Wendi Prameswari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Blood Biochemistry Reference Values of Javan Slow Loris (Nycticebus javanicus) in Rehabilitation Center Nur Purba Priambada; Indri Saptorini; Imam Arifin; Wendi Prameswari; Karmele Llano-Sanchez
Acta VETERINARIA Indonesiana 2021: Special Issues
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi...127-131

Abstract

The Javan slow loris (Nycticebus javanicus) is an endemic primate species to Java Island, Indonesia. Currently, their conservation status is critically endangered due to habitat loss and the illegal wildlife trade. As a consequence of the pet trade, wild-caught slow lorises are confiscated or handed over to centers like IAR Indonesia Rescue Center. Rescued lorises present multiple health issues following stress, trauma, and miss-treatment after being kept as pets. During the medical evaluation, besides physical examination, blood biochemistry provides valuable diagnostic information. However, data on physiological values are unavailable and therefore interpretation of results is difficult. The objective of this study was to establish blood biochemistry reference values for wild, rehabilitant healthy adult Javan slow lorises in captivity. We anesthetized 20 individuals of Javan slow loris (10 males and 10 females) for pre-release check-up procedures. Blood samples were collected for blood biochemistry analysis on an in-house Vetscan VS2 (Zoetis), after which the results were statistically analyzed for mean and standard deviation. Results showed different values between the male and female group, however, they were not significant (p>0,05). Comparison with available biochemistry data (ZIMS) for other loris species in captivity: Nycticebus pygmaeus and Nycticebus coucang, did not show significant differences. Although the sample size of this study was limited, this study provides the first preliminary reference ranges for healthy adult wild, rehabilitant Javan slow loris in captivity. Further data collection is necessary for more accurate ranges and will be done during the future pre-release health check.
Tingkat Pemahaman dan Penerapan Biosekuriti Pedagang Burung dan Unggas Pasar Sukahaji Bandung dalam Mencegah Penularan Flu Burung Wildant Abdal Majeed; Ginna Megawati; Armanda Dwi Prayugo; Faisal Amri Satrio; Sarasati Windria; Wendi Prameswari
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 2 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit menular dan memiliki mortalitas tinggi pada hewan unggas yang umum disebabkan oleh virus influenza subtype H5N1. Avian influenza dapat menular antar unggas dan tingkat populasi yang padat dapat menyebabkan penularan yang masif. Pasar burung atau unggas hidup merupakan tempat yang memiliki potensi penularan yang tinggi. Penularan di pasar burung atau unggas hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kondisi lingkungan dan tingkat pemahaman pedagang unggas atau burung mengenai avian influenza dan penerapan biosekuriti untuk mencegah penularan avian influenza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman dan penerapan biosekuriti pada pedagang burung dan unggas di Pasar Sukahaji, Bandung, Jawa Barat dalam rangka pencegahan Avian Influenza. Penelitian ini menggunakan survei dengan jumlah responden 44 pedagang burung dan unggas, dengan menyebarkan kuesioner dan data yang diperoleh dilakukan uji korelasi menggunakan Uji Pearson, Korelasi Spearman, dan Uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pedagang burung dan unggas di Pasar Sukahaji, Bandung memiliki tingkat pemahaman dan penerapan biosekuriti yang baik terhadap langkah pencegahan dan penularan Avian Influenza antar unggas atau burung. Terdapat hubungan yang sangat nyata antara tingkat pemahaman dan penerapan biosekuriti (p-value <0,001). Profil pedagang unggas dan burung pada tingkat pendidikan terdapat hubungan dengan tingkat pemahaman (<0,001), sedangkan pada penerapan biosekuriti tidak terdapat hubungan dengan profil pedagang (>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pedangan burung dan unggas di Pasar Sukahaji Bandung memiliki tingkat pemahaman dan penerapan biosekuriti yang sangat baik dalam upaya pencegahan AI. Tidak semua kategori profil pedagang berhubungan dengan tingkat pemahaman dan penerapan biosekuriti. Tingkat pendidikan berhubungan erat dengan tingkat pemahaman pedagang terhadap penyakit AI pada burung dan unggas. Tidak semua kategori profil pedagang memiliki tingkat pemahaman dan penerapan biosekuriti yang sama. Tingkat pendidikan sangat berkaitan dengan pemahaman pedagang tentang flu burung pada unggas.