Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Periode 2015-2024 Alya Nasywa; Dede Hendra
Progressus Humanitatis Vol 1 No 1 (2025): Progressus Humanitatis
Publisher : Yayasan Berkah Abadi Mulia Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70285/ck2mjv28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan, baik secara parsial maupun simultan, pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk periode 2015–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan tahunan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sedangkan sampel yang diambil berupa laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi perusahaan selama periode tersebut. Teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t, uji f, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung 5,786 > ttabel 2,44691 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak Ha diterima. Maka struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Nilai thitung 14,037 > ttabel 2,44691 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak Ha diterima. Maka profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Nilai thitung 0,754 < ttabel 2,44691 dengan nilai signifikansi 0,472 > 0,05, menunjukkan Ho diterima Ha ditolak. Maka ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Struktur modal, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara simultan, ketiganya berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan nilai Fhitung 57,497 > Ftabel 4,347 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,950, yang berarti variabel-variabel penelitian mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 95%, sedangkan 5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat diteliti.  
PENGARUH BI RATE DAN INFLASI TERHADAP RETURN SAHAM PADA PT BANK CENTRAL ASIA TBK PERIODE 2019-2023 Dede Hendra; Riski Dwi Nugroho; Muhamad Nurhamdi
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol. 20 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v20i1.2845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI Rate dan inflasi terhadap return saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) selama periode 2019–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data sekunder berupa data tahunan yang diperoleh dari harga saham yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, serta data BI Rate dan inflasi yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, BI Rate memiliki koefisien regresi sebesar -2,548 dengan nilai signifikansi 0,184, yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa BI Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham PT BCA dalam periode tersebut, meskipun arah hubungan menunjukkan pengaruh negatif. Sebaliknya, variabel inflasi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, dengan koefisien regresi sebesar 10,985 dan nilai signifikansi 0,011. Artinya, setiap kenaikan 1% inflasi berpotensi meningkatkan return saham PT BCA sebesar 10,985%, yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu menyesuaikan strategi dan menjaga profitabilitas di tengah tekanan inflasi. Secara simultan, hasil uji ANOVA (uji F) menunjukkan bahwa BI Rate dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap return saham, dengan nilai F hitung sebesar 51,708 dan signifikansi 0,019. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,981 menunjukkan bahwa 98,1% variasi return saham dapat dijelaskan oleh BI Rate dan inflasi secara bersama-sama, sementara 1,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan demikian, meskipun pengaruh BI Rate secara individu tidak signifikan, secara keseluruhan BI Rate dan inflasi merupakan faktor makroekonomi penting yang berpengaruh terhadap return saham PT BCA dan dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.Kata Kunci: BI Rate, Inflasi, Return SahamKata Kunci: BI Rate, Inflasi dan Return Saham
PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, TINGKAT INFLASI, DAN SUKU BUNGA TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Alyssa Afifah; Dede Hendra
Strategic Economy & Management Journal Vol 1 No 3 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Ruya Akbar Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64705/semj.v1i3.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan suku bunga terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator utama yang mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia, sehingga pergerakannya dikaitkan dengan perubahan variabel makroekonomi. Namun, dinamika pasar modal pada periode penelitian yang dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 dan ketidakpastian global memungkinkan terjadinya perbedaan hasil penelitian dibandingkan periode sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data tahunan nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, suku bunga, dan IHSG yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,789 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,172 > 0,05, tingkat inflasi memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,098 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,352 > 0,05, dan suku bunga memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,149 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,334 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Selanjutnya, hasil uji f menunjukkan nilai fhitung < ftabel atau (0,750 < 215,707) dengan nilai signifikansi 0,668 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa model regresi memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi IHSG, sehingga sebagian besar pergerkan IHSG dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.
PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, TINGKAT INFLASI, DAN SUKU BUNGA TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Alyssa Afifah; Dede Hendra
Strategic Economy & Management Journal Vol 1 No 3 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Ruya Akbar Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64705/semj.v1i3.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan suku bunga terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator utama yang mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia, sehingga pergerakannya dikaitkan dengan perubahan variabel makroekonomi. Namun, dinamika pasar modal pada periode penelitian yang dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 dan ketidakpastian global memungkinkan terjadinya perbedaan hasil penelitian dibandingkan periode sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data tahunan nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, suku bunga, dan IHSG yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,789 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,172 > 0,05, tingkat inflasi memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,098 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,352 > 0,05, dan suku bunga memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,149 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,334 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Selanjutnya, hasil uji f menunjukkan nilai fhitung < ftabel atau (0,750 < 215,707) dengan nilai signifikansi 0,668 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa model regresi memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi IHSG, sehingga sebagian besar pergerkan IHSG dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.