Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Struktur komunitas Moluska (Bivalvia dan Gastropoda) di Muara Musi, Sumatera Selatan Dian Anggun Lestari; Rozirwan Rozirwan; Melki Melki
Jurnal Penelitian Sains Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.902 KB) | DOI: 10.56064/jps.v23i1.630

Abstract

Muara Sungai Musi, Sumatera Selatan merupakan tempat bermuaranya aliran Sungai Musi. Akibat banyaknya kegiatan manusia di perairan Muara Sungai Musi, berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan yang sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup komunitas moluska. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menganalisis komunitas moluska serta menganalisis hubungan parameter fisika-kimia dengan komunitas moluska. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 spesies moluska dimana dikelompokkan menjadi 2 kelas yaitu Bivalvia dan Gastropoda. Hasil analisis substrat sedimen rata-rata memiliki substrat lempung. Komunitas moluska menunjukkan nilai keanekaragaman (H’0,56<H<1,24). Tingkat keseragaman (E=0,29-0,64). Dominansi (C=0,33-0,63). Berdasarkan analisis PCA diidentifikasi variable penciri adalah DO, pasir, suhu, salinitas dan pH
Sebaran Zona Potensi Penangkapan Ikan menggunakan Citra Satelit Aqua MODIS di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 (WPPNRI 711) Bagian Utara Putri Setia Wati; Melki melki; Ellis Nurjuliasti Ningsih; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/maspari.v15i1.21194

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 (WPPNRI 711) merupakan perairan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah diantaranya kekayaan migas dan lumbung ikan. Berdasarkan Kepmen KP No. 50 Tahun 2017 WPPNRI 711 memiliki potensi perikanan sebesar 767.126 ton dengan tingkat pemanfaatan sebesar 10,66 %. Kelimpahan ikan di pengaruhi oleh sebaran konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap sebaran Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) di WPPNRI 711 bagian utara. Penelitian ini menggunakan data citra Aqua-MODIS pada tahun 2018, 2019, 2020 di WPPNRI 711 bagian utara. Hasil penelitian menunjukkan titik ZPPI tinggi terjadi dimusim barat sebanyak 54,11% dan terendah terjadi dimusim timur sebanyak 4,23 %. Titik ZPPI berkaitan erat dengan nilai klorofil-a dan SPL, dimana jika nilai klorofil-a tinggi dan nilai SPL rendah maka titik ZPPI tinggi.Kata kunci : Aqua-MODIS , WPPNRI 711 bagian Utara, Klorofil-a, SPL, ZPPI
Zinc (Zn) Accumulation in Mantis Shrimp (Harpiosquilla raphidea) from Sungsang, Banyuasin Ryan Syekhan; Wike Ayu Eka Putri; Riris Aryawati; Beta Susanto Barus; Fitri Agustriani; Melki Melki
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11522

Abstract

The Sungsang area in the Musi River estuary is an important fishing ground that is potentially exposed to zinc (Zn) contamination due to intensive anthropogenic activities. This study aimed to analyze Zn accumulation in mantis shrimp (Harpiosquilla raphidea) and to evaluate its consumption safety. Samples were collected from local collectors and analyzed using flame atomic absorption spectrophotometry in accordance with SNI 2354-13:2014. The results showed that Zn concentrations ranged from 20.24 to 21.27 mg/kg, with an average of 20.70 mg/kg, remaining below the maximum permissible limit established by Dirjen POM (1989). Risk assessment based on estimated intake indicated that Zn exposure from mantis shrimp consumption is within safe limits for humans. Overall, these findings confirm that mantis shrimp from Sungsang are safe for consumption with respect to Zn contamination. This study provides scientific evidence for food safety assessment and underscores the need for continuous monitoring of heavy metal contamination to support sustainable coastal resource management.
Manganese (Mn) Accumulation in Jerbung Shrimp (Penaues merguensis) from the Sungsang Estuary, South Sumatra Anjar Puteri Liana; Wike Ayu Eka Putri; Melki Melki; Beta Susanto Barus; Fitri Agustriani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11628

Abstract

Estuaries are intermediate environments that are extremely susceptible to pollution, especially heavy metals like manganese (Mn). The goals of this research were to determine the amount of manganese in the consumable flesh of Jerbung shrimp (Penaeus merguiensis) taken from the Sungsang Estuary in Banyuasin Regency, South Sumatra, Indonesia, and to ascertain the safe intake levels for people. Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) was used to analyze the shrimp samples at a wavelength of 257. 61 nm. According to the findings, the average Mn content in shrimp muscle was somewhat higher than the limit set by the European Food Safety Authority (EFSA), falling between 3. 16 and 3. 21 mg/kg. Even if just shrimp are consumed, the projected consumption limits based on dietary intake calculations still suggest a comparatively low immediate health risk. However, the high Mn concentration indicates the effect of environmental pollution brought about by human actions in the Musi River estuary. These findings emphasize the significance of controlling pollution sources and carrying out routine environmental monitoring to ensure the safety of seafood and the sustainability of estuarine ecosystems.