Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI SISTEM PENERANGAN DI LAPANGAN BULU TANGKIS KAMPUS B UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Muhammad Sutrisno; Nita Nurdiana; Yudi Irwansi; M. Saleh Al Amin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.503 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.183

Abstract

Lapangan bulu tangkis indoor Kampus B Universitas PGRI Palembang merupakan lapangan bulu tangkis yang di manfaatkan oleh mahasiswa program studi FKIP Olahraga untuk melakukan pratikum juga bisa di manfaatkan untuk siswa-siswi SMA PGRI. Pada lapangan bulu tangkis indoor sangat dibutuhkan lampu penerangan, agar pemain dapat bermain dengan baik. Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis, hal ini berguna untuk menunjang kenyamanan dalam beraktivitas dan keselamatan jika terjadi keadaan darurat. Pencahayaan olahraga dibagi menjadi dua jenis yaitu pencahayaan alami dengan memanfaatkan sinar matahari dan pencahayaan buatan yang menggunakan cahaya buatan yaitu lampu. Di dalam perancangan pencahayaan buatan di lapangan bulu tangkis di butuhkan pencahayaan yang baik dan sesuai dengan standar pencahayaan yaitu 200-400 lux. Berdasarkan analisa hasil perhitungan lampu dilapangan bulu tangkis di kampus B Universitas PGRI Palembang dimana lapangan tersebut menggunakan lampu TL 40 Watt dengan lumen sebesar 3000. Pada saat semua lampu dinyalakan tidak ada satu titik pun yang mendekati nilai standar pencahayaan lapangan bulu tangkis. Kata kunci : Pencahayaan, Intensitas Cahaya, Evaluasi Sistem Penerangan
ANALISIS PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DAN SISTEM PENERANGANDIAREA PRODUKSI PT. SRIWIJAYA ALAM SEGAR PALEMBANG Dina Fitria; Yudi Irwansi; Yuwon Yuwon
Jurnal Ampere Vol 2, No 1 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.892 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v2i1.1211

Abstract

ABSTRAKEnergi listrik sangat penting peranannya dalam kehidupan sehari-hari.Dalam menunjang operasionalnya PT. Sriwijaya Alam Segar menggunakan suplay listrik dari PLN dengan kapasitas 855kVA. Konsumsi energinya terbagi dalam beberapa kelompok beban: beban penerangan, beban pendingin ruangan (AC), beban sistem produksi dan utility. Penghematan pemakaian energi listrik merupakan tindakan yang tepat untuk menekan biaya operasional yang menggunakan energi listrik, sehingga dengan penggunaan energi yang efektif dan efesien di harapkan dapat menaikan produktivitas. Berdasarkan hasil perhitungan di peroleh kesimpulan bahwa konsumsi energi pada sistem penerangan sebelum penggantian lampu TL LED 16W sebesar 34.698 kWH sedangkan setelah dilakukan penggantian lampu TL LED 16W konsumsi energi listrik menjadi 22.004kWH. Selain itu pada penggaturan ulang kelompok saklar lampu di area gudang suplay bawah dan area paletesing line 6–10 di dapatkan penghematan energi sebesar 374 kWH/bulan.Sedangkan hasil pengamatan untuk beban Air Conditioner sebelum dilakukan penggantian AC adalah 26.766kWH, Penulis merekomendasikan penggantian AC yang melebihi standar Brithish Thermal Unit per hour sehingga di dapati pemakaian energi sebesar 16.875kWH.Kata Kunci :Potensi, Penghematan, Energi, Konsumsi
APLIKASI MIKROKONTROLLER SEBAGAI PENGENDALI GENERATOR (SIMULASI MOTOR DC) Yudi Irwansi
Jurnal Ampere Vol 1, No 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.478

Abstract

ABSTRAKAplikasi mikrokontroller  sebagai pengendali generator (simulasi Motor DC) memberikan keuntungan dengan tidak diperlukannya banyak rangkaian elektronika pada system tersebut. Bahasa C digunakan dalam pemprograman pada sistem kontrol hardware pada mikrokontroller ATMEGA 16 dengan tampilan visual basic. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan pemasangan genarator (simulasi mototr DC) secara pararel memberikan keuntungan apabila terjadi kerusakan pada salah stu generator (simulasi motor DC) maka motor DC lainnya akan secara otomatis menggantikannya dengan dikontrol melalui aplikasi mikrokontroller.Kata Kunci : Mikrokontroller ATMEGA 16, Visual Basic, Motor DC
Analisa Jatuh Tegangan Pada Penyulang Cendana Gardu Induk Bungaran Palembang Irine Kartika Pebrianti; Abdul Azis; Perawati Perawati; Nita Nurdiana; Yudi Irwansi
Jurnal Ampere Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v6i2.6860

