Sudarwanto, Mirnawati Bachrum
Program Studi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Resistensi Antibiotik pada Escherichia coli yang Diisolasi dari Daging Ayam pada Pasar Tradisional di Kota Bogor (ANTIBIOTIC RESISTANCE IN ESCHERICHIA COLI ISOLATED FROM CHICKEN MEAT OF TRADITIONAL MARKETS IN THE CITY OF BOGOR) Connie Januari; Mirnawati Bachrum Sudarwanto; Trioso Purnawarman
Jurnal Veteriner Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.682 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.1.125

Abstract

Antibiotic use in farm is spread widely to treat of poultry disease including therapy, supportive or preventive use and as afeed additive to improve chicken performance. The negative effects of antibiotic use can increase the level of bacterial resistance to antibiotics. This study aimed to investigate on antibiotic resistance in Escherichia coli isolated from chicken meat that were sold in Traditional Market of Bogor City. A total of 175 samples of chicken meat were taken by purposive sampling method, out of 175 found 50 positive samples of E. coli. The samples were subjected to E. coli examination and the isolated E. coli were tested for the antibiotic resistance using eight antibiotics, i.e., amoxicillin, cefotaxime, colistin, nalidixid acid, streptomycin, erythromycin, oxytetracillin, and tetracycline. The study was conducted by using the disk diffusion method on Muller-Hinton agar according to the Clinical and Laboratory Standards Institute guidelines. The study showed E. coli isolated from chicken meat were resistance towards amoxicilin (90%), colistin (94%), nalidixid acid (86%), streptomycin (98%), erythromycin (98%), oxytetracillin (84%), tetracycline (86%), and cefotaxime antibiotics (12%). The proportion of multidrugresistant was 99%. The higher of multidrug-resistant indicated the E. coli would be a threat to public and environmental health.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemilik Anjing Terhadap Kejadian Rabies di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat Mardi Fadillah; Etih Sudarnika; Mirnawati Bachrum Sudarwanto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.04 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.253

Abstract

Rabies merupakan penyakit hewan menular strategis prioritas di Indonesia karena berdampak terhadap sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan kejadian rabies di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, beberapa kecamatan menunjukkan angka kejadian yang cukup tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pemilik anjing terhadap rabies. Sebanyak 96 responden dipilih sebagai sampel yang diambil dari delapan kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten 50 Kota. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah disusun secara terstruktur dan selanjutnya diolah secara deskriptif dengan analisis korelasi menggunakan Uji Chi-Square dan Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap pemilik anjing terhadap rabies berada dalam kategori baik (87,5% dan 94,8%). Hal tersebut berbeda dengan praktik pemilik anjing yang berada dalam kategori buruk (63,5%). Hasil analisis lain menunjukkan bahwa ada peubah karakteristik yang memengaruhi praktik pemilik anjing yaitu jumlah dan jenis anjing yang dipelihara. Semakin banyak anjing yang dipelihara maka semakin baik praktik responden. Responden yang memiliki jenis anjing campuran/ras, membuat praktik responden semakin baik. Pengetahuan akan memengaruhi sikap, namun pengetahuan dan sikap tidak berpengaruh terhadap praktik pemilik anjing. Praktik responden mencerminkan kurangnya kegiatan sosialisasi maupun komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), diperlukan penekanan program penyuluhan rabies lebih lanjut terhadap pemilik anjing yang berfokus pada tanggung jawab terhadap kepemilikan anjing. Dengan demikian, untuk meningkatkan tingkat praktik responden tidak cukup dengan pengetahuan dan sikap saja, diperlukan regulasi hukum dan sanksi yang jelas serta prosedur operasional baku mengenai pengendalian rabies dari pemerintah yang sangat penting untuk mengurangi infeksi rabies di Kabupaten 50 Kota.