Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGGUNAAN EKSTRAK BELIMBING WULUH MATANG SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS PASCA PANEN (STUDY PENGARUH VOLUME, WAKTU PENCAMPURAN, TEMPERATUR DAN pH Surya Hatina; Ida Febriana
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.19 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.94

Abstract

Penggunaan ekstrak belimbing wuluh sebagai koagulan lateks telah diteliti. Belimbing wuluh mengandung asam sitrat yang cukup tinggi dan diharapkan dapat menjadi alternatif koagulan lateks. Penelitian ini dilakukan dengan cara membekukan lateks dengan ekstrak belimbing wuluh dengan perlakuan variasi volume ekstrak belimbing wuluh (2 ; 4 ; 6 ; 8 dan 10 ml), variasi waktu pencampuran (1 ; 4 ; 8 ; 12 ; 16 ; 20 dan 24 jam), variasi temperatur (30 ; 50 dan 70oC) dan variasi pH (1,5 ; 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4 ;4,5 dan 5) untuk mendapatkan volume, waktu pencampuran, temperatur dan pH optimum. Pada volume 8 ml air asam belimbing wuluh, waktu pencampuran 16 jam, temperature pencampuran 30oC dan Ph 2 diperoleh karet kering yang maksimal. Kata Kunci: koagulasi, lateks, ekstrak belimbing, asam sitrat
PERBANDINGAN NILAI BAKAR BRIKET BATUBARA DAN BRIKET ARANG (CAMPURAN CANGKANG BINTARO (Cerbera Manghas) DAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus Asper) Ida Febriana; Zurohaina Zurohaina; Sahrul Effendy
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.203 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i1.99

Abstract

Charcoal briquettes are smokeless fuels which are a type of solid fuel whose fly substance is made low enough so that the smoke generated on its utilization will not interfere with health. In this study charcoal briquettes were made from bintaro shell waste and betung bamboo using tapioca flour adhesives. This study aims to obtain the best quality sub-bituminous coal briquettes and coal briquettes. In this study the carbonization temperature used was 400ᵒC and the composition of raw materials for bintaro shells and betung bamboo was 50:50, the composition of raw materials for sub-bituminous coal and straw 90:10. The method used in this research is experiment or experimental method, with fuel value collection using ASTM D5865-03 standard. The results obtained from this study are for charcoal briquettes with 4000C carbonization temperature Inherent Moisture value of 1.91%, ash 2.29%, volatile matter 23.79%, fixed carbon 72.01% and calorific value 5878.7 kal / gr, and for coal briquettes obtained value Inherent Moisture 0.52%, ash 4.42%, volatile matter 17.98%, fixed carbon 77.08% and calorific value 7152.6 kal / gr. The fuel value of coal briquettes is greater than that of charcoal briquettes, but the combustion value of charcoal briquettes includes a good calorific value as an alternative energy source, and is in accordance with the SNI standard of 5000 kal / gr, even close to the Japanese standard 6000 cal / gr. Keywords: Bintaro, briquette, calorific value
PENGOLAHAN LEMAK SAPI MENJADI BIOFUEL MENGGUNAKAN KATALIS CALCIUM OXIDE Ida Febriana; KA Ridwan; Surya Hatina; Sutini Pujiastuti
Jurnal Redoks Vol 7, No 1 (2022): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i1.7004

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur optimum, dan waktu yang terbaik terhadap %yield dari pengolahan limbah lemak sapi menjadi bahan bakar cair biofuel dengan menggunakan katalis calcium oxide (CaO) dengan menggunakan proses catalytic cracking. Biofuel diproduksi menggunakan proses catalytic crakcing pada temperatur yang bervariasi mulai dari 300℃ - 320℃. Lemak sapi sebanyak 1500 kg direaksikan menggunakan bantuan katalis CaO untuk mempercepat reaksi. Variabel tidak tetap yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengaruh temperatur dan waktu terhadap produk biofuel yang dihasilkan. Katalis yang digunakan adalah CaO sebanyak 1% serta pada waktu 60 menit. Pada   temperatur   280   ˚C   % yield sebesar 4,8296 % dan pada temperatur 320 ˚C % yield terbesar yaitu 13,2621%.
Konsumsi Energi Pirolisator Kondensor Ganda Untuk Konversi Serbuk Kayu Jati Dan Meranti Menjadi Asap Cair Ida Febriana; Sahrul Effendy; Zurohaina; Venny Krysthin; Nova Fenoldi
Jurnal Redoks Vol. 8 No. 2 (2023): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v8i2.9234

Abstract

Biomassa merupakan salah satu dari sekian banyak jenis sampah yang ramah lingkungan karena dapat didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat jika dikelola dengan baik. Terdapat suatu metode yang cukup efektif untuk mengolah biomassa menjadi bernilai ekonomis yaitu dengan menggunakan metode pirolisis guna menghasilkan asap cair. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah konsumsi energi, total rendemen dan kualitas asap cair yang dihasilkan sesuai standar ASTM D7544. Proses pirolisis yang dilakukan ini memiliki variabel tetap berupa variabel bahan baku yaitu limbah serbuk kayu jati dan limbah serbuk kayu meranti dengan ukuran sampel yaitu 20-60 mesh sedangkan untuk variabel kendali, percobaan dilakukan dengan suhu 325⁰C. Dari hasil penelitian yang dilakukan, nilai konsumsi energi terendah diperoleh dari serbuk kayu meranti 60 mesh sebesar 9,08 kWh/l pada konsumsi daya 5,28 kWh dan total produk 0,581 liter, rendemen tertinggi sebesar 16% dari serbuk kayu jati 60 mesh, dan semua kondensat 1 asap cair dari masing-masing bahan baku sudah memenuhi standar fisik dari ASTM D7544 (densitas 1,1-1,3 gr/ml dan pH 2-3), serta standar kimia dari jurnal Maulina (2018) yaitu kadar asam 2,8-9,5% dan kadar fenol 0,2-2,9%.  
Enhancing renewable energy literacy through aromatic biobriquettes production training at Al-Amalul Khair Islamic Boarding School Lety Trisnaliani; Ahmad Zikri; Ida febriana; Isnandar Yunanto; Ahmad Zydan Alhabsyi; Zahra Ananda Lanos; Nadia Melisa Fitri; Faridatuljana Binti Mohd Noor
Penamas: Journal of Community Service Vol. 6 No. 2 (2026): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v6i2.3117

Abstract

Limited renewable energy literacy and inadequate utilization of organic waste remain significant challenges in school-based environmental education. This community service program aimed to enhance renewable energy literacy and practical biomass utilization skills among students and teachers at Al-Amalul Khair Islamic Boarding School, Palembang, Indonesia, through aromatic biobriquette production training. The program employed a community-based learning approach consisting of lectures, technical demonstrations, hands-on practice, and interactive discussions. Thirty participants were involved in the activity. Program effectiveness was evaluated using a one-group pretest–posttest design. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, with the mean score improving from 45.67 before the training to 95.00 after the training. In addition, participants demonstrated strong engagement during practical activities and expressed willingness to apply aromatic biobriquette technology for sustainable organic waste management. The findings indicate that hands-on training effectively improves renewable energy literacy and technical competencies related to biomass-based energy production.