Articles
SISTEM PELAYANAN PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK –ELEKTRONIK (E-KTP)
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 18, No 1 (2020): Fokus: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v18i1.392
Penyelenggaraan administrasi kependudukan terutama dalam pendataan kependudukan melalui penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang dilaksanakan selama ini sudah berjalan sesuai harapan yang mana system prosedurnya sudah dapat dilakukan baik secara manual maupun online, mengingat manajemen pendaftaran, pencatatan dan pengendalian penduduk serta pengelolaan datanya sudah dilakukan secara baik dan tertib, sehingga mengakibatkan pertumbuhan penduduk menjadi terkendali serta pemanfaatan data penduduk bagi kepentingan pembangunan menjadi maksimal maksimal. perlunya mengkonstruksi perumusan kebijakan pelayanan pembuatan E-KTP dengan suatu regulasi yang tanggap pada norma-norma lokal yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat setempat. Perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat secaraberkesinambungan tentang tata cara pembuatan E-KTP, baik mengenai prosedur, syarat, waktu, dan kegunaannya
PERANAN MOTIVASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 20, No 2 (2022): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v20i2.647
Pemimpin merupakan salah satu unsur penting bagi keberhasilan pencapaian visi dan misi,suatu organisasi diharapkan dapat bekerja dengan penuh antusias, penuh inisiatif, penuh gairah sertadengan kemauan yang tinggi. Keberhasilan tugas pegawai sebagai aparatur pemerintah dalam mengembanamanat tujuan pembangunan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah faktor semangat kerja.Tinggi rendahnya semangat kerja, sangat berpengaruh terhadap produktifitas kerja yang dapat dicapaioleh seorang pegawai. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif denganpendekatan kualitatif. Sumber data adalah Kepala Dinas, Sekretaris dan Pegawai pada Dinas PekerjaanUmum Kabupaten Melawi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, pedomanobservasi dan dokumentasi. Peranan Motivasi Pimpinan dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawaipada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Melawi sudah sangat baik. Pimpinan sudah mendorongpegawai untuk bekerja dengan baik, memberikan pujian dan penghargaan terhadap pegawai yangberprestasi didalam menjalankan tugasnya, adanya keterbukaan dalam dalam pelangkasaan pekerjaandan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap para pegawainya. Bentuk motivasi yang dilakukanoleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Melawi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawainyaantara lain: Memperhatikan hak dan kewajiban pegawai, Merekomendasikan usulan kenaikan pangkatdan jabatan, Memberikan pengakuan atas prestasi pegawai, Menyediakan sarana dan prasarana yangmemadai, Mendeteksi setiap persoalan yang dihadapi oleh para pegawai dan memberikan solusi ataspersoalan tersebut, Memberikan kesempatan istirahat pada pegawai.
MANAJEMEN PENGELOLAAN ASET DAERAH
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 21, No 1 (2023): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v21i1.722
Aset daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) atau berasal dari perolehan lain yang sah. Peraturan Menteri DalamNegeri Republik Indonesia 19 Tahun 2016 maupun Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Nomor 14Tahun 2017 menjadi landasan hukum dalam pengelolaan aset daerah. Aset atau barang milik daerahmerupakan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah, potensi ekonomi bermakna adanya manfaatfinansial dan ekonomi yang bisa diperoleh pada masa yang akan datang yang bisa menunjang peran danfungsi pemerintah daerah sebagai pemberi layanan kepada masyarakat. Penelitian yang akan dilakukanmenggunakan penelitian kualitatif, menggunakan manusia sebagai alat pengumpulan data utama. Sumberdata dalam penelitian ini adalah Kepala Badan, Sekretaris Badan dan Kepala Bidang serta Pegawai diBadan Pengelolaan Keuangan dan Asat Daerah Kabupaten Melawi.Manajemen Pengelolaan AsetDaerah Kabupaten Melawi sudah terlaksana dengan baik dan telah berpedoman kepada peraturanperundangundangan tentang Pengelolaan Aset Dearah. Dari segi Perencanaan Pengelolaan Keuanganadan Aset Daerah Kabupaten Melawi mengacu pada perencanaan strategic, dalam rangka menyusunperencanaan dan menetapkan dasar untuk mengukur kinerja, tujuan, dan sasaran. Pada tahappelaksanaan pengelolaan aset daerah sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangan yangberlaku. Penataan Pengelolaan Aset Daerah meliputi penyusunan kebijakan, penghimpunan danpengolahan data sehingga menjadi data siap pakai pada fungsi pelaporan sesuai denga metodepencatatan. Pengawasan terhadap pengelolaan asset daerah dilakukan secara fungsional oleh pejabatyang berwenang.Diharapkan indikator pengelolaan aset daerahdapat ditingkatkan pengelolaan yangbersifat akuntabel dan tertata secara sistematis. Pelaporan pengelolaan aset harus sesuai dengan waktuyang telah direncanakan dan memiliki kelengkapan data dan data asset terdesia secara baik.
ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMUNGUTAN SUARA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 16 No 2 (2018): Fokus: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Ka
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v16i2.207
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung merupakan fenomena kenegaraan baru di Indonesia dengan sistem pelaksanaan Pilkada Serentak sehingga segala hal yang melandasinya perlu dibahas dengan seksama. Dalam hal ini kita perlu memperhatikan hubungan negara dan rakyat dalam bingkai demokrasi, asas desentralisasi dan partisipasi politik rakyat di daerah. Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang ikut dalam pelaksanaan pesta demokrasi pada tahun 2018 dari 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak. Pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan mulai dari tahap persiapan sampai pada tahap penyelenggaraan. Pelaksanaan pemungutan suara dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2018 secara serentak di seluruh kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, dengan penetapan hasil perolehan suara yang dimenangkan oleh pasangan nomor urut 3 yaitu H. Sutarmidji, SH.M.Hum. dan Drs.H. Ria Norsan, MM.MH. Partisipasi politik masyarakat Provinsi Kalimantan Barat dalam pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat sebesar 75% dari jumlah pemilih tetap
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMUNGUTAN SUARA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SINTANG TAHUN 2020 DALAM KONDISI BENCANA NON ALAM CARONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 19 No 1 (2021): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v19i1.479
Di Indonesia perjalanan demokrasi sudah banyak mengalami kemajuan dan kepercayaanrakyat pada elit politik menjadikan proses rekrutmen mengarah pada demokrasi langsung, termasukpemilihan kepala daerah. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung merupakan fenomenakenegaraan baru di Indonesia dengan sistem pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serentaksehingga segala hal yang melandasinya perlu dibahas dengan seksama. Dalam hal ini kita perlumemperhatikan hubungan negara dan rakyat dalam bingkai demokrasi lokal, asas desentralisasi danpartisipasi politik masyarakat. Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten yang ikut dalampelaksanaan pesta demokrasi pada tahun 2020. Pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintangsudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan mulai dari tahap persiapan sampai pada tahappenyelenggaraan mengacu kepada PKPU Nomor 6 Tahun 2020, dirubah dengan PKPU Nomor 10 Tahun2020 dan Perubahan Kedua PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur danWakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutandalam Kondisi Bencana Alam Covid-19. Pelaksanaan pemungutan suara dilaksanakan pada tanggal 9Desember 2020 secara serentak di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sintang, Partisipasi politik masyarakatdalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang sebesar 82,75% dari jumlah pemilih. Faktor-Faktoryang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat adalah perangsang politik, karakteristik pribadi,karekteristik sosial dan keadaan politik.
PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 19 No 2 (2021): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v19i2.558
Salah satu aspek penting dalam mengembangkan pertumbuhan sector pariwisata adalahketersediaan aparatur. Pemerintah Kabupaten Sintang dalam hal ini Dinas Pemuda, Olah Raga danPariwisata menghadapi kendala minimnya ketersediaan apataur yang mempunyai kemampuan yangmemadai dalam mengembangkan potensi kepariwisataan yang ada. Rancangan penelititian yangdigunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif, Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala DinasPemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda,Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Aparatur di Dinas Pemuda, Olah Raga dan PariwisataKabupaten Sintang. Dilihat dari aspek kompetensi pimpinan diketahui bahwa kemampuan pemikiranstrategis, kemampuan menghadapi berbagai perubahan yang terjadi serta kemampuan manajemenhubungan yang dimiliki belum mempunyai motivasi yang tinggi untuk memenangkan persaingan melaluipenemuan jasa-jasa, produk dan proses produksi yang baru. Upaya peningkatan kompetensi aparaturseperti pendidikan dan latihan yang berhubungan dengan sector kepariwisataan sudah cukup baikwalaupun masih belum optimal dilakukan hal ini disebabkan dampak dari pamdemi Covid-19. Faktorinternal yang mempengaruhi peningkatan kompetensi aparatur, yaitu ketersediaan dana, sikap pimpinan,motivasi pegawai serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
PELAKSANAAN PROSES MANAJEMEN PEMERINTAHAN
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 20 No 1 (2022): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v20i1.585
Dengan tindakan manajemen pemerintahan diharapkan akan mempermudah seseorangpemimpin dalam menggerakan aparaturnya serta memahami apa yang harusnya dilakukan. Tentu dalammengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen dengan baik sangat tergantung kemampuan pemimpinnya.Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif.Sumber data adalah Sekretaris Daerah, Asisten III Bidang Administrasi, Kabag. Umum, Kabag.Organisasi dan Tata Laksana, Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi. Alat pengumpulandata yang digunakan adalah Wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahuibahwa Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi telah melaksanakan fungsi manajemen melalui kegiatanperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Berjalanya manajemen pemerintahandapat dilihat dengan adanya penetapan tujuan organisasi, kerjasama tim, pemberian bimbingan sertadapat menggerakkan aparatur pemerintah untuk melaksanakan tugas dan fungsi di instansinya. Selainitu pimpinan dapat mengelola keuangan daerah untuk kepentingan masyarakat dan melakukan terobosanterobosandalam pembangunan insprastruktur. Diharapkan kepada pimpinan untuk lebih mengefektifkandari fungsi perencanaan dan pengawasan.
PERANAN MOTIVASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 20 No 2 (2022): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v20i2.647
Pemimpin merupakan salah satu unsur penting bagi keberhasilan pencapaian visi dan misi,suatu organisasi diharapkan dapat bekerja dengan penuh antusias, penuh inisiatif, penuh gairah sertadengan kemauan yang tinggi. Keberhasilan tugas pegawai sebagai aparatur pemerintah dalam mengembanamanat tujuan pembangunan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah faktor semangat kerja.Tinggi rendahnya semangat kerja, sangat berpengaruh terhadap produktifitas kerja yang dapat dicapaioleh seorang pegawai. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif denganpendekatan kualitatif. Sumber data adalah Kepala Dinas, Sekretaris dan Pegawai pada Dinas PekerjaanUmum Kabupaten Melawi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, pedomanobservasi dan dokumentasi. Peranan Motivasi Pimpinan dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawaipada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Melawi sudah sangat baik. Pimpinan sudah mendorongpegawai untuk bekerja dengan baik, memberikan pujian dan penghargaan terhadap pegawai yangberprestasi didalam menjalankan tugasnya, adanya keterbukaan dalam dalam pelangkasaan pekerjaandan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap para pegawainya. Bentuk motivasi yang dilakukanoleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Melawi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawainyaantara lain: Memperhatikan hak dan kewajiban pegawai, Merekomendasikan usulan kenaikan pangkatdan jabatan, Memberikan pengakuan atas prestasi pegawai, Menyediakan sarana dan prasarana yangmemadai, Mendeteksi setiap persoalan yang dihadapi oleh para pegawai dan memberikan solusi ataspersoalan tersebut, Memberikan kesempatan istirahat pada pegawai.
