Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Madaniya

Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis ESP Bagi Pegawai Museum La Galigo Burhanuddin Burhanuddin; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penggunaan Bahasa Inggris dengan pendekatan ESP (English for Specific Purposes) adalah suatu pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan Bahasa Inggris sesuai bidang ilmu atau profesi. Dalam hal ini, materi ESP didesain dan disampaikan sesuai dengan analisis kebutuhan pegawai museum. Metode Pendekatan yang dipilih dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan bahasa Inggris bagi pegawai museum La Galigo dengan metode ceramah, tanya jawab, FGD, demonstrasi dan pemberian tugas. Kegiatan ini diadakan selama tiga bulan bulan dengan frekuensi pertemuan tiga hingga empat kali seminggu. Setiap pertemuan dilaksanakan selama 90 menit dan diikuti oleh 20 pegawai museum. Dengan memperoleh materi Bahasa Inggris berbasis ESP, pegawai museum mampu memahami informasi dari buku–buku berbahasa Inggris, benda-benda bersejarah yang tersedia di museum dan berinteraksi serta mengkomunikasikannya kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke museum La Galigo.
Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Media Flash Card Pada TPA Masjid Baitul Maqdis Rizkariani Sulaiman; Ihramsari Akidah
Madaniya Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.84

Abstract

Bahasa Inggris pada tingkat dasar bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensi berkomunikasi dan memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya Bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kemampuan dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa kemampuan kosakata, semakin banyak kosakata yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula keterampilan berbahasanya. Mengingat pentingnya peranan kosakata dalam berbahasa maka pembelajaran kosakata menjadi perhatian penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Mempelajari kosakata Bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah karena seringkali peserta didik mengalami kesulitan dalam perolehan kosakata baru itu. Oleh karena itu penulis melaksanakan pengabdian dengan menggunakan media flash card dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris dengan harapan dapat meningkatkan kekampuan kosakata peserta didik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan tahap-tahap sebagai berikut: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting).
Penyuluhan Pengolahan Sampah Pada Anak di Komunitas Youth Sikolata Akmal Hamsa; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.96

Abstract

Berdasarkan pengalaman, anak-anak usia sekolah umumnya lebih responsif untuk diajarkan pendidikan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan dasar pemisahan sampah sejak dini kepada anak-anak kalangan kurang mampu di Youth Sikolata’, karena jika kita memulai dari anak-anak diharapkan nantinya menjadi kebisaaan yang baik. Sehingga solusi yang diharapkan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi bahwa dampak yang didapatkan jika sampah tidak dibuang pada tempatnya akan mengakibatkan penyakit dan akan mencemari udara disekitarnya, maka dari itu kita dapat mendidik anak-anak tersebut untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan dapat menekan angka penyakit yang muncul di lingkungan mereka. Selain memberikan informasi, mereka juga dapat diajarkan untuk memilah lalu mengelola sampah anorganik yang terdiri dari limbah plastik, limbah logam, limbah gelas atau kaca, dan limbah kertas menjadi barang yang berguna setelah didaur ulang agar dapat dimanfaatkan kembali. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 2 hari yang terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi edukasi dimana sesi ini dilakukan dengan pemaparan materi mengenai penyuluhan pengolahan sampah. Sesi kedua merupakan pelatihan pengolahan sampah anorganik menjadi barang-barang bernilai ekonomis. Sehingga secara keseluruhan kegiatan pengabdian ini berjalan lancar. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, anak-anak pada kalangan kurang mampu di Youth Sikolata’ sudah mulai memiliki kesadaran untuk melakukan pengolahan sampah anorganik di lingkungan mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan produk yang telah mereka hasilkan sehingga dapat juga digunakan sebagai media pembelajaran untuk mereka.
Pelatihan Membuat Video Pembelajaran Bahasa Indonesia Guru MA Wihdatul Ulum Nurfathana Mazhud; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.122

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat berpotensi dalam menghadirkan suasana pembelajaran yang kondusif melalui penggunaan media. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat berupa video yang dikreasikan dengan baik dan terorganisasi sehingga dapat memotivasi dan menarik perhatian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Pentingnya penggunaan media pembelajaran seiring situasi dan kondisi serta perkembangan teknologi masa kini, maka hal tersebut mendorong pengabdi mengusulkan sebuah program kemitraan masyarakat mengenai “Pelatihan Membuat Video Pembelajaran Guru MA Wihdatul Ulum” yang berlokasi di Desa Bontokassi, Kabupaten Gowa. Keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring adalah kreativitas dalam meramu materi dan pemilihan media yang tepat. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan membuat video pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kegiatan pengabdian kepada masayarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Hal ini ditandai dengan jumlah peserta bukan hanya guru Bahasa Indonesia saja, tetapi hampir semua guru ikut berpartisipasi mengikuti pelatihan yang dilaksanakan. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tentunya atas respon positif kepala MA Wihdatul Ulum yang memberikan izin dan membantu pengabdi menyosialisasikan kegiatan kepada semua guru MA sehingga berpartisipasi aktif mengikuti pelatihan.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif di Masa Pandemi pada Kelompok Kerja Guru Bahasa dan Sastra Indonesia MA Wihdatul Ulum Desa Bontokassi Gowa Ihramsari Akidah; Umar Mansyur; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.123