Abstract

Jatuh tegangan pada jaringan tegangan menengah merupakan suatu kondisi jumlah tegangan yang disalurkan tidak sama dengan tegangan yang diterima. Jatuh tegangan juga dipengaruhi oleh arus yang mengalir dan nilai tahanan penghantar. Salah satu gardu induk di Kota Palembang adalah Gardu Induk Bungaran yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke konsumen melalui penyulang. Salah satu penyulang pada Gardu Induk Bungaran adalah Penyulang Cendana. Panjang Penyulang Cendana adalah 16,505 km dengan 65 transformator distribusi. Penelitian bertujuan untuk menganalisa jatuh tegangan pada Penyulang Cendana pada saat beban puncak dan beban dalam keadaan tidak seimbang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jatuh tegangan 3 fasa paling besar terjadi pada node 44, yaitu 822,81 V (4,11%), dan jatuh tegangan 3 fasa paling kecil terjadi pada node 1, yaitu 109,40 V (0,55%). Jatuh tegangan pada Penyulang Cendana masih memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh PT PLN. Dimana dalam SPLN 72:1987 dikatakan bahwa untuk turun tegangan pada JTM dibolehkan 5 % dari tegangan kerja bagi sistem radial di atas tanah dan sistem simpul.
PENYULUHAN K3 LISTRIK BAGI PEKERJA TAHAP IX RSUD SITI FATIMAH SUMATERA SELATAN Emidiana; Nita Nurdiana; M. Saleh Al Amin; Abdul Azis; Irine Kartika, F; Perawati; Yudi Irwansi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i10.1619

Abstract

Kecelakaan kerja dapat terjadi dimanapun. Hal ini dapat terjadi bukan saja disebabkan kondisi yang tidak aman, tetapi juga dapat terjadi karena kelalaian manusia. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik (K3L) perlu diketahui dan dipahami oleh para pekerja terutama yang bekerja d bidang kelistrikan. Dengan mengetahui dan memahami tentang faktor penyebab terjadinya kecelakaan, bagaimana cara mencegah dan mengatasi apabila terjadi kecelakaan kerja akibat listrik. Melalai kegiatan ini, 20 peserta dari pekerja PT. Osa Batom yang mengikuti kegiatan ini, telah mengetahui dan memahami tentang K3L.
Penggunaan Panel Surya Sebagai Pembangkit Listrik Pada Alat Pengering Makanan M. Saleh Al Amin; Emidiana Emidiana; Irine Kartika Pebrianti; Yudi Irwansi
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i1.7703

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di wilayah khatulistiwa dengan kekayaan yang melimpah, antara lain berupa cahaya matahari. Matahari sebagai sumber energi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik bagi alat pengering makanan. Pada penelitian ini akan dirancang suatu sistem pembangkit listrik menggunakan cahaya matahari, yang akan mensuplai listrik pada alat pengering makanan. Saat matahari bersinar, cahaya matahari dapat digunakan untuk mengeringkan bahan makanan dan untuk mengisi batere. Saat hari hujan, listrik yang berasal dari cahaya matahari dan sudah disimpan dalam batere, dapat digunakan sebagai sumber listrik pada alat pengering makanan. Alat ini terdiri dari panel surya, regulator / charger, batere (akumulator) dan inverter. Alat ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang mencari nafkah dengan memanfaatkan cahaya matahari untuk pengeringan, misalnya : ikan asin dan kemplang. Tegangan rata-rata yang dihasilkan saat pengukuran pada panel surya adalah 12,49 V, batere 12,45 V dan inverter 221,1 V. Alat yang dihasilkan juga dapat menjadi alat praktek mahasiswa teknik elektro di laboratorium.
IMPLEMENTASI K3 LABORATORIUM PADA SMA MERANTI, PEDAMARAN, OGAN KOMERING ILIR Emidiana Emidiana; Nita Nurdiana; M. Saleh Al Amin; Abdul Azis; Yudi Irwansi; Irine Kartika F; Perawati Perawati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i8.4508

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting dan sangat serius untuk dipahami bagi siswa pada saat praktikum. Namun masih banyak siswa yang belum mengetahui standar keamanan pelaksanaan praktikum di laboratorium sekolah. Berdasarkan hal tersebut di atas maka, kegiatan pengabdian pada masysrakat ini akan dilakukan di SMA Meranti, Pedamaran, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Penyuluhan K3 merupakan upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan siswa dalam mengikuti praktikum antara lain praktikum kimia, fisika, instalasi listrik. Metode yang dipergunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan ilmiah dan praktis secara sistimatis, dengan harapan warga sekolah SMA Meranti, Pedamaran, Ogan Komering Ilir memahami bahaya-bahaya yang dapat terjadi seperti cara pengamanannya, membaca gambar atau tanda-tanda bahaya dari peralatan listrik dan mampu melakukan pencegahan secara preventif
Sosialisasi Penggunaan Panel Surya Bagi Petani Sawah Tadah Hujan Emidiana Emidiana; Nita Nurdiana; M. Saleh Al Amin; Abdul Azis; Irine Kartika Febrianti; Perawati Perawati; yudi irwansi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.884