MANAJEMEN PENGELOLAAN ASET DAERAH
A.M. YADISAR
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 21 No 1 (2023): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/fokus.v21i1.722
Aset daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) atau berasal dari perolehan lain yang sah. Peraturan Menteri DalamNegeri Republik Indonesia 19 Tahun 2016 maupun Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Nomor 14Tahun 2017 menjadi landasan hukum dalam pengelolaan aset daerah. Aset atau barang milik daerahmerupakan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah, potensi ekonomi bermakna adanya manfaatfinansial dan ekonomi yang bisa diperoleh pada masa yang akan datang yang bisa menunjang peran danfungsi pemerintah daerah sebagai pemberi layanan kepada masyarakat. Penelitian yang akan dilakukanmenggunakan penelitian kualitatif, menggunakan manusia sebagai alat pengumpulan data utama. Sumberdata dalam penelitian ini adalah Kepala Badan, Sekretaris Badan dan Kepala Bidang serta Pegawai diBadan Pengelolaan Keuangan dan Asat Daerah Kabupaten Melawi.Manajemen Pengelolaan AsetDaerah Kabupaten Melawi sudah terlaksana dengan baik dan telah berpedoman kepada peraturanperundangundangan tentang Pengelolaan Aset Dearah. Dari segi Perencanaan Pengelolaan Keuanganadan Aset Daerah Kabupaten Melawi mengacu pada perencanaan strategic, dalam rangka menyusunperencanaan dan menetapkan dasar untuk mengukur kinerja, tujuan, dan sasaran. Pada tahappelaksanaan pengelolaan aset daerah sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangan yangberlaku. Penataan Pengelolaan Aset Daerah meliputi penyusunan kebijakan, penghimpunan danpengolahan data sehingga menjadi data siap pakai pada fungsi pelaporan sesuai denga metodepencatatan. Pengawasan terhadap pengelolaan asset daerah dilakukan secara fungsional oleh pejabatyang berwenang.Diharapkan indikator pengelolaan aset daerahdapat ditingkatkan pengelolaan yangbersifat akuntabel dan tertata secara sistematis. Pelaporan pengelolaan aset harus sesuai dengan waktuyang telah direncanakan dan memiliki kelengkapan data dan data asset terdesia secara baik.
PENILAIAN KINERJA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Yadisar A.M. Yadisar
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 21 No 2 (2023): FOKUS
Publisher : Universitas Kapuas Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai penilian kinerja dalam memberikan layanan kepadamasyarakat, Adapun tujuan untuk mengetahi dan menganalisis penilian kinerja dalammemberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatankualitatid dan menggunakan jenis deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan teknikpengumpulan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan diperkuat dengandokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala UPT PPD Wilayah Sanggau,Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT PPD Wilayah Sanggau dan Kepala Seksi UPT PPD Wilayahserta Pegawai di UPT PPD Wilayah Sanggau. Analisis data yang digunakan adalah analisiskualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kinerja institusi sudah memilikiregulasi dan cara penilaian yang tertuang dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja InstansiPemerintah yang harus dibuat setiap tahunnya dan didalam indikator kinerja program terdapatindikator indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan. Pencapaian kinerja tahun 2020-2021dan proyeksi target jangka menengah dapat dilihat bahwa capaian realisasi tahun 2020 dan 2021mengalami peningkatan sebesar 0,96% dengan pencapaian kinerja tahun 2020 sebesar 38,02%,tahun 2021 sebesar 38,98% dan tahun 2022 sebesar 39,94%, sehingga proyeksi untuk capaiantahun 2023 sebesar 40,9%. Artinya jika dibandingkan dengan target jangka menengah yangsudah ditetapkan, maka realisasi kinerja dapat terealisasikan. Dari sisi indikator kinerja programdengan sasaran program: meningkatnya kualitas pelayanan pendapatan daerah denganindikator sasaran program: indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan pendapatan daerahdengan target sebesar 80,3%. Penilaian Kinerja Dalam Memberikan Pelayanan KepadaMasyarakat Pada Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendapatan Daerah (UPT PPD) WilayahSanggau sudah terlaksana dengan baik, hal ini tergambarkan dengan hasil pencapaian kinerjayang sudah mencapai terget yang telah ditetapkan. Peningkatan kinerja pelayanan kepadamasyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk segera mendapatkan perhatian dari semuapihak. Aparatur pelaksana yang memiliki kinerja yang belum baik akan mempengaruhi kinerjainstitusi dan masyarakat secara keseluruhan dalam meningkatkan daya saing, di harapkanpengawasan terhadap pelaksanaan SOP secara rerencana dan berkesinambungan.Kata Kunci : Penilaian; Kinerja; Pelayanan