Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Makanan Dalam Perspektif Al-Quran: Studi Analisis Surat al-Maidah ayat: 5 Waesul Kurni
Al Ashriyyah Vol. 1 No. 1 (2015): Al Ashriyyah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/alashriyyah.v1i1.7

Abstract

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan primer manusia. lewat makanan inilah keidupan manusia akan tetap berlangsung. Meskipun demikian, bukan berarti semua makanan dan minuman yang ada di muka bumi ini halal untuk dikonsumsi. Allah lewat ayat-ayat-Nya telah menjelaskan berbagai jenis makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi. Pada hakikatnya, makanan dan minuman yang dibolehkan untuk dikonsumsi adalah makanan dan minuman yang mengandung manfaat dan kebaikan untuk manusia itu sendiri. Sebaliknya, makanan dan minuman yang dilarang, didalamnya terdapat madlarat atau merusak tubuh manusia itu sendiri.
Air Dalam Al-Qur’an Dan Fungsinya Dalam Kehidupan Waesul Kurni
Al Ashriyyah Vol. 2 No. 1 (2016): Al Ashriyyah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/alashriyyah.v2i1.16

Abstract

Bahwa air hasil proses dari evaporasi adalah 90% uap air pada atmosfer yang berasal dari semaudera laut, sungai, danau dan tanah adalah salah satu kebesaran Allah SWT yaitu dapat mengubah air menjadi kumpulan gas diatmosfer dengan bantuan sinar matahari yang disebut dengan awan bentuk yang bergumpal-gumpal. Allah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya dilangit menurut yang dikehendakinya dan menjadikannya bergumpal-gumpal. “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang tiada tandingannya dalam tiap kataNya. Allah senantiasa mengajarkan manusia, salah satunya dengan benda-benda yang ada disekitar mereka. Dan ayat-ayat yang menjelaskan tentang air dalam Al-Qur’an sebanyak 23 ayat. Air adalah sumber kehidupan dan denganNya kita bisa menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Oleh karena itu air menjadi sumber daya dan essensi.
Had Zina Dalam Persepektif Al-Qur`an Waesul Kurni; Mahmurudin Mahmurudin
Al Ashriyyah Vol. 3 No. 2 (2017): Al Ashriyyah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/alashriyyah.v3i2.29

Abstract

Praktik perzinaan dapat membawa persoalan krusial dalam kehidupan sosial, oleh karena wajarlah jika larangan untuk melakukannya dalam Al-Qur`an diiringi dengan penegasan bahwa perbuatan itu adalah perbuatan keji dan jalan yang keliru. Di antara persoalan yang diakibatkan oleh perbuatan keji itu terkait antara status anak dan menikahi wanita sebagai salah satu pelakunya. Untuk menjelaskan status hukum dari kedua macam “korban” dari perzinaan itu perlu penjelasan yang secukupnya karena tak jarang status keduanya sering dikacaukan sehingga tak jelas duduk perkaranya.
Hudud: Kritik Wacana Tentang Tafsir Hak Asasi Manusia (HAM) Waesul Kurni
Al Ashriyyah Vol. 4 No. 2 (2018): Al Ashriyyah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/alashriyyah.v4i2.42

Abstract

Praktik perzinaan dapat membawa persoalan krusial dalam kehidupan sosial, oleh karena wajarlah jika larangan untuk melakukannya dalam Al-Qur‘an diiringi dengan penegasan bahwa perbuatan itu adalah perbuatan keji dan jalan yang keliru. Di antara persoalan yang diakibatkan oleh perbuatan keji itu terkait antara status anak dan menikahi wanita sebagai salah satu pelakunya. Untuk menjelaskan status hukum dari kedua macam “korban” dari perzinaan itu perlu penjelasan yang secukupnya karena tak jarang status keduanya sering dikacaukan sehingga tak jelas duduk perkaranya
Hustle Culture in Generation Z Study of Thematic Hadith Permatasari, Murnia Andini; Al Ayubi, Sholahuddin; Makhzumi; Alfariz, Ardan; Waesul Kurni
Wardah Vol 25 No 2 (2024): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ea7fz503

Abstract

Analyzing the phenomena known as "hustle culture," which describes a culture of high ambition and intense labor, frequently at the sacrifice of personal wellbeing. Extreme dedication to work, giving up personal time, and internet connectivity that enables people to display their accomplishments are characteristics of hustle culture. This culture has a variety of effects on Generation Z. up the one hand, hustle culture can inspire self-reliance and an entrepreneurial mindset, giving this generation the will to experiment and take up unorthodox professions. On the other hand, the pressure to constantly be productive can lead to mental health problems, stress, and anxiety in addition to interfering with a healthy work-life balance. In contrast to other generations, Generation Z encounters hustling culture in a distinct setting. where their work style and personality are greatly influenced by technology and social media. They are nonetheless impacted by the pressure to succeed, even though they are more conscious of the value of work-life balance. Finding strategies to cope with this strain, foster an atmosphere that promotes wellbeing, and reward success without compromising mental health and interpersonal relationships is crucial for both people and society as a whole.
Amanah Sebagai Pilar Etika Qur’ani: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Tanggung Jawab Moral Siti Waspiatul Kamilah; Syafiin Mansur; Waesul Kurni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 2, September-Desember 2025
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i2.202

Abstract

Dalam kajian etika Islam, konsep amanah telah dipandang sebagai prinsip moral yang memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter manusia. Istilah amanah tidak hanya dipahami sebagai unsur kepercayaan sosial, melainkan mencakup tanggung jawab yang menyeluruh terhadap Allah, sesama manusia, dan lingkungan kehidupan sebagai bagian dari karakter ideal seorang muslim. Kajian literatur menunjukkan bahwa amanah dan tanggung jawab merupakan dua nilai inti yang membentuk akhlak manusia berintegritas, sehingga mampu menghindarkan individu dari penyimpangan moral dan perilaku tidak etis. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan metode tafsir tematik (tafsir maudhu’i) sebagai kerangka utama dalam menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep amanah dan tanggung jawab moral. Paradigma etika Islam menempatkan konsep amanah sebagai pondasi utama nilai moral. Salah satu dimensi amanah yang ditegaskan oleh Al-Qur’an adalah amanah spiritual, yakni kewajiban manusia terhadap Allah melelalui ketaatan, kesetiaan terhadap iman, ketakwaan, dan komitmen menjalankan syariat-Nya. Dimensi ini menegaskan bahwa hubungan manusia dengan Allah bukan sekadar ibadah formal, melainkan pemeliharaan kesadaran batin dan kejujuran spiritual. Konsep amanah dalam etika Islam merupakan landasan moral utama yang mencakup tanggung jawab manusia terhadap Allah, sesama, dan alam. Nilai amanah menjadi pijakan dalam membentuk karakter yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab baik dalam ranah personal maupun sosial. Dengan demikian, amanah bukan hanya sekadar konsep teologis, tetapi juga merupakan prinsip etika Qur’ani yang relevan dan dapat diterapkan sepanjang masa.