Febby Nancy Patty
Institut Agama Kristen Negeri Ambon

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEPRIBADIAN SAUL DALAM 1 SAMUEL 15: 1-35: SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI DAN IMPLIKASINYA Dietrick Hiskia; Marlin Winda Yesayas; Yune Yulina Beljeur; Rahel Hully; Febby Nancy Patty
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 11 No 1 (2025): KENOSIS: JOURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/p8rbw210

Abstract

Saul merupakan raja Israel yang diurapi oleh Samuel. 1 Samuel 15: 1–35 menjelaskan kisah Saul yang ditolak sebagai raja setelah mengalahkan Agag, raja orang Amalek. Kisah inilah yang membuat Samuel menyesal telah mengurapi Saul menjadi Raja Israel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kepribadian Saul serta mengungkapkan implikasinya bagi kehidupan umat masa kini. Sumber data utama tulisan ini adalah teks Alkitab yang diproduksi oleh Lembaga Alkitab Indonesia(LAI)― rujukan utama pada teks 1 Samuel 15 : 1-35. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi behavioristik untuk menganalisis kepribadian atau perilaku Saul setelah menjadi raja Israel. Hasil dari penelitian ini menunjukan empat poin utama yakni― pertama, Saul memiliki tiga bentuk sifat yang mebanggambarkan kepribadiannya, yakni koleris sebagai seorang raja Israel, karena mampu mengambil resiko dalam keputusan besar termasuk berperang melawan orang Amalek, oportunistik karena mengahalalkan segala cara untuk meraih keuntungan bagi dirinya, dan narsistik, karena sifat percaya diri yang tinggi, sulit menerima kritik, dan sulit meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya. Kedua, cognitive dissonance dan kegagalan self-regulation dalam diri Saul. Ketiga, Sintesis dari tulisan ini menegaskan bahwa dinamika dan disintegrasi kepribadian Saul nampak jelas dalam teks. Keempat, teks ini akan menjadi alat ukur bagi kepemimpinan Kristen masa kini. Dengan demikian analisis kepribadian Saul akan memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu teologi yang merujuk padakepemimpinan Kristen masa kini.
Conflict Accommodation Ideas Based on Custom Institutions Siram Sopi in Gold Mining Area of Romang Island, Indonesia Yamres Pakniany; Febby Nancy Patty
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 3 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.374 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v7i3.27836

Abstract

Conflict over natural resources in mining areas often has impacts on social relations between communities, including that in the gold mining area in Romang Island. The conflict in this area involves various actors. This research was conducted with the aim to find out the accommodation efforts made in reconciling the actors. This research used qualitative methods by observation and interviews, while data analysis was carried out using interactive models. The results showed that conflict accommodation is a process undertaken to reconcile conflicting actors. The sopi flush deed is one of the customary deeds which is usually practiced to reconcile conflicting actors. The sopi flush deed functions to reconcile the conflicting actors in the gold mining area in Romang Island, Southwest Maluku Regency, Indonesia.