Hamdan Juhannis
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE CAUSAL FACTORS OF BUGIS-BONE ACCENT INTERFERENCE ON THE PRONUNCIATION IN ENGLISH CONVERSATION Nur Fadhillah; Hamdan Juhannis; Sitti Nurpahmi
ETERNAL (English, Teaching, Learning and Research Journal) Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.61 KB) | DOI: 10.24252/Eternal.V41.2018.A6

Abstract

The research was purposed to identify the causal factors of the English Students’ Accent interference on the pronunciation in English conversation. To meet the objective, the researcher adopted case study design by Cresswell. The data were gathered through qualitative method based on Miles and Huberman’s technique of data analysis. The research was undertaken in STAIN Watampone, Kabupaten Bone, from March 2017 to May 2017. The finding of the research showed that the the different phoneme areas of Bugis-Speaker with English Speakers and Bugis-Bone is strong/heavy accent are the causal factors that become the interference when the students speak English in English conversation. Referring on the description above, it informed that the students must be aware of their first language interference to their English pronunciation in English conversation.
KONTESTASI KEAGAMAAN DALAM MASYARAKAT MUSLIM URBAN Saprillah Saprillah; Hamdan Juhannis; Nurman Said; Hamzah Harun Al-Rasyid
Al-Qalam Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.626 KB) | DOI: 10.31969/alq.v26i1.844

Abstract

Kontestasi keagamaan menjadi salah satu ciri penting dalam sejarah masyarakat Islam. Latar belakang ide dan pemikiran keagamaan menjadi pemicu yang meledakkan berbagai perdebatan keagamaan. Berbagai kelompok keagamaan muncul dan menawarkan perspektif keagamaan yang berbeda-beda. Munculnya media digital mengamplifikasi berbagai mode perdebatan dengan jumlah massa yang lebih besar. Kontestasi yang bersifat dialektis ini pada prinsipnya dibutuhkan untuk membangun peradaban Islam yang dialogis. Sepanjang kontestasi wacana keagamaan berlangsung dalam suasana debat intelektual. Hal itu justru berpengaruh positif bagi lahirnya kreasi-kreasi keagamaan baru. Salah satu implikasi menarik dari kontestasi keagamaan adalah munculnya berbagai gerakan keagamaan populer dalam kerangka merebut panggung di media sosial. Kelompok salafi pun tidak ketinggalan merebut panggung modernitas, bahkan sedang membentuk satu bentuk gerakan keagamaan baru yang disebut urban salafisme.