Abstract

Pada masa pandemi ini bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berdampak besar bagi sektor pendidikan. Dengan demikian, tim pengabdi berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan media pembelajaran interaktif pada kelompok kerja guru guna terciptanya pembelajaran yang menarik di dalam kelas dan tidak membosankan bagi peserta didik, dan solusi yang diberikan salah satunya dengan penggunaan media Microsoft Power Point sebagai media pembelajaran interkatif. Mitra dalam pengabdian ini adalah kelompok kerja guru MA Wihdatul Ulum Kecamatan Parangloe Desa Bontokassi Gowa. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan dan pendampingan pembuatan media interaktif. Ini berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan bahwa masalah yang ditemukan ada kaitannya dengan pembuatan media pembelajaran yang berbasis multimedia interaktif pada proses pembelajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut diperlukan solusi yang ditawarkan pada guru-guru di MA Wihdatul Ulum, yakni memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran interaktif yang menggunakan aplikasi Camtasia dalam Microsoft Power Point. Agar tujuan tersebut tercapai maka tim pengabdi melakukan strategi dengan mengurutkan kronologis pelaksanaan yang dimulai dari diskusi, memberikan materi, melaksanakan praktik pendampingan dan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Camtasia dalam Microsoft Power Point, dan mengevaluasi hasil kegiatan. Oleh karena itu, hasil akhir dari pengabdian kepada masyarakat ini yakni dapat membantu kelompok kerja guru MA Wihdatul Ulum dalam membuat media pembelajaran interaktif, sehingga guru bisa membuat sendiri media pembelajaran interaktif dan dapat dipakai dalam proses pembelajaran baik dalam proses pembelajaran offline maupun pada proses pembelajaran online seperti saat ini.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Meningkatkan Potensi Alam Desa Lonjokboko Kabupaten Gowa Ihramsari Akidah; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.182

Abstract

Karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Keberadaan kelompok pemuda yang tergabung dalam karang taruna di desa menjadi satu wadah inti, untuk menyamakan paradigma dan membangkitkan minat dan bakat agar memberdayakan para pemuda, hal ini tidak lepas dari dorongan pemerintah setempat dan masyarakat agar para pemuda karang taruna menjadi wadah produktif demi kemajuan dan kelestarian Desa Lonjoboko. Dilihat dari kondisi alam Desa Lonjoboko memiliki ragam kekayaan alam yang harusnya dapat dipelihara dan dikembangkan bahkan dapat dijadikan lahan pendapatan yang bernilai ekonomis bagi individu dan kelompok masyarakat setempat, lingkungan yang indah, air terjun hingga perbukitan serta tambang batu yang sangat menjanjikan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalan untuk diselesaikan sebagai upaya untuk tercapainya tujuan yang diharapkan. Salah satu desa yang kaya potensi alam tetapi belum dioptimalkan. Berdasarkan permasalahan mitra, maka permasalahan dapat diselesaikan dengan beberapa metode pendekatan, yakni observasi dan sosialisasi program dan tujuan; ceramah; diskusi; tukar pendapat dan tanggapan; dan evaluasi. Kegiatan workshop memberikan dampak yang baik terhadap peserta karang taruna. Hal tersebut dibuktikan dengan dengan antusias dari anggota karang taruna mengikuti workshop dan banyaknya pertanyaan yang masuk untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang pengembangan potensi alam di desa wisata Lonjokboko. Selain itu, adanya studi wisata yang dilakukan untuk melihat tempat-tempat yang baik untuk melakukan pengembangan potensi alam desa wisata dengan mengkombinasikan berbagai jenis produk wisata yang dimiliki Desa Lonjokboko seperti wisata air yang ada dan penggabungan antara wisata trekking dengan wisata spiritual, dimana paket penggabungan tersebut digabungkan dalam satu peta paket wisata.
Pelatihan Lesson Study sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik bagi Guru Pondok Pesantren Wihdatul Ulum Rizkariani Sulaiman; Rusdiah Rusdiah
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.332

Abstract

Pelatihan Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru mitra. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menerapkan beberapa metode: diawali dengan pemaparan umum mengenai prinsip dan unsur pelaksanaan Lesson Study¸ tantangan pendidikan abad 21 yang menekankan pembelajar abad 21 dengan profil pelajar Pancasila, memiliki kemampuan berpikir kritis (HOTS) dan character building; sesi tanya jawab untuk memperjelas pemaparan materi; kemudian pelatihan dilanjutkan dengan simulasi penerapan langkah–langkah Lesson Study yang terdiri tahap Plan (pemateri bersama guru mitra menyusun Lesson Design dengan mempertimbangkan tiga hal: memberikan gambaran secara komprehensif tentang pelaksanaan pembelajaran, memprediksi respon siswa, antisipasi guru atas respon siswa atau scaffolding); tahap Do atau Open Class, pada tahap ini guru model melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan Lesson Design yang telah disusun pada tahap Plan dan diobservasi oleh guru, dosen, kepala MTs dan MA, selanjutnya tahap See, pada tahap ini guru model dan observer secara bersama- sama memberikan refleksi terhadap proses belajar mengajar atau open class yang telah dilaksanakan. Dari tahap refleksi ini ditemukan beberapa hal yang menjadi poin dan input terkait masalah belajar yang dihadapi siswa selama pembelajaran, metode, teknik dan pengajaran oleh guru model. Poin–poin dan input tersebut adalah temuan dan lesson learned yang menjadi masukan dan pertimbangan untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Dari hasil pengamatan dan evaluasi, sebagian besar guru yang melalui tahapan Lesson Study mampu menemukan lesson learned yang kemudian menjadi materi refleksi dan revisi bagi pengajaran masing–masing guru kemudian. Sebagai penguatan pelatihan, diberikan panduan pelaksanaan Lesson Study for Learning Community sebagai tahapan lanjutan pembentukan komunitas LSLC sebagai wadah baru bagi guru pondok pesantren Wihdatul Ulum agar tahapan Lesson Study terutama Open Class dapat dijadwalkan secara berkala.