Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konvergensi Konten Berita Melalui Teknik Search Engine Optimization dan Bahasa Jurnalistik Pada Pemilihan Top News di Media Antaranews.com Nasution, Irfansyah Naufal; Muslimah, Fauziah; Rubiyanah, Rubiyanah
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v5i2.35375

Abstract

Gelombang informasi yang massif menuntut media massa selalu kreatif dan inovatif untuk terus berupaya menjadi rujukan sumber informasi publik yang tepercaya. Artikel ini berupaya menganalisis upaya Antaranews.com mengintegrasikan penggunaan bahasa jurnalistik dengan teknik Search Engine Optimization (SEO) serta dampaknya terhadap penentuan prioritas dalam konteks fungsi industri media massa dan peran pendidikan pada media massa. Penelitian ini mengadopsi paradigma konstruktivisme serta menerapkan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada teori komunikasi massa MC-Quail dengan fokus pada penerapan konsep 10 Pedoman Bahasa Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa penggunaan bahasa jurnalistik dalam kategori Top News di Antaranews.com belum sepenuhnya mematuhi prinsip-prinsip bahasa jurnalistik. Tantangan untuk memenuhi tujuan ekonomi serta mempertahankan karakteristik uniknya sebagai media online berdampak pada berkurangnya salah satu fungsinya sebagai media pendidikan meskidi pihak lain, Antaranews.com telah berhasil secara efektif memaksimalkan penggunaan teknik white hat SEO dan tidak menerapkan click bait dalam setiap judul berita. Dengan demikian, Antaranews.com mampu menjalankan fungsinya dengan baik sebagai sebuah industri media massa.
Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs Kusumaningrum, Hesti; Rubiyanah, Rubiyanah; Fadhilla, Indah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37771

Abstract

AbstractThis study aims to analyze how a training model strengthens the competence of religious counselors in spreading the value of religious moderation. This research uses a qualitative approach of case study type by collecting data through in-depth interviews, observations, and literature studies. The research participants consisted of Religious Counselors working in various regions in Indonesia who participated in the education and training program for religious moderation activists conducted by the Indonesian Ministry of Religious Affairs training center. The results showed that Religious Counselors need to increase their understanding of the principles of religious moderation, practical communication skills, and conflict-handling strategies. In addition, the training model can strengthen the competencies of religious counselors in disseminating the value of religious moderation and conducting their duties as religious counselors. This training model uses an andragogy learning approach with group discussions, case studies, simulations, and team-based training methods. The training materials such as interfaith dialogue, the concept of religious moderation, religious diversity, religious tolerance, and conflict management can strengthen the understanding of Religious Counselors about pluralism and religious moderation, communication skills, and building interfaith cooperation. After attending this training, the counselors became more confident in carrying out their duties and more prepared to deal with religion-driven social conflicts in the community. Furthermore, they can develop digital media learning on religious moderation through social media.AbstrakMakalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model pelatihan untuk memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Partisipan penelitian terdiri dari Penyuluh Agama yang bekerja di berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti program pendidikan dan pelatihan untuk aktivis moderasi agama yang diselenggarakan oleh pusat pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh Agama perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip moderasi agama, keterampilan komunikasi efektif, dan strategi penanganan konflik. Selain itu, model pelatihan dapat memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama dalam menjalankan tugas mereka sebagai Penyuluh Agama. Model pelatihan ini menggunakan pendekatan pembelajaran andragogi dengan metode diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan pelatihan berbasis tim. Materi pelatihan seperti dialog lintas agama, konsep moderasi agama, keragaman agama, toleransi beragama, dan manajemen konflik mampu memperkuat pemahaman Penyuluh Agama tentang pluralisme dan moderasi agama, keterampilan komunikasi, dan membangun kerjasama lintas agama. Setelah mengikuti pelatihan ini, Penyuluh menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas mereka, lebih siap dalam menghadapi konflik sosial keagamaan di masyarakat. Selain itu, mereka dapat mengembangkan pembelajaran media digital dengan tema moderasi agama melalui media sosial.How to Cite: Kusumaningrum, H., Rubiyanah., Fadhilla, I. (2023). Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 219-236. doi:10.15408/tjems.v10i2.37771. 
Pertumbuhan Tradisi Filsafat di Dunia Islam: Tafsir Historis Rubiyanah, Rubiyanah
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i3.38230

Abstract

The development of philosophy in Islam did not emerge from a vacuum. It is an accumulation of interactions from various civilizations triggered by the evolution of discourse within Islam. Theological issues certainly occupy a significant position in the religious discourse structure. However, it cannot be denied that political, cultural, and other social aspects also play a role in the continuity of discourse and philosophical tradition in Islam. Hence, theological controversies arising from hermeneutic differentiations of religious texts become inevitable. The following article discusses the intersections among diverse civilizations that contribute to the development of philosophy in Islam.