Ilham Rais Arvianto
Universitas Teknologi Digital Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Mathematical Creative Thinking Skills in Problem Posing Viewed from Cognitive Style and Gender Arvianto, Ilham Rais
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 Number 1, March 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v10i1.6321

Abstract

This research aims to view the profile of mathematical creative thinking skills viewed form gender and cognitive style. Cognitive styles are focused on field dependent (FD) and field independent (FI) cognitive styles. This reseaech are explanatory sequential mixed method. The instruments used are the cognitive style test (GEFT), the problem-posing questions (TPM), and an interview guideline. The research subjects were categorized into 4 groups: FD male, FD female, FI male, and FI female. The research procedure starts with quantitative phase, then qualitative phase. The results of the study showed that the mathematical creative thinking skills in problem posing in the FD cognitive style, women are superior compared to the male group. This advantage lies in the fluency component. While in the FI cognitive style, men and women show the same pattern. Therefore, teachers should be able to adjust learning to the conditions of the diversity of categories of each group.Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis pada Pengajuan Masalah Ditinjau dari Gaya Kognitif dan GenderABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat profil kemampuan berpikir kreatif matematis dalam pengajuan masalah mateatika ditinjau dari gender dan gaya kognitif. Gaya kognitif difokuskan pada gaya kognitif field dependent (FD) dan field independent (FI). Penelitian ini termasuk dalam penelitian explanatory sequential mixed method. Instrumen yang digunakan adalah tes gaya kognitif (GEFT), tes pengajuan masalah (TPM), dan pedoman wawancara. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi 4 yaitu FD laki-laki, FD perempuan FD, FI laki-laki, dan FI perempuan. Prosedur penelitian dilakukan dengan fase kuantitatif dilanjutkan dengan fase kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis pada pengajuan masalah pada gaya kognitif FD, perempuan lebih unggul dibandingkan dengan kelompok laki-laki. Keunggulan tersebut terletak pada komponen kefasihan. Sementara pada gaya kognitif FI, laki-laki maupun perempuan menunjukkan pola yang sama. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi keberagaman kategori dari masing-masing kelompok.Kata Kunci :Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis; Pengajuan Masalah; Gaya Kognitif; Gender
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS (IoT) UNTUK SISWA SMA N 2 BANTUL PADA KEGIATAN P5 Arvianto, Ilham Rais; Budioko, Totok
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 4, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jpm.v4i1.1518

Abstract

Keterbatasan SDM dan pengetahuan untuk memberikan edukasi terkait Internet of Things (IoT) dari mitra dalam rangka implementasi kegiatan P5 pada kurikulum merdeka menjadi latar belakang diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pendampingan kepada siswa-siswa di lokasi mitra berkaitan dengan implementasi IoT pada kegiatan P5. Terdapat 2 sasaran dalam kegiatan ini pendampingan ini yaitu (1) dihasilkannya minimal 5 prototype IoT dari masing-masing kelas, serta (2) dari produk yang dhasilkan tersebut minimal 75% memiliki kualitas baik. Luaran yang dihasilkan dalam yaitu siswa-siswa dapat menghasilkan prototype IoT pada kehidupan sehari-hari. Tahapan dalam pengabdian ini adalah analisis masalah, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan publikasi. Saat pelaksanaan menggunakan model pembelajaran partisipatif dan Project Based Learning (PjBL). Evaluasi menggunakan penilaian proyek yang terdiri dari penilaian kinerja kelompok dan kualitas prototype produk yang dilakukan secara holistik. Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan yang ditandai dari 2 buah capaian yaitu (1) terdapat 6 prototype IoT yang dihasilkan dari setiap kelas; dan (2) kualitas prototype yang dihasilkan 100% masuk kategori baik. Peluang pengembangan prototype IoT masih terbuka lebar, karena prototype IoT ini merupakan jawaban dari beberapa masalah atau peningkatan dari sistem yang sudah ada, sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut ke arah produksi.
Etnomatematika: Eksplorasi Konsep Matematika pada Gerobak Sapi Yogyakarta Arvianto, Ilham Rais; Fadila, Abi; Nurcahyo, Adi; Farizqi, Muhammad Luthfi
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 2 (2025): Edumatica: Jurnal Pendidikan matematika (Agustus 2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v15i2.43785

Abstract

Yogyakarta's ox carts, though culturally significant and increasingly rare, have not yet been explored as sources of mathematical concepts. This study addresses the urgency of preserving and utilizing these traditional artefacts as contextual tools for mathematics education. This ethnographic research aims to identify and describe mathematical concepts—geometry, arithmetic, algebra, and statistics—embedded in various parts of the Yogyakarta ox cart. Data were collected through interviews and observations, with the subject being an ox cart craftsman and the object being the mathematical concepts found in the cart’s section. Data analysis followed the Miles and Huberman model. The findings reveal four major mathematical concepts: (1) Geometry, including rectangles, trapezoids, rhombuses, triangles, reflections, translations, rotations, parallel and intersecting lines, angles, and tessellations; (2) Arithmetic, involving arithmetic sequences and division operations; (3) Algebra, in the form of variable terms; and (4) Statistics, represented by the mode topic. These findings contribute to the field of ethnomathematics by introducing a new cultural context and supporting the development of mathematical materials based on local wisdom, making learning more realistic. Integrating local heritage into mathematics instruction can foster a deeper understanding, increased student engagement, and a greater appreciation for cultural diversity, offering meaningful and realistic learning experiences.
Bahan ajar berbasis keunggulan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif Arvianto, Ilham Rais; Ginting, Merarinta
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v6i2.14744

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika berbasis keunggulan local Yogyakarta yang berkualitas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Keunggulan local Yogyakarta dipilih karena keuggulan localnya yang beragam. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari Buku Siswa dan Buku Guru. Rancangan penelitian menggunakan 4 tahapan pada model Plomp, yaitu prelimenary investigation; design; realization/construction; test, serta evaluation and revision. Penentuan kualitas bahan ajar menggunakan aspek valid, praktis, dan efektif. Data kuantitatif kevalidan dan kepraktisan diperoleh dengan teknik angket yang selanjutnya dikonversi menjadi data kualitatif. Data keefektifan diperoleh dengan teknik tes. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa kedua bahan ajar produk penelitian termasuk dalam kriteria sangat valid menurut ahli, serta sangat praktis menurut guru, serta efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikit kreatif matematis. Khusus untuk Buku Siswa, termasuk dalam kriteria praktis dengan sebanyak 56% siswa memberikan respon positif. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa bahan ajar matematika berbasis keunggulan local Yogyakarta dinyatakan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. The aim of this research was to create mathematics teaching materials base on local privilage in Yogyakarta which has good quality to improve students' mathematical creative thinking skills. The teaching materials consisted of Student Book and Teacher Book. The research design used 4 stages in the Plomp model, ie prelimenary investigation; design; realization/construction; test; evaluation and revision. Quality judgement of teaching materials used valid, practical, and effective aspects. Quantitative data for validity and practicality were obtained by questionnaire techniques which further transformed became qualitative data. Effectivity data was obtained by test technique. From the results of research, it was found that the two teaching materials of research products included in the very valid criteria according to expert, and very practical criteria according teacher, as well as effective to increase creative thinking skills. Especially for Student Book, included in the practical criteria with 56% of students gave positive response. It was concluded that the mathematics teaching materials base on the local privilage in Yogyakarta can used to improve students' mathematical creative thinking skills.