Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Solvabilitas, Kompleksitas Operasional, Upaya Audit, Likuiditas, Profitabilitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur Terdaftar Indeks Tahun 2019-2021 Raisa Dani; Kamaliah Kamaliah; Alfiati Silvi
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i3.1484

Abstract

Keterlambatan rilis laporan keuangan dapat menyebabkan komplikasi dengan laporan keuangan emiten. Apabila terjadi keterlambatan yang mengakibatkan laporan keuangan tidak tersedia pada saat dibutuhkan, maka informasi dalam laporan keuangan akan kehilangan relevansinya dan tidak dapat memenuhi tuntutan pemakai; karenanya, laporan keuangan akan dianggap tidak berharga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh solvabilitas, kompleksitas operasional, upaya audit, likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap audit delay dan opini audit, serta pengaruh reputasi KAP yang merupakan variabel kontrol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dan metodologi kuantitatif. Data sekunder berupa informasi tanggal rilis laporan keuangan perusahaan di website BEI dan laporan tahunan emiten BEI tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Perusahaan di sektor manufaktur yang terdaftar di BEI merupakan populasi penelitian. Strategi pemilihan sampel menggunakan metodologi purposive sampling dengan total ukuran 68 perusahaan, dan regresi linier berganda digunakan sebagai teknik analisis. Berdasarkan temuan penelitian, Solvabilitas tidak berpengaruh terhadap Audit Delay. Tidak ada pengaruh antara Kompleksitas Operasional dan Audit Delay. Audit Effort kerja berpengaruh terhadap Audit Delay. Audit Delay tidak berpengaruh terhadap likuiditas. Profitabilitas berpengaruh terhadap Audit Delay. Audit Delay dipengaruhi oleh ukuran perusahaan.
Pengaruh Karakteristik CEO dan Aset Tidak Berwujud Terhadap Kinerja Akuisisi Dimediasi Reputasi Perusahaan¬ Abid Ilmun Fisabil; Kamaliah Kamaliah; Rheny Afriana Hanif
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Desember 2023 [DOAJ dan SINTA Indexed]
Publisher : Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrak.v11i3.55110

Abstract

The study intends to test the influence CEO characteristics and intangible assets produce on firm acquisition performance, as well as the mediating role of firm reputation. Samples were taken under purposive sampling on publicly traded firms listed on the Indonesian Stock Exchange from 2015 to 2020. SEM Path Analysis was carried out to model the research. The findings suggest a positive significant relation between CEO characteristics and firm reputation. Intangible asset, as the second independent variable, performs a significant positive relation to firm reputation. However, the study did not find any relation between CEO characteristics, intangible assets to firm performance as well as firm reputation to firm performance. In addition, the study also did not find any significant mediating role in firm performance.
Pengaruh Green Finance, Green Regulation dan Green Innovation Terhadap Keputusan Investasi pada Perusahaan Sektor Energi Terbarukan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024 Edy Darminto; Kamaliah Kamaliah; Poppy Nurmayanti
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9591