Abstract

Sinar matahari merupakan sumber energi terbarukan yang dapat langsung diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan solar panel atau solar panel. Pemanfaatan listrik tenaga surya sebagai sumber energi listrik telah diterapkan di berbagai bidang. Pada kegiatan ini dibuat aplikasi pada pompa air yang akan digunakan oleh petani tadah hujan di Desa Jejawi. Desa Jejawi merupakan salah satu desa di Kecamatan Jejawi yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sebagian besar penduduk Desa Jejawi berprofesi sebagai petani padi dan petani air hujan. Akses air untuk mengairi sawah menjadi kendala bagi petani di Desa Jejawi, terutama saat musim kemarau. Hal ini karena lahan tadah hujan mereka merupakan lahan pertanian yang tidak memiliki air irigasi dan kebutuhan air tanaman mereka hanya dapat dipenuhi dengan bercocok tanam. hujan Situasi ini sering menyebabkan gagal panen dan hasil panen yang kurang optimal karena kekurangan air. Kegiatan nirlaba ini bertujuan tidak hanya untuk mensosialisasikan sistem irigasi yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi, tetapi juga untuk mendemonstrasikan perakitan dan penggunaan sistem energi surya yang digunakan untuk mengoperasikan pompa air. Sebelas ketua kelompok tani ikut serta dalam kegiatan ini. Tidak ada kendala berarti yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan ini .
Evaluasi Sistem Proteksi Motor Induksi 3 Fasa sebagai Mesin Bubut di CV. Multi Teknik Perkasa (MTP) Ahmad Dahlan; M. Saleh Al Amin; Perawati Perawati; Yudi Irwansi
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 3 (2024): September : JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v3i3.4163

Abstract

Cv.Multi Teknik Perkasa (MTP) is an individual company which operates in the field of tools, commonly known as lathes. This company handles repair, cutting and scraping of working media such as iron, steel and others. CV. Multi Teknik Perkasa (MTP) uses a 3 phase induction motor for each production process. One of the lathe driving machines used is a 3 phase 380V induction motor with 6KVA power. This induction motor has a Mini Circuit Breaker (MCB), Contactor, and Thermal Overload Relay (TOR) protection system, which functions as an overload controller so that the electric motor is not easily burned or damaged due to overload. For Mini Circuit Breaker (MCB), which in accordance with the standards of the National Electrical Manufactures Association (NEMA). According to research results, the correct size is 25 A while the installed one is 20 A, which of course is not appropriate. For contactors, which are installed at 65 A while the analysis results are 12 A, the three-phase induction motor protection system must be updated or improved. Previously using DiazedFuse (fuse), replaced with a contactor with a current setting of 12 A, so that the motor can avoid being damaged or burned due to the load. Moreover, to find out the power requirements of the induction motor to carry out the turning process, you need the tools to do it, including amper pliers, thermogun, tachometer, so the motor power for turning without load is 5.5A while with a 0.5mm tire the motor power increases to 6A and the maximum load limit is 1mm turning motor power 12A.
Analisis Arrester Sebagai Sistem Proteksi Pada Transformator di Gardu Induk Keramasan Hermawanto Hermawanto; Irine Kartika P; Perawati Perawati; Yudi Irwansi
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 3 (2024): September : JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v3i3.4192

Abstract

Lightning overvoltage is a periodic overvoltage caused by external causes. An arrester is equipment that protects installations from overvoltage disturbances due to lightning strikes or electrical surges. The transformer functions to distribute electrical power by increasing or decreasing the voltage at the substation. This research focuses on substation equipment, namely the type 3EP 2150-2PL3 arrester connected to a 100 MVA IBT Transformer. Good protection is obtained if the arrester is placed as close to the transformer as possible. Therefore, this distance is determined so that protection can take place properly. The distance between the arrester and the transformer used at the Keramasan 150 KV substation is 5 m. while from the calculation results it is 22.5 m. based on SPLN 7: 1978 that for a 150 kV system the distance between the lightning catcher and the transformer does not exceed 80 m. This means that the distance between the arrester and the 100 MVA IBT Power Transformer is still within the limits set by PT PLN. The continuity of the spark that occurs in the arrester is still within safe limits and in accordance with mathematical analysis.