Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POTENSI, PEMANENAN DAN PEMANFAATAN ROTAN JERNANG DI KAWASAN EKOBUDAYA HUTAN RAWA GAMBUT PENAM SENGKUANG LEBUK Antonius -; Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, pemanenan dan pemanfaatan resin jernangyang berasal dari Rotan jernang (Daemonorops spp) dengan menggunakan metode survey danwawancara langsung. Rotan jernang merupakan salah satu jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)yang bernilai ekonomi tinggi adalah produk yang berasal dari buah rotandisebut “jernang”. Jernangdigunakan oleh masyarakat untuk pewarna bahan kerajinan tangan dan tenun ikat. Penelitian ini dilakukanuntuk menganalisis potensi buah rotan jernang dan mendeskripsikan teknik pengolahannya memanenbuah rotan jernang oleh masyarakat. Penelitian dilakukan di kawasan Ekobudaya Penam SengkuangLebuk Desa Empaka Kebiau Raya Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.Potensijernang di hutan alam dapat mencapai 33,33 kg/ha/sekali panen. Buah yang baik untuk di panen memilikiukuran setengah dari ukuran buah matang. Warna buah jernang muda berwarna coklat tua kehitamandan apabila masak warnanya hitam kekuningan. Buah membutuhkan waktu sekitar 11"13 bulan untukmenjadi buah yang matang. Petani memanen buah dengan menggunakan parang panjang, kemudianjika rotan terlalu tinggi petani memanjat pohon inangnya.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI SEKOLAH Antonius -
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): EDUMEDIA : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v6i2.668

Abstract

Pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk menerapkan nilai-nilai agama, moral, etika pada peserta didik melalui ilmu pengetahuan, dibantu oleh orang tua, guru, serta masyarakat yang sangat penting dalam pembentukan dan perkembangan karakter peserta didik.Setiap anak memiliki potensi yang baik sejak lahir, namun potensi tersebut harus terus diasah dan disosialisasikan dengan baik agar karakter setiap anak terbentuk dan berkembang secara maksimal.Di zaman serba digital ini juga anak dengan mudahnya menggunakan media digital. Zaman digital yang bukan hanya memiliki dampak positif, namun juga dampak negatif pun menjadi tugas sendiri bagi pendidik, orang tua dan masyrakat dewasa dalam membimbing dan memantau apa yang anak lakukan dengan media digitalnya tersebut, sehingga anak mampu memanfaatkan media digitalnya sebaik mungkin dan mendapatkan manfaat yang baik untuk dirinya dan hidupnya.
PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR MELALUI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DAN KEARIFAN LOKAL Antonius -
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 16 No 2 (2018): Fokus: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Ka
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/fokus.v16i2.209

Abstract

Pengelolaan sumberdaya air dilaksanakan masih menerapkan, Peraturan Menteri Kehutanan P.64/Menhut-II/2013 tentang pemanfaatan air dan energy air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Edaran No: SE,I IIV-PJLKHLI 2014 tentang Izin Pemanfaatan (IPA) dan izin pemanfaatan energi air (IPEA) serta pertimbangan teknis untuk permohonan izin usaha pemanfaatan air (IUPA) dan izin usaha pemenfaatan energi air (IUPEA) di suaka margasatwa, taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam, serta Peraturan Daerah No 20 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Kabupaten masih bersifat mengakomodir zona pemanfaatan di kawasan taman wisata alam Bukit Kelam. Pemerintah dominan dalam perannya, dan sarat mengatur hak negara dubandingkan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan. Prinsip keselarasan antara kepentingan sosial, lingkungan hidup, ekonomi jauh dari asas keadilan maupun kelestarian. Pengelolaan sumberdaya air didukung oleh potensi sumberdaya alam, lingkungan sosial dan budaya sangat baik dan terbuka. Faktor penghambat pengelolaannya seperti:lingkup batas kawasan dengan pemukiman tidak diakui masyarakat, karena pemetaan batas sepihak. Model kebijakan yang ideal dalam pengelolaan sumberdaya air adalah inkremental yaitu mengedepankan sebuah keputusan diambil didasari hasil kompromi dan kesepakatan bersama antara banyak partisipan. Masyarakat menghendaki dibuatnya peraturan bersama berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal menerapkan pola 70 % hasil retribusi air menjadi hak desa diperuntukan untuk pembangunan berbagai infrastruktur, dan 30 % disetorkan kepada kas daerah.
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEKAYAAN DESA DI DESA BATU BUIL KECAMATAN BELIMBING KABUPATEN MELAWI Antonius -
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 19 No 1 (2021): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/fokus.v19i1.487