Abstract

Isu keberlanjutan semakin mendapat perhatian global akibat meningkatnya emisi karbon dan keterbatasan energi fosil (International Energy Agency, 2025). melalui Paris Agreement and Sustainable Development Goals mendorong transisi ke energi terbarukan (United Nations, 2015). Investasi global energi bersih diperkirakan mencapai USD 2,2 triliun pada 2025 setelah rekor USD 728 miliar pada 2024, dengan tren alokasi investasi meningkat signifikan selama 2020–2024 menunjukkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan energi bersih (BloombergNEF, 2024). Di Indonesia, meski ada regulasi dan insentif seperti Perpres No. 98 Tahun 2021, PP No. 78 Tahun 2019, dan PMK No. 130/PMK.010/2020, realisasi investasi energi terbarukan cenderung menurun, dari USD 35,51 miliar pada 2020 menjadi USD 23,85 miliar pada 2024, mencerminkan ketidakpastian regulasi, keterbatasan akses keuangan hijau, dan risiko proyek yang tinggi sehingga transisi energi berkelanjutan belum konsisten (Kementerian Investasi dan Hilirisasi, 2025).Ketidakcocokan tersebut semakin terlihat dari fluktuasi capital expenditure (capex) sebagai proksi keputusan investasi perusahaan energi terbarukan di Indonesia sepanjang 2020–2024, yang menunjukkan adanya ketidakpastian. Data capital expenditure memperlihatkan bahwa sekitar 70% perusahaan mengalami penurunan, sementara hanya 30% perushaan yang mampu mempertahankan atau meningkatkan investasinya. Fakta ini menegaskan adanya kesenjangan nyata antara kebijakan yang ditetapkan dengan realisasi investasi di lapangan. Penelitian ini berfokus pada metode pengukuran keputusan investasi menggunakan capital expenditure, sekaligus menambahkan variabel green innovation dalam model penelitian yang jarang dikaji secara bersamaan dalam konteks energi terbarukan di Indonesia. Hal ini memotivasi penulis untuk mengkaji pengaruh green finance, green regulation dan green innovation terhadap keputusan investasi pada sektor energi terbarukan di Indonesia. Keputusan investasi perusahaan dijelaskan melalui stakeholder theory, sedangkan green finance menggunakan triple bottom line theory dan green regulation serta green innovation dijelaskan melalui legitimacy theory. Berdasarkan stakeholder theory, perusahaan mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan investasi, termasuk aspek sosial dan lingkungan (Freeman, 1984). triple bottom line theory menekankan keseimbangan antara profit, people dan planet, sehingga mendorong investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga keberlanjutan sosial dan lingkungan (Elkington, 1997). Sementara itu, legitimacy theory menyoroti bahwa investasi dalam inovasi ramah lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan merupakan strategi perusahaan untuk memperoleh legitimasi sosial dengan menunjukkan keselarasan antara aktivitas bisnis dan nilai yang berlaku di masyarakat (Dowling & Preffer, 1975). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada 22 perusahaan energi terbarukan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, 17 perusahaan dipilih sebagai sampel melalui metode purposive sampling dengan kriteria perusahaan sektor energi terbarukan yang sudah go public atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta memiliki sustainability report secara konsisten selama lima tahun dalam rentang 2020– 2024 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Jumlah data observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 85. Analisis dilakukan dengan regresi data panel melalui serangkaian uji pemilihan model meliputi uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier serta uji asumsi klasik. Hasil uji pemilihan model menunjukkan bahwa random effect model (rem) merupakan model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini. Seluruh uji asumsi klasik telah terpenuhi, yaitu data terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terdapat heteroskedastisitas, dan tidak terjadi autokorelasi. Dengan demikian, random effect model dinyatakan valid dan layak digunakan untuk menganalisis pengaruh green finance, green regulation dan green innovation terhadap keputusan investasi pada sektor energi terbarukan di Indonesia. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green finance, green regulation dan green innovation berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Secara spesifik, green finance berpengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa praktik keuangan berkelanjutan berperan penting dalam mendorong investasi energi terbarukan. Kemudian, green regulation berpengaruh negatif signifikan, yang mengindikasikan bahwa green regulation masih dipersepsikan sebagai hambatan jangka pendek karena menambah beban kepatuhan dan biaya, sehingga mengurangi peluang perusahaan untuk mengalokasikan dana bagi ekspansi usaha. Sementara itu, green innovation berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi, menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi ramah lingkungan mendorong investasi strategis untuk memperkuat posisi dan kinerja jangka panjang. Penelitian ini memiliki implikasi literatur, teori dan praktis. Secara literatur, penelitian ini memperluas kajian empiris di bidang keputusan investasi dengan menginvestigasi pengaruh green finance, green regulation dan green innovation pada perusahaan sektor energi terbarukan di Indonesia. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat triple bottom line theory, stakeholder theory dan legitimacy theory yang digunakan dalam studi ini. Dari sisi praktis, hasil penelitian memberikan masukan bagi manajemen perusahaan dan pemerintah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara penerapan kebijakan hijau dan daya tarik investasi. Perusahaan diharapkan memperkuat komitmen keberlanjutan tanpa mengabaikan efisiensi bisnis, sedangkan pemerintah perlu meninjau kembali implementasi regulasi ramah lingkungan agar tetap mendukung iklim investasi yang kondusif di sektor energi terbarukan. Untuk penelitian selanjutnya, pendekatan ini dapat diperluas dengan mengintegrasikan perspektif terkini seperti behavioral finance, green economy, serta big data dan artificial intelligence, menambah variabel seperti risiko pasar dan insentif pajak, serta mempertimbangkan metode analisis kompleks seperti regresi non-linear atau structural equation modeling untuk pemahaman yang lebih mendalam.