Titisa Ballerina
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Meningkatkan Rentang Perhatian Anak Autis dalam Pembelajaran Pengenalan Huruf Titisa Ballerina
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.882 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030205

Abstract

One characteristic of an autistic child is having obstacles in attention span, which affects their learning process. Children with autism need appropriate learning methods to help them engaging the learning process. This study is aimed at figuring out an appropriate learning method for the subject in recognizing letters. The main question of this study is how to improve the subject’s attention span in learning letter recognition. This case study was conducted through five processes, i.e.: (1) accessing the subject; (2) analyzing the problem; (3) preparing interventions for the subject; (4) implementing interventions; (5) evaluating the effects of interventions. The study found that the learning method of movement and song can enhance the autistic child’s attention span. Therefore, children with autism need appropriate learning methods based on their interests.[Salah satu karakteristik anak autis adalah memiliki hambatan dalam rentang perhatian, yang berdampak pada proses pembelajaran. Anak autis memerlukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristiknya,  agar dapat membantu proses belajarnya. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui metode belajar yang sesuai untuk subjek dalam mengenal huruf. Pertanyaan utama pada penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan rentang perhatian subjek dalam pembelajaran pengenalan huruf. Proses yang telah dilakukan yaitu: (1) mengases subjek; (2) menganalisis permasalahan; (3) menyusun intervensi untuk subjek; (4) menerapkan intervensi; (5) mengevaluasi efek intervensi. Kesimpulan dari studi ini adalah terdapat peningkatan rentang perhatian pada subjek, setelah menggunakan metode belajar gerakan dan lagu. Anak autis memerlukan metode belajar yang sesuai dengan minatnya.]
Koping religius kaitannya dengan subjective well-being santri pondok pesantren Salma Kamaliyah; Indriyati Eko Purwaningsih; Titisa Ballerina
JURNAL SPIRITS Vol 10 No 2 (2020): Problematika Remaja dalam Ragam Identitas
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v10i2.8212

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara koping religius dengan subjective well-being. Hiptesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara koping religius dengan subjective well-being santri pondok pesantren. Subjek penelitian adalah santri berjumlah 142 orang.Teknik penentuan subjek penelitian menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes non kognitif dengan alat ukur psikologi berupa skala.Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala subjective well-being dan skala koping religius Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan yaitu dengan teknik korelasi product moment, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara koping religius dengan subjective well being. Analisis dilakukan dengan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Hasil uji statistik diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,639 dengan p=0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara koping religius dan subjective wellbeing. Semakin tinggi koping religius maka semakin tinggi subjective well-being dan semakin rendah koping religius maka semakin rendah subjective well-being. Sumbangan efektif koping religius terhadap subjective well-being sebesar 40,8% dan 59,2 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti pendapatan, usia, pekerjaan, pendidikan, pernikahan dan keluarga, kepribadian.Kata Kunci : Koping Religius, Pondok Pesantren , Santri, Subjective Well-being
Meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pembelajaran berbasis multiple intellegence Deni Sulistiyanto; Titik Muti’ah; Titisa Ballerina
JURNAL SPIRITS Vol 10 No 2 (2020): Problematika Remaja dalam Ragam Identitas
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v10i2.8226

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis Multiple Intelligence terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Bambanglipuro. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan motivasi belajar siswa yang kurang baik di SMA Negeri 1 Bambanglipuro. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuasi-eksperimen. Metode pengambilan data menggunakan alat ukur skala motivasi belajar. Perlakuan yang diberikan berupa pembelajaran berbasis multiple intelligence sebanyak tiga kali. Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling dengan purposive samping. Data dianalisis dengan Mann Whitney. Jumlah subjek penelitian ada 23 siswa pada kelompok eksperimen dan 28 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis multiple intelligence dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Bambanglipuro. Analisis data menunjukan nilai Z= -3,251 dan p= 0,001 (p<0,05), kelompok eksperimen= 8,96 dan  kelompok kontrol= -0,57. Hasil penelitian didukung dengan hasil wawancara kepada guru yang menyatakan bahwa terjadi perubahan motivasi belajar dari kelompok eksperimen. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Multiple Intelligence, SMA
Gambaran Tindakan Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Titisa Ballerina; Aria Saloka Immanuel
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.842 KB) | DOI: 10.25077/jip.3.1.18-31.2019

