Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan VCT Pada Ibu Hamil di Puskesmas Puter Sri Hennyati; Rosita .; Nurima Trianita
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 1 (2019): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i1.81

Abstract

VCT examination is a confidential dialogue between a person and a health worker that is a counselor who aims to help the person cope with stress and make personal decisions related to HIV / AIDS. This study was to determine the factors that affect the examination of VCT in pregnant women at Puter Health Center in 2017. Descriptive analytic research, population in this study were 140 respondents. Sampling technique is taken by using accidental sampling amounted to 35 respondents. Obtained that no correlation between education with VCT examination in Pregnant Women with p = 0,504> 0,05. Relationship between knowledge with VCT examination in Pregnant Women with p = 0.027 ≤ 0.05. family support and VCT examination in Pregnant Women with p = 0.001 ≤ 0.05, . the role of health professionals with VCT examination on Pregnant Women p = 0,015 ≤ 0,0, knowledge, husband support and the role of health professionals with VCT examination in Pregnant Women with ≤ 0.05. This research is suggested to pregnant women to take an active role in carrying out activities aimed at improving the health of pregnant women and their families, in this case conduct VCT examination as prevention effort of mother to baby.
Faktor Determinan Kejadian Bacterial Vaginosis (BV) di Kabupaten Bandung Rosita Rosita
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.162

Abstract

Bacterial vaginosis (BV) merupakan kondisi ketidak seimbangan dari ekosistem vagina, yaitu menurunnya jumlah Lactobacillus yang diikuti dengan peningkatan jumlah Gardnerella vaginalis dan kuman anaerob lainnya. BV biasanya tidak bergejala, namun ketika menimbulkan gejala biasanya disertai dengan keputihan yang berbau. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien atau WUS yang terdata atau tercatat dalam laporan di wilayah Kabupaten Bandung yaitu sebanyak 83 orang. Hasil penelitian menunjukan dari 83 WUS yang dilakukan pemeriksaan, sebanyak 4 orang yang merokok dan 1 orang yang positif BV dengan p Value 1,10. Dalam hal ini secara statistik tidak menunjukan adanya pengaruh merokok dengan kejadian BV. Sedangkan untuk aktivitas seksual secara statistik menunjukan bahwa p Value 0,010 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara aktifitas seksual secara aktif dengan kejadian BV. Pada faktor penggunaan cairan pencuci vagina menunjukan dengan p Value 0,012 maka secara statistik menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan cairan pencuci vagina dengan kejadian BV. Sedangkan yang terakhir secara statistik menjukan p Value 0,012 maka dapat terlihat bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antara penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian BV. Diharapkan masyarakat dapat mengetahui tanda gejala BV secara dini dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperberat kejadian BV. Dan petugas kesehatan dapat melakukan screening secara dini terutama pada wus yang mempunyai faktor risiko.
Penerapan Pelayanan Asuhan Kebidanan Bayi Balita di Praktik Bidan Mandiri (PMB) pada Masa Pandemi COVID-19 Maya Indriati; Rosita Rosita
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.213

Abstract

COVID-19 has been declared a world pandemic by WHO in 2020. The government has the responsibility to ensure every citizen, including children, to obtain basic health services. At the Posyandu level, 86% of health facilities reported cessation of development and growth monitoring, 55% reported cessation of immunization services and 46% reported cessation of vitamin delivery services, and 46% cessation of antenatal care services. This research used descriptive qualitative research method, by involving 2 midwives in independent midwife (PBM) and 2 parents who have babies and toddlers who got services at the independent midwife (PBM). During this pandemic, independent midwife (PBM) is still providing services as usual and there are no health protocols that must be carried out by service recipients during their visit. The number of visits showed a decrease, due to restrictions on visits for babies who did not have serious problems and needed action. There are factors that become obstacles in implementing services for infants and toddlers during this pandemic such as parental knowledge is lacking, there has been no socialization about services during the pandemic, and parents are afraid to come to the service. Supporting factors for the implementation of services obtained several important themes, including the support of health workers, and the importance of examining babies and toddlers independently at home. It is hoped that parents who have babies and toddlers will continue to monitor the health of their babies and toddlers even at home by looking for various information either from the media or being able to consult with health workers.
Analisis Pengaruh Pemeriksaan Bacterial Vaginosis (BV) terhadap Kejadian Persalinan Preterm Rosita Rosita
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.214

