Ayu Faradillah
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Kemampuan Komunikasi Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika ditinjau dari Kemampuan Matematika Secara Online Fresha Anjani; Disya Futhi Rahma Dini; Ayu Nafidatul Ummah; Muhamad Arjun; Ayu Faradillah; Hikmatul Khusna
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp53-62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui tes uraian, observasi dan wawancara. Total subjek pada penelitian sebanyak tiga siswa yang terdiri dari satu siswa dengan kemampuan matematika tinggi, satu siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan satu siswa dengan kemampuan matematika rendah yang dipilih berdasarkan hasil Penilaian Akhir Tahun (PAT) semester genap pada kelas VIII tahun ajaran 2020/2021. Pada penelitian ini terdapat empat indikator, yaitu written text & drawing, mathematical concept relations, completion steps, dan draw a conclusion. Selanjutnya, hasil penelitian ini diperoleh bahwa subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator 3 dan 4 namun terdapat kekeliruan pada indikator 1 dan 2. Subjek yang memiliki kemampuan matematika sedang mampu menyelesaikan soal pada indikator 2 dan 3 namun terdapat kekeliruan pada indikator 1 dan 4. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan matematika rendah mampu menyelesaikan soal pada indikator 2 dan 3 akan tetapi keliru pada indikator 1 dan 4.
Analisis Kemampuan Penalaran Siswa SMK dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berdasarkan Gender Inggar Aulia Fauziah; Khulyatin Dyah Saputri; Ayu Faradillah; Fitri Alyani
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp70-77

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa SMK dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan gender. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pemberian instrument berupa tes uraian, observasi, dan wawancara. Total subjek pada penelitian ini sebanyak dua siswa dengann satu siswa perempuan dan satu siswa laki-laki pada kelas XI jenjang Sekolah menengah Kejuruan di Jakarta. Pada penelitian ini terdapat lima indikator Kemampuan Penalaran, yaitu Analisis, Generalisasi, Sintesis, Justifying, dan Penyelesaian Masalah Non-Rutin. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa siswa perempuan dapat menyelesaikan soal tes dengan memenuhi kelima indikator. Sedangkan siswa laki-laki pada indikator generalisasi tidak terpenuhi dan hasil yang didapat dari setiap indikator tidak sempurna. Maka dapat terlihat bahwa terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMK dalam Menyelesaikan Masalah Matematika berdasarkan Kemampuan Matematis Melinda Pebrianti; Citra Septiana; Ayu Faradillah; Windia Hadi
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp90-99

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Total subjek pada penelitian sebanyak 3 siswa kelas X pada jenjang sekolah menengah kejuruan, yang terdiri dari masing-masing 1 siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan siswa rendah dengan pemilihan subjek yang didasarkan pada nilai akhir Ujian Tengah Semester (UTS). Pada penelitian ini terdapat 4 indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Selanjutnya, hasil penelitian ini diperoleh bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi dengan memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Sedangkan siswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah cenderung hanya memenuhi sebagian indikator dari keempat indikator kemampuan berpikir kritis.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Keaktifan Belajarnya di Sekolah Kejuruan Nur Alifa Deviar Refiyanti; Luffy Ardiansyah; Ayu Faradillah; Asih Miatun
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp129-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMK dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan keaktifan belajar. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Total subjek pada penelitian sebanyak 2 siswa yang terdiri dari 1 siswa dengan keaktifan belajar tinggi dan 1 siswa dengan keaktifan belajar sedang yang dilihat berdasarkan aktivitas selama pembelajaran semester genap pada kelas X jenjang sekolah menengah kejuruan di Jakarta. Teknik penelitian ini menggunakan tes tertulis dan wawancara. Pada penelitian ini terdapat 4 indikator, yaitu kelancaran, kelenturan, kebaruan, dan keterincian. Selanjutnya, hasil penelitian ini diperoleh bahwa subjek dengan keaktifan belajar tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator kelancaran, kebaruan dan keterincian tapi tidak dapat menyelesaikan soal pada indikator kelenturan. Sedangkan subjek dengan keaktifan belajar sedang mampu menyelesaikan soal pada indikator kelancaran saja tapi tidak dapat menyelesaikan soal pada indikator kelenturan, kebaruan dan keterincian.
Validitas dan Reliabilitas Anxiety Questioner dalam Pembelajaran Matematika dengan menggunakan Rasch Models Vindry Rika Yunika; Annisa Nur Rohmah; Siti Nadiatul Istiqomah; Ayu Faradillah
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp161-169

Abstract

Kecemasan matematika (mathematical anxiety) adalah sebuah reaksi emosional dalam diri yang biasanya berupa perasaan takut, cemas, khawatir apabila mengerjakan sesuatu terkait matematika. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji terkait validitas dan reliabilitas siswa dalam kecemasan matematika. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan total subjek pada penelitian sebanyak 116 siswa pada jejang sekolah yang berbeda (SMP, SMA, serta SMK). Penelitian ini menggunakan angket kecemasan matematika (mathematical anxiety) yang diadopsi pada penelitian lain dimana pada angket tersebut terdapat 2 indikator. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan Rasch Model (winstep). Selanjutnya, hasil penelitian ini memperoleh bahwa terdapat 11 subjek serta 1 pernyataan yang tidak valid dan sementara hasil perhitungan reliabilitas diperoleh sebesar 76.
IMPLEMENTATION OF GEOGEBRA ONLINE BASED ON GUIDED INQUIRY TO INCREASE PROBLEM SOLVING ABILITY AND STUDENT LEARNING INDEPENDENCE Windia Hadi; Ayu Faradillah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.785 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.5000

