Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor Determinan dan Motivasi Peserta KB Melalui Program KB Keliling untuk Memilih Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Ovi Hendrika; Maryadi Maryadi; Bambang Suprihatin
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.6 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4420

Abstract

This study aims to determine what factors influence the selection of MKJP (Long Term Contraception Method) through the mobile family planning program in Prabumulih City. This research method is a quantitative analysis using secondary data from the 2021 Family Data Collection (PK21). The results showed that the Nagelkerke R Square value was 0.117 and Cox & Snell R Square 0.010, indicating that the independent variable's ability to explain the dependent variable is 0.010 or 1 percent. Ninety-one percent of other factors outside the model define the dependent variable. In conclusion, the element that has a significant influence on the selection of long-term contraceptive methods is the factor of access to family planning services. Keywords: Determinant Factors, Mobile Family Planning, Motivation
Algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost) dan Adaptive Boosting (AdaBoost) Untuk Klasifikasi Penyakit Tiroid Anita Desiani; Siti Nurhaliza; Tri Febriani Putri; Bambang Suprihatin
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v6i2.145

Abstract

Thyroid disease is a disease of the thyroid gland that can interfere with daily activities. Early detection of thyroid disease can have an important impact in optimizing the development of early detection systems that are more effective and accurate in detecting the disease. Data mining approaches can be used to solve this problem by utilizing various available algorithms, such as Adaptive Boosting and Extreme Gradient Boosting. This research aims to improve the development of early thyroid disease prediction by comparing the two algorithms by utilizing the percentage split method. This research provides results if the Adaptive Boosting algorithm provides an accuracy value of 97%. In class 0, the precision and recall values are the same at 98%, while in class 1 it is 80% and 90%. Meanwhile, testing using the Extreme Gradient Boosting algorithm gives an accuracy value of 98%. In class 0, the same precision and recall values are 99%, while for class 1 it is 86% and 90%. Based on the comparison by considering the accuracy, precision, and recall values, as well as the performance of the two algorithms, it is concluded that the implementation of the Extreme Gradient Boosting algorithm has the best performance for thyroid disease detection.
Perbandingan Algoritma CART Dan AdaBoost Pada Klasifikasi Demensia Muhammad Arya All Fajri; M Aldi Saputra; Anita Desiani; Bambang Suprihatin; Herlina Hanum
FORMAT Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/format.2026.v15.i1.002

Abstract

Demensia merupakan gangguan kesehatan ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan kognitif, dan perilaku yang mengganggu aktivitas pada kehidupan sehari-hari. Masyarakat kurang mendapatkan informasi mengenai deteksi dini demensia yang disebabkan terbatasnya fasilitas kesehatan. Klasifikasi menggunakan data mining dapat membantu deteksi dini demensia. Penelitian ini bertujuan membandingkan algoritma CART dan AdaBoost untuk melihat metode yang paling efektif digunakan pada klasifikasi demensia. Pembagian data dilakukan menggunakan metode percentage split dan k-fold cross-validation. Percentage split membagi data menjadi dua bagian dengan 70% data pelatihan dan 30% data pengujian. K-fold cross-validation mengelompokkan data dengan 1 kelompok data menjadi data pengujian dan 9 kelompok data lainnya menjadi data pengujian yang dilakukan berulang pada setiap kelompok data sebanyak 10 kali. ADASYN digunakan untuk menyeimbangkan data pada setiap kelas. Hasil evaluasi kinerja pada kedua algoritma menunjukkan AdaBoost menggunakan ADASYN dan k-fold cross-validation memiliki nilai tertinggi untuk akurasi, presisi, recall, f1-score, dan ROC-AUC masing-masing sebesar 92.52%, 92.11%, 92.52%, 91.46%, dan 96.85%. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma AdaBoost sangat baik dalam memprediksi seluruh demensia dengan benar, mempertahankan keseimbangan antara presisi dan recall, dan membedakan tiga kelas demensia. Hasil penelitian menunjukkan keunggulan pendekatan ensemble learning dalam menangani variasi data dan meningkatkan stabilitas model klasifikasi demensia. Penelitian ini menunjukkan bahwa AdaBoost memiliki performa yang sangat baik dibandingkan CART pada klasifikasi demensia.