Abstract

Bacterial vaginosis (BV) merupakan kondisi ketidak seimbangan dari ekosistem vagina, yaitu menurunnya jumlah Lactobacillus. BV biasanya tidak bergejala, namun ketika menimbulkan gejala biasanya disertai dengan keputihan yang berbau. BV yang sudah lama diketahui dapat memberikan komplikasi yang serius, BV juga memberikan dampak pada wanita yang tidak hamil yaitu peningkatan risiko terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) maupun infeksi penyakit kelamin lainnya. Persalinan preterm meningkatkan kematian perinatal sebesar 65-75%. Bayi preterm yang bertahan hidup akan mengalami morbiditas serius jangka pendek maupun jangka panjang. Diperkirakan 50% dari kelahiran preterm spontan terkait dengan infeksi saluran genital. Infeksi pada vagina merupakan faktor risiko persalinan preterm yang paling kuat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien atau WUS yang terdata atau tercatat dalam laporan di wilayah Kabupaten Bandung sebanyak 83 orang. Dari 291 ibu yang bersalin preterm, yang mengalami positif BV sebanyak 94 orang, sebanyak 109 orang mengeluh keputihan berwarna abnormal, 86 orang dengan konsistensi kental, mengeluh berbau sebanyak 72 orang dan adanya gatal sebanyak 24 orang. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan DUH tubuh, dari 291 ibu preterm sebanyak 76 orang warna pengeluaran cairan vagina berwarna, sebanyak 82 orang konsistensinya lebih kental, sebanyak 101 bau KOH lebih dari 10% dan sebanyak 32 orang Ph vagina lebih dari 4. Hasil analisis bivariat menunjukan ibu yang lahir preterm sebanyak 59,6% hasil pemeriksaan positif BV. Berdasarkan uji Chi-square menunjukan P Value 0,014 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara bacterial vaginosis dengan persalinan preterm. sebanyak 16% ibu dengan pengeluaran flor albus berwarna putih menyebabkan kelahiran preterm, konsistensi flor albus yang kental sebanyak 124 ibu dapat mengalami kelahiran preterm. Berdasarkan uji Chi-square menunjukan p Value 0,010 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh aktivitas seksual terhadap bacterial vaginosis. sebanyak 123 orang ibu yang lahir preterm disebabkan oleh bau KOH lebih dari 10%, berdasarkan uji Chi-square menunjukan p Value 0,010 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh DUH tubuh vagina terhadap kehjadian kelahiran preterm. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui tanda gejala BV secara dini dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperberat kejadian BV. Diharapkan kepada pada setiap petugas dapat mendeteksi kejadian BV agar menghindari kejadian persalinan / kelahiran preterm.
Angka Kejadian Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ibrahim Adjie Bandung Sebelum dan Saat Masa Pandemi Covid-19 Noni Tia Putriani; Maya Indriati; Rosita Rosita
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.265

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika di bandingkan dengan umur. Kejadian pandemi mengakibatkan timbulnya berbagai risiko perburukan kejadian stunting di Indonesia, ditambah lagi pemantauan kasus yang masih minim. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran angka kejadian dan karakteristik balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie sebelum pandemi tahun 2019 dan saat masa pandemi covid 19 tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa Laporan BPB UPT Puskesmas Ibrahim Adjie Bulan Agustus Tahun 2019- 2020. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah kejadian stunting berdasar angka status gizi BB/TB dan TB/U UPT Puskesmas Ibrahim Adjie sebelum dan sesudah pandemi mengalami penurunan. Pada tahun 2019, berdasar angka status gizi BB/TB, terdapat sebanyak 74 anak usia 24-39 bulan yang mengalami , sedangkan pada tahun 2020 angka kasus tercatat sebesar 61 anak. Jumlah kejadian stunting berdasar angka status gizi TB/U sebelum dan sesudah pandemi mengalami penurunan yang sama. Pada tahun 2019 terdapat sebanyak 177 anak usia 24-59 bulan yang mengalami, sedangkan pada tahun 2020 angka kasus tercatat sebesar 125 anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa justru terjadi penurunan angka kasus stunting di masa pandemi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKLUS MENSTRUASI MAHASISWI SAAT PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Rosita Rosita; Jihan Nur Azizah
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.360

Abstract

Terjadinya pandemi COVID-19 di Indonesia mengubah kebiasaan sehari – hari yang biasa dilakukan oleh remaja. Kebijakan pemerintah untuk memutuskan tali penyebaran virus ini salah satunya dengan menutup sementara sarana pendidikan, remaja saat ini melakukan pembelajaran secara online atau daring terhitung sejak Maret 2020 sampai sekarang. Adanya kebijakan pembelajaran secara daring dan pembatasan sosial membuat adanya perubahan baru yang harus dihadapi oleh remaja, kejadian ini menjadikan beban dan tekanan baru bagi remaja saat ini, yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan. Faktor penyebab remaja mengalami kecemasan karena adanya keluhan mengenai keterbatasan kuota internet yang digunakan, koneksi sinyal yang buruk sehingga menghambat proses pembelajaran, materi yang disampaikan kurang dipahami oleh remaja karena pembelajaran yang kurang efektif, para dosen banyak memberikan tugas yang dianggap memberatkan remaja dan mereka merasa khawatir jika nilai yang di dapatkan menurun. Penyebab ini dapat menimbulkan adanya kecemasan yang akan berdampak pada psikologis, yaitu insomnia dan masalah tidur lainnya, kesulitan untuk fokus, sering lupa, meningkatnya iritabilitas dan mudah marah dan dapat menghambat perkembangan reproduksi wanita yaitu adanya gangguan siklus menstruasi karena adanya kecemasan yang dialami oleh remaja. Metode penelitain yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang mahasiswi tingkat 3 dari 3 prodi yang berbeda. Hasil penelitian tingkat kecemasan menunjukkan (8.0%) tingkat kecemasan normal berjumlah 4 orang, (8.0%) responden memiliki tingkat kecemasan ringan berjumlah 4 orang, (30.0%) memiliki tingkat kecemasan sedang berjumlah 15 orang dan (54%) responden memiliki tingkat kecemasan berat berjumlah 27 orang. Siklus menstruasi didapatkan hasil (68%) siklus menstruasi tidak normal berjumlah 34 orang dan (32%) siklus menstruasi normal berjumlah 16 orang.