Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Buah Pisang Menjadi Pinangun (Pisang Nugget Donowangun) Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Donowangun Natal Kristiono; Indri Astuti; Fitri Hidayati
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): November 2020
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v3i2.443

Abstract

Donowangun Village, Talun District, has excellent plantation potential, one of the abundant commodities is banana. Banana fruit is a food material that has high economic value. The availability of bananas during the harvest season causes the price of bananas to decline. Of course, action needs to be taken so that prices do not fall too sharply. This problem condition is the basis of the Banana Fruit Processing Training activity to Pinangun (Banana Nugget Donowangun) in Donowangun Village. The purpose of this activity is to process bananas into processed products with high economic value, namely by making banana nuggets. The abundant availability of bananas certainly does not make it difficult for the surrounding community to later open a banana nugget business which has high economic value so that they have high hopes for increasing the market share of this banana fruit. In this activity the UNNES KKN team provided material on the future prospects of the nugget banana processing business. The next material is training on processing banana nuggets that are ready to be produced and have high selling value and proper packaging. The methods used are creative lectures, practice / demonstrations and discussions. The result of this activity is the increased insight and knowledge of PKK Donowangun Village women regarding banana processing. It is hoped that later it will motivate PKK women to create a home industry for banana nuggets.
Pendidikan Anti Korupsi dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa sebagai Upaya Meningkatkan Ketrampilan Antikorupsi Natal Kristiono; Rudi Salam; Hafiz Rafi Uddin; Ibnu Shodiq; Novia Wahyu Wardhani; Indri Astuti; Adelya Ainur Fatimah; Ari Rahardiansyah; Mochammad Rizal Pratama; Kallila Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4384

Abstract

Studi ini menganalisis seberapa efektif pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter dan meningkatkan keterampilan antikorupsi siswa di perguruan tinggi Indonesia. Studi literatur menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi masih terfokus pada pembelajaran teoritis, kurang keteladanan, dan belum terintegrasi secara efektif dalam kurikulum. Akibatnya, mahasiswa masih belum internalisasi nilai antikorupsi. Keterbatasan sumber daya, kekurangan pelatihan dan fasilitas, serta kurangnya perlindungan bagi pelapor korupsi adalah hambatan lain. Penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran interaktif sangat penting; nilai antikorupsi harus dimasukkan ke dalam semua aspek pendidikan; dan siswa harus diajarkan keterampilan praktis seperti cara menemukan, menolak, dan melaporkan korupsi. Untuk membuat ekosistem pendidikan antikorupsi yang berhasil, keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi harus bekerja sama. Melalui Pendekatan ini pendidikan anti korupsi daharapkan dapat memebntuk generasi mahasiswa yang bukan memahami bahaya anti korupsi saja, melainkan juga berana dalam menjadi agen perubahan masyarakat.