Nur Yuliany
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Nur Yuliany; Ulfiani Rahman; Laela Kadri
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13314

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dengan pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 3 Binamu kabupaten Jeneponto yang berjumlah 64 peserta didik. Instrumen penelitian menggunakan tes berdasarkan pada indikator berpikir kritis matematis. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) nilai pretest dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dengan pendekatan problem posing memiliki persentase terbanyak pada kategorisasi sangat rendah dan persentase terbesar nilai posttest pada kategorisasi tinggi; 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dengan pendekatan problem posing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dikategorikan efektif. AbstractThis study aims to determine the effectiveness of think-pair-share cooperative learning model with the problem-posing approach to critical thinking skill of mathematics. This study uses a quantitative approach to the type of quasi-experimental research. The population in this study were all eighth-grade students of SMPN 3 Binamu, Jeneponto regency with a total of 64 students. The research instrument uses tests based on mathematical critical thinking indicators. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that 1) the pretest score by applying the cooperative learning model type think-pair-share with the problem-posing approach has the highest percentage in the very low categorization and the largest percentage of the posttest score in the high categorization. 2) The application of the cooperative learning model type think-pair-share with the problem-posing approach in improving students' mathematical critical thinking skills is considered effective.
PERBANDINGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR (SPPKB) DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI (SPE) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK Nur Indarwati; Thamrin Tayeb; Andi Ulmi Asnita; Nur Yuliany; Lisnasari Andi Mattoliang
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.13572

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas VII UPT SMPN 3 Mattirosompe dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) dan Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE). Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain non equivalent control group. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik dengan penerapan SPPKB pada umumnya berada pada kategori sangat tinggi dan kemampuan penalaran matematis peserta didik dengan penerapan SPE pada umumnya berada pada kategori tinggi. Selain itu, terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis peserta didik dengan menerapkan SPPKB dan SPE, dimana hasil kemampuan penalaran matematis peserta didik yang diajar dengan menerapkan SPPKB lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan penalaran matematis peserta didik yang diajar dengan menerapkan SPE di kelas VII UPT SMPN 3 Mattirosompe. AbstractThis study aims to compare the mathematical reasoning abilities of the seventh grade students of UPT SMPN 3 Mattirosompe using thinking ability enhancement learning strategy (TAELS) and Expository Learning Strategies (ELS). This type of research is a quasi experiment with a non equivalent control group design. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that students 'mathematical reasoning abilities with the application of TAELS were generally in the very high category and students' mathematical reasoning abilities with the application of ELS were generally in the high category. Besides, there are differences in students 'mathematical reasoning abilities using TAELS and ELS, where the results of students' mathematical reasoning abilities taught by TAELS are higher than students 'mathematical reasoning abilities taught using SPE in class VII students of UPT SMPN 3 Mattirosompe.
Pengaruh Strategi Giving Questions and Getting Answer dan Strategi Multilevel terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Nur Yuliany; Nurfadillah Nurfadillah; Ahmad Afif; Andi Ika Prasasti Abrar; Andi Halimah
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v3i1.19107

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui perbedaan antara strategi giving questions and getting answer dengan multilevel pada pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menerapkan desain non-equivalent control group. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan sampelnya terdiri dari kelas X MIA 2 dan 5 dari SMA Negeri 11 Makassar dengan jumlah 60 siswa. Instrumen yang diterapkan ialah tes yang berbentuk esai yang terdiri dari masing-masing 5 item pertanyaan untuk tes awal dan tes akhir, serta lembar pengamatan untuk guru. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t. Dari rangkaian pengamatan, selisish hasil pretest dan posttest kelas eksperimen meningkat 27.43, sementara selisih pretest dan posttest kelas pembanding meningkat 25,56. Lalu ketika dianalisis dengan independent sample t-test nilai signifikan lebih besar dari nilai α = 0,05 sehingga diputuskan bahwa tidak ada perbedaan jika guru menerapkan strategi giving questions and getting answer dengan strategi multilevel pada pemahaman konsep para siswa.