Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Teori Neuronsains Perspektif Cajal dan Gardner dalam Mengembangkan Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligence Falahudin, An’im; Darmawan, Rahmad; Ulfiah, Alina Rizka; Bagus Mahardika
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/0nqg1a87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi teori neurosains perspektif Santiago Ramón y Cajal dengan teori Multiple Intelligences Howard Gardner dalam pengembangan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman tentang cara kerja otak dan keberagaman kecerdasan peserta didik guna menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan mensintesis gagasan utama terkait hubungan neurosains, neuroplastisitas, dan kecerdasan majemuk dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences mampu meningkatkan minat, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Integrasi prinsip neurosains dengan multiple intelligences memungkinkan guru merancang pembelajaran yang menyesuaikan potensi, bakat, dan kebutuhan otak peserta didik melalui pendekatan multisensori dan emosional. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter, spiritualitas, dan kecerdasan secara holistik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman tentang cara kerja otak dan keberagaman kecerdasan menjadi kunci dalam mengoptimalkan sistem pendidikan dan strategi pembelajaran PAI yang lebih inklusif dan efektif.
Neutrophil Extracellular Traps as Potential Therapeutic Targets in Systemic Lupus Erythematosus: A Systematic Review of Current Evidence Primartati, Danny Meganingdyah; Fatmariza, Aulia Risqi; Darmawan, Rahmad; Fadillah, Noor
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.318

Abstract

Introduction: Systemic Lupus Erythematosus is an autoimmune disorder in which the immune system becomes increasingly dysregulated, inflamed, and involves multiple organ systems. While NETs play an essential role in antimicrobial defence, in SLE, they enhance immunopathological damage by driving type I interferon response, autoantibody production, and tissue damage. NETs, due to their unique capability of serving both as disease extraditional and as disease instigators, are a promising target in SLE. Methods: The current review is in accordance with PRISMA guidelines and registered in PROSPERO (CRD420251129386). Comprehensive searches were performed in PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, and JSTOR, published between 2021 and 2025. Primary research investigating NETs or interventions aimed at them in SLE were included. Articles were excluded for non-originality, focus outside SLE and NETs, and lack of therapeutic focus. Documents were appraised for design, population, sample size, intervention, outcome, and therapeutic relevance for extraction. Results: A total of 1.065 articles were initially identified, of which six studies met inclusion criteria. Clinical studies consistently demonstrated elevated NET remnants, impaired NET degradation, and organ-specific deposition associated with lupus nephritis and vascular involvement. Preclinical models showed that PAD4 inhibition, DNase I supplementation, and mitochondrial-targeted antioxidants reduced NET formation, attenuated interferon-driven immune responses, and ameliorated renal and vascular pathology. Conclusion: Existing data underscore the role of NETs as critical pathogenic components of SLE and corroborate the possibility of NETs as therapeutic targets. There is, however, an immediate need for bespoke NET assays, active-signed NET biomarker stratification, NET-guided patient stratification, and rigorous clinical trial design.
EVALUASI NILAI HOMA-Β PADA TIKUS DIABETES TERINDUKSI STREPTOZOTOCIN SETELAH PEMBERIAN FERMENTASI TEH HIJAU Darmawan, Rahmad
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i1.1191

Abstract

Hiperglikemia kronis berkontribusi terhadap gangguan fungsi sel β pankreas melalui peningkatan stres oksidatif dan disfungsi sekresi insulin. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh oleh kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan potensi metabolik. Penelitian ini mengevaluasi efek pemberian kombucha teh hijau terhadap regulasi glukosa darah dan fungsi sel β pankreas pada model tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Lima belas tikus Wistar jantan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok diabetes tanpa intervensi serta dua kelompok intervensi dengan dosis 1,25 mL/kgBB dan 2,5 mL/kgBB selama 14 hari. Pemberian kombucha menunjukkan penurunan kadar glukosa darah puasa serta perbaikan indeks HOMA-B secara signifikan dibandingkan kelompok diabetes. Dosis 2,5 mL/kgBB memberikan respons paling optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombucha teh hijau berpotensi mendukung perbaikan homeostasis glukosa melalui modulasi fungsi sel β pancreas.
BROMA-GI (Bromelain Nanas untuk Gingiva): Edukasi Herbal Berbasis Potensi Lokal untuk Pencegahan Gingivitis Chasanah, Niswatun; Darmawan, Rahmad; Rahmawan , Dzanuar; Irawan , Rudi; Kristanto, Yanuar
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gingivitis merupakan peradangan jaringan gingiva yang masih sering terjadi akibat akumulasi plak dan rendahnya literasi masyarakat mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kondisi ini memerlukan upaya preventif berbasis edukasi yang mudah dipahami dan memanfaatkan potensi lokal. Nanas (Ananas comosus) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti vitamin C, flavonoid, dan senyawa fenolik, dengan bromelain sebagai enzim proteolitik utama yang memiliki aktivitas antiinflamasi melalui modulasi mediator inflamasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan edukasi herbal berbasis potensi lokal melalui program BROMA-GI (Bromelain Nanas untuk Gingiva) sebagai upaya pencegahan gingivitis. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan diskusi, disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 25 peserta masyarakat dewasa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 48,8 sebelum edukasi menjadi 84,8 setelah edukasi, dengan selisih rata-rata 36 poin. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan gingiva dan pemanfaatan nanas sebagai pendukung upaya preventif. Disimpulkan bahwa edukasi herbal berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan bromelain nanas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung pencegahan gingivitis di tingkat masyarakat. Kata Kunci: bromelain, nanas, gingivitis, edukasi herbal, potensi lokal, pencegahan