Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Model Altman Z-Score Untuk Mendeteksi Financial Distress PT Link Net Tbk Periode 2015 – 2024 Ria Wulandari; Iman Lubis
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13161

Abstract

Industri telekomunikasi di Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dan tuntutan investasi infrastruktur yang besar, sehingga perusahaan pada sektor ini rentan mengalami financial distress, termasuk PT Link Net Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kondisi financial distress pada PT Link Net Tbk selama periode 2015–2024 dengan menggunakan model Altman Z-Score Modifikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi PT Link Net Tbk dan Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis menggunakan model Altman Z-Score Modifikasi yang terdiri atas empat rasio, yaitu Working Capital to Total Assets (X1), Retained Earnings to Total Assets (X2), Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets (X3), dan Book Value of Equity to Total Liabilities (X4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Link Net Tbk diprediksi berada dalam kondisi financial distress selama tahun 2022–2024, dengan nilai Z-Score masing-masing sebesar 0,0701 pada tahun 2022, -0,3787 pada tahun 2023, dan -0,6970 pada tahun 2024. Nilai tersebut berada di bawah ambang batas 1,11 dan menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kondisi keuangan perusahaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa PT Link Net Tbk mengalami tingkat financial distress yang cukup tinggi pada tiga tahun terakhir periode penelitian. Temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dalam memperhatikan kondisi keuangan dan mengambil langkah strategis untuk mengurangi risiko kesulitan keuangan di masa mendatang.