Abstract

Penelitian ini adalah implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2007Tentang Pedoman Pengelolaan kekayaan Desa. Dalam pengelolaan kekayaan desa belum dapat terlaksanasesuai seperti apa yang diharapkan. Ini dapat dilihat sering terjadinya permasalahan dalam kebijakanpengelolaan kekayaan desa, sistem pengelolaan kekayaan desa yang belum berpedoman secara tepat danprosedur penyusunan laporan kekayaan desa yang tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil akhirsebuah pembukuan kekayaan desa. Sehingga banyak rencana yang akan dilaksanakan akan menjaditertunda karena belum optimalnya administrasi kekayaan desa. Jenis penelitian yang digunakan adalahdeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas Camat Belimbing, Kepala DesaBatu Buil beserta perangkatnya yang menangani pengelolaan kekayaan desa. Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian diketahuiimplementasi pengelolaan kekayaan desa kepala desa beserta perangkatnya tidak secara jelas menjalankankebijakan pengelolaan kekayaan desa ini terlihat dari Sistem dan prosedur pengelolaan laporan kekayaandesa oleh kepala desa belum berjalan dilakukan berdasarkan pedoman pengelolaan kekayaan desa.Sehingga, laporan kekayaan desa yang disusun dan disajikan belum sepenuhnya sesuai dengan PeraturanMenteri Dalam negeri Nomor 4 Thaun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa. Selain itu,laporan kekayaan desa tersebut belum dapat disampaikan secara tepat waktu. Faktor yang mempengaruhiadalah berkaitan dengan teknis administrasi, teknis operasional dan sumber daya manusia aparatur desa.
PERANAN CAMAT DALAM PELAKSANAAN FUNGSI PEMERINTAHAN Antonius -
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 19 No 2 (2021): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/fokus.v19i2.567

Abstract

Sistem administrasi yang ada di Kecamatan Silat Hilir yaitu pengarsipannya menggunakansistem yang menyebar sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sebagai pemimpin CamatSilat Hilir sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memimpin di Kecamatan Silat Hilir serta sebagaipembina Camat Silat Hilir membina stafnya dengan baik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkanbahwa sistem administrasi yang terbagi menjadi beberapa pokok yang salah satunya yaitu systemadministrasi pengarsipan. Di Kecamatan Silat Hilir diterapkan sistem administrasi untuk pengarsipanadalah sistem administrasi desentralisasi yaitu sistem administrasi yang menyebar. Dalam orientasi tugasPegawai Camat Silat Hilir selalu mengerjakan tugasnya dengan baik dan tepat waktu. dari segi pembinaanyang dilakukan dalam rangka memotivasi para pegawai untuk melaksanakan tugasnya adalah denganmembagi tugas pegawai sesuai dengan bidangnya.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI SEKOLAH Antonius -
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v6i2.668

Abstract

Pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk menerapkan nilai-nilai agama, moral, etika pada peserta didik melalui ilmu pengetahuan, dibantu oleh orang tua, guru, serta masyarakat yang sangat penting dalam pembentukan dan perkembangan karakter peserta didik.Setiap anak memiliki potensi yang baik sejak lahir, namun potensi tersebut harus terus diasah dan disosialisasikan dengan baik agar karakter setiap anak terbentuk dan berkembang secara maksimal.Di zaman serba digital ini juga anak dengan mudahnya menggunakan media digital. Zaman digital yang bukan hanya memiliki dampak positif, namun juga dampak negatif pun menjadi tugas sendiri bagi pendidik, orang tua dan masyrakat dewasa dalam membimbing dan memantau apa yang anak lakukan dengan media digitalnya tersebut, sehingga anak mampu memanfaatkan media digitalnya sebaik mungkin dan mendapatkan manfaat yang baik untuk dirinya dan hidupnya.