Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Determinan Penerimaan Pajak Di Negara-Negara Berpenghasilan Menengah Damajanti, Anita
Solusi Vol. 24 No. 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i1.13519

Abstract

Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara, khususnya di negara berpenghasilan menegah. Peningkatan penerimaan pajak dapat mendorong kemandirian keuangan di negara berpenghasilan menegah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak di negara-negara yang dikategorikan berpenghasilan menengah berdasarkan kriteria Bank Dunia tahun 2024. Penelitian ini menganalisis pertumbuhan ekonomi, keterbukaan perdagangan, foreign direct investment, industri manufaktur dan inflasi yang diprediksi sebagai determian penerimaan pajak. Populasi penelitian ini yaitu negara berpenghasilan menengah sebanyak 108 negara. Sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 41 negara selama periode 2015-2024, Jumlah observasi dengan balanced data panel yaitu 410 observasi. Tahap pengolahan data meliputi analisis deskriptif statistik, pemilihan spesifikasi model regresi data panel, dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier disimpulkan bahawa model regresi yang sesuai digunakan pada persamaan model ini yaitu model Random Effect. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi Eviews. Hasil uji hipotesis secara parsial dan secara simultan yaitu pertumbuhan ekonomi, keterbukaan perdagangan, foreign direct investment, industri manufaktur dan inflasi secara signifikan mempengaruhi penerimaan pajak. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu. Implikasi penelitian ini yaitu negara-negara berpenghasilan menengah sebaiknya fokus untuk meningkatkan akses investasi modal asing, meningkatkan transaksi perdagangan luar negeri, mendorong peningkatan industri manufaktur, serta mengedalikan inflasi agar dapat mendorong peningkatan penerimaan pajak. Kemandirian keuangan negara yang berasal dari pajak diharapkan dapat mendorong negara-negara berpenghasilan menengah untuk meningkat menjadi kelompok negara berpenghasilan tinggi.
Sosialisasi Coretax kepada UMKM Paguyuban Fokkus Hebat Wilayah Kecamatan Semarang Selatan Candra Safitri; Anita Damajanti; Yulianti; Sayoto Makarim
Mopolayio : Jurnal Pengabdian Ekonomi Vol. 5 No. 3 (2026): Mopolayio : Jurnal Pengabdian Ekonomi Volume 5 Number 3 (July 2026) has been of
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/mopolayio.v5i3.173

Abstract

Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP) tentang UMKM adalah fasilitas omzet tidak kena pajak hingga Rp 500.000.000 per tahun. Pada tahun 2025 Pemerintah meluncurkan Coretax. Tarif Pajak Penghasilan (PPh) UMKM adalah 0,5% dari omzet sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 Tahun 2022. Sutriyati adalah salah satu UMKM, mitra dan ketua asosiasi UMKM Fokkus Hebat di Kabupaten Semarang Selatan. Masalah yang dihadapi Mitra adalah memiliki NPWP, tetapi belum mengetahui cara menghitung pajak; cara menyetorkan pajak terutang, melaporkan SPT Tahunan, cara memanfaatkan Coretax dan ada beberapa anggota asosiasi yang belum memiliki NPWP. Solusi yang diberikan adalah memberikan pendidikan pajak mengenai tarif pajak sesuai PP No. 55 Tahun 2022 dikalikan dengan omzet sesudah dikurangi Rp500.000.000 sesuai UU HPP, menghitung PPh, membuat NPWP, membayar pajak terutang, melaporkan SPT Tahunan, dan mengakses Coretax. Hasilnya, para mitra belajar tentang tarif pajak penghasilan UMKM dan mengakses Coretax.
Dampak Perencanaan Pajak dan Corporate Governance terhadap Pengungkapan Informasi Pajak Anita Damajanti
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/satyagraha.v9i2.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji dampak perencanaan pajak, dan corporate governance terhadap pengungkapan informasi pajak di laporan keuangan perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perbedaan hasil penelitian terdahulu dan karakteristik industri jasa keuangan dengan regulasi yang ketat mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian dilakukan pada perusahaan jasa keuangan yang terdaftar di Indonesia periode 2023-2024. Jumlah populasi perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI yaitu 103 perusahaan.  Sampel dipilih berdasarkan kriteria yaitu perusahaan telah terdaftar di BEI sebelum tahun 2023; perusahaan yang tidak mengalami kerugian selama periode penelitian, dan laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Perusahaan yang memenuhi kriteria sampel sejumlah 86 perusahaan. Data yang diobservasi selama dua tahun berjumlah 172 perusahaan. Hipotesis penelitian dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil pengujian model regresi menunjukkan bahwa model yang dianalisis memenuhi asumsi normalitas, tidak terdeteksi adanya heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi. Pengujian parameter secara parsial dan simultan menunjukkan perencanaan pajak dan corporate governance secara parsial dan simultan berpengaruh signifkan terhadap pengungkapan informasi pajak.