Abstract

Mathematical problem solving ability and student learning independence have a positive relationship and have an important role in learning, especially for students of mathematics education study program. Geogebra online is a learning medium to help students understand image visualization. Mathematical problem solving ability is the highest level among other mathematical abilities. This study aims to 1) test the improvement of students' mathematical problem solving skills using zoom with guided inquiry-based online geogebra better than students' mathematical problem-solving skills using zoom with guided inquiry without online geogebra, 2) examine the increase in student learning independence using zoom with online geogebra. guided inquiry based is better than student learning independence using zoom with guided inquiry without online geogebra. The method used is quantitative research with pretest posttest group design. Data analysis using the independent test, namely the t test. Before the t test, a prerequisite test was carried out first by testing the normality and homogeneity of the data. For learning independence questionnaire data, ordinal data was changed using Rasch model software into interval data and then data analysis using SPSS. DR. HAMKA odd semester 2021/2022 and the sample is two classes that were selected using purposive sampling technique. Data analysis used t test and normalized gain test to see the results of increasing problem solving abilities and learning independence. Based on the results of the research, it can be concluded that 1) The improvement of mathematical problem solving abilities of students who learn using zoom with guided inquiry-based online geogebra is better than students who use zoomed guided inquiry without online geogebra. The results of the increase in mathematical problem solving abilities of students in the online geogebra class based on guided inquiry obtained an increase in the high category and an increase in mathematical problem solving abilities students in the guided inquiry class without online geogebra obtained an increase in the medium category and 2) increased learning independence of students who learn using zoom with geogebra online guided inquiry based is better than students who use zoom with guided inquiry without online geogebra. The results of increasing student learning independence in the online geogebra class based on guided inquiry and guided inquiry class without online geogebra obtained an increase in the low category.Penelitian ini bertujuan untuk menguji peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa dan kemandirian belajar menggunakan zoom dengan geogebra online berbasis guided inquiry lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa menggunakan zoom dengan guided inquiry tanpa geogebra online. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan design pretes postes group design. Analisis data dengan menggunakan uji independent test yaitu uji t, Sebelum uji t dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu dengan menguji normalitas dan homogenitas data. Untuk data angket kemandirian belajar data, ordinal diubah dengan menggunakan software research model menjadi data interval kemudian analisis data dengan menggunakan shops..Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa prodi pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA semester ganjil tahun 2021/2022 dan sampel adalah dua kelas yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t dan uji gain ternormalisasi untuk melihat hasil peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar. Berdasarkan hasil penelitian di dapat bahwa Peningkatan kemampuan Pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar mahasiswa yang pembelajaran menggunakan zoom dengan geogebra online berbasis guidedinquiry lebih baik daripada mahasiswa yang menggunakan zoom dengan guided inquiry tanpa geogebra online. Hasil peningkatan kemampuan Pemecahan masalah matematis mahasiswa kelas geogebra online berbasis guided inquiry memperoleh peningkatan dalam kategori tinggi dan kelas guided inquiry tanpa geogebra online memperoleh peningkatan dalam kategori sedang. Hasil peningkatan kemandirian belajar mahasiswa kelas geogebra online berbasis guided inquiry dan kelas guided inquiry tanpa geogebra online memperoleh peningkatan dalam kategori rendah.
MATHEMATICAL TRAUMA STUDENTS’ JUNIOR HIGH SCHOOL BASED ON GRADE AND GENDER Ayu Faradillah; Leha Febriani
Jurnal Infinity Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NUMBER 1, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v10i1.p53-68

Abstract

Mathematical trauma is a mental condition of students caused by experiences that make it difficult or emotionally with mathematics. This study analyzes students’ trauma of mathematics based on grade and gender by using survey research methods and data processing using Winsteps. The subjects of the research were 204 students in every grade in Junior High School. The questionnaire consisted of 20 statements. This instrument was developed measuring mathematical trauma. It consisted of three indicators: difficult to adapt to the environment, saturated with the learning system that is done, and difficult to get along and organize themselves. Based on the Rasch analysis, for the item, two items (I10 and I7) are a misfit, and the rest items are fit. The items were suitable for 147 respondents (72.06%). Based on The Wright Maps table on WinSteps, the percentage of male students who are very traumatized by mathematics is more than female students. Meanwhile, based on grade, students from grade 8 are more very traumatized by mathematics than students from grade 7 and grade 9. Furthermore, based on a questionnaire, students prefer to class condition that made very traumatized by mathematics.
MATHEMATICAL TRAUMA STUDENTS' JUNIOR HIGH SCHOOL BASED ON GRADE AND GENDER Ayu Faradillah; Leha Febriani
Jurnal Infinity Vol 10 No 1 (2021): VOLUME 10, NUMBER 1, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v10i1.p53-68

Abstract

Mathematical trauma is a mental condition of students caused by experiences that make it difficult or emotionally with mathematics. This study analyzes students’ trauma of mathematics based on grade and gender by using survey research methods and data processing using Winsteps. The subjects of the research were 204 students in every grade in Junior High School. The questionnaire consisted of 20 statements. This instrument was developed measuring mathematical trauma. It consisted of three indicators: difficult to adapt to the environment, saturated with the learning system that is done, and difficult to get along and organize themselves. Based on the Rasch analysis, for the item, two items (I10 and I7) are a misfit, and the rest items are fit. The items were suitable for 147 respondents (72.06%). Based on The Wright Maps table on WinSteps, the percentage of male students who are very traumatized by mathematics is more than female students. Meanwhile, based on grade, students from grade 8 are more very traumatized by mathematics than students from grade 7 and grade 9. Furthermore, based on a questionnaire, students prefer to class condition that made very traumatized by mathematics.