Abstract

Abstrak. Dampak negatif dari perkembangan jaman dan modernisasi adalah melunturnya nilai-nilai luhur budaya. Salah satu bukti dari melunturnya nilai-nilai luhur budaya dapat dilihat dari banyaknya kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi dan asesmen perilaku bullying pada siswa SMP di Kota Yogyakarta. Variabel yang diteliti adalah perilaku bullying pada siswa SMP. Subjek penelitian ini adalah 107 siswa di SMP N Kota Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala intensitas perilaku bullying, FGD, dan observasi. Kesimpulan penelitian ini adalah telah terjadi perilaku bullying pada siswa SMP di Kota Yogyakarta. Perilaku bullying yang terjadi antara lain verbal, non verbal, dan fisik. Perilaku bullying terjadi karena adanya dinamika antara pelaku, korban, dan lingkungan. Teman sebaya memiliki peran yang sangat penting dalam terjadi perilaku bullying di sekolah. Teman sebaya yang negatif dapat menjadi pelaku maupun pendukung bullying, sedangkan teman sebaya yang positif dapat menjadi pembela korban maupun ujung tombak penanganan bullying di sekolah. Norma sosial di sekolah ditentukan oleh sikap teman sebaya terhadap bullying. Kata kunci: bullying, siswa SMP, teman sebaya
Humanisme religius dalam perspektif tri hayu Ika Lailatul Khikmah; Siti Hafsah Budi Argiati; Titisa Ballerina
JURNAL SPIRITS Vol 11 No 2 (2021): Konsep Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanggihan teknologi yang menjadikan pergeseran norma yang terjadi dimasyarakat seperti pribadi yang individualis dan merosotnya akhlak terpuji maka dari itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran humanisme religius dalam prespektif Tri Hayu. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga subjek inti dan tiga informan. Subjek inti terdiri dari santriwati pesantren At-Tahdzib yang tidak tergabung dalam kepengurusan asrama putri. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis fenomenologi dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ketiga subjek yang bertempat tinggal dipesantren At-Tahdzib memiliki humanisme religius dalam prespektif Tri Hayu yang baik. Ditinjau dari memayu hayuning saliro tercermin dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil dari pembiasaan baik dari orang tua dan lingkungan sekitar untuk bisa menyelesaikan masalah pribadi. Memayu hayuning manungsa seseorang terwujud karena mendapatkan stimulus dari orang lain sehingga memunculkan respon baik untuk membahagiakan orang lain juga seperti tolong menolong pada sesama. Memayu hayuning bangsa dapat tercermin karena hasil pemikiran dan pendidikan individu untuk mewujudkan generasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar
Perilaku prososial ditinjau dari self esteem Baiq Nisa Rahmani; Indriyati Eko Purwaningsih; Titisa Ballerina
JURNAL SPIRITS Vol 12 No 2 (2022): Sikap & perilaku remaja dalam Sosial Media
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v12i2.12880

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan perilaku prososial yang rendah pada mahasiswa Psikologi UST Yogyakarta berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara self-esteem dengan perilaku prososial pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UST di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat Hubungan Positif signifikan antara self-esteem dengan perilaku prososial. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 87 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala sikap pada variabel self-esteem dan skala perilaku pada variabel perilaku prososial. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 21.00 for windows. Hasil analisis data penelitian ini diperoleh (r) = 0,745 dengan taraf signifikansi P = 0,000 (P < 0,05), yang berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara self-esteem dengan perilaku prososial. Nilai sumbangan efektif self-esteem terhadap perilaku prososial (R2) = 0,555, yang berarti bahwa self-esteem menyumbang sebesar 55,5 % pada perilaku prososial mahasiswa Psikologi UST Yogyakarta
Analisis Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus pada Kalurahan Bangunjiwo Kasihan Bantul) Umi Wahidah; Sri Ayem; Titisa Ballerina; Sri Mujiyanti; Aghape Christian Abinowo; Atik Hermawati; Yosina Oktaviani Pitna
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 5, No 2 (2022): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v5i2.3421

Abstract

Abstrak Pengelolaan dana desa yang besar tentu diperlukan pengelolaan yang baik agar dapat direalisasikan untuk kesejahteraan masyarakat dan terhindar dari penyelewengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengelolaan keuangan desa yang telah dilaksanakan pada tahun 2021 dan mengetahui kesesuaian dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 Kalurahan Bangunjiwo, Bantul. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, sementara pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan Keuangan Desa di Kelurahan Bangunjiwo telah dilaksanakan sesuai dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 mulai tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Namun masih ditemukan celah yang menjadi potensi terjadinya penyimpangan yaitu dimana pencairan dana dari Bendahara kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) melalui Pengelola Kegiatan (PK) yang juga sekaligus sebagai verifikator pelaporan. Kata Kunci: Dana Desa; Bangunjiwo; Pengelolaan Keuangan Abstract The management of large village funds certainly requires good management so that it can be realized for the welfare of the community and avoid fraud. This study aims to find out how the mechanism for managing village finances has been implemented in 2021 and to determine compliance with Permendagri Number 20 of 2018 Kalurahan Bangunjiwo, Bantul. This research was conducted with a qualitative approach, while data collection was carried out by means of documentation and interviews. The results of the study show that the management of Village Finance in Bangunjiwo Village has been carried out in accordance with Permendagri Number 20 of 2018 starting from the stages of planning, implementation, administration, reporting and accountability. However, there are still gaps that are potential for irregularities, namely where the disbursement of funds from the Treasurer to the Tim Pelaksana Kegiatan mplementation Team (TPK) through Pengelola Kegiatan (PK) which also acts as a reporting verifier. Keywords: Bangunjiwo; Financial management; Village Funds.
PENINGKATAN KAPASITAS SDM KEUANGAN MELALUI IMPLEMENTASI TRI PANTANGAN DI KALURAHAN BANGUNJIWO, KASIHAN, BANTUL Sri Ayem; Titisa Ballerina; Umi Wahidah; Agaphe Christian Abinowo; Sri Mujiyanti; Atik Hermawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1247

Abstract

Kelurahan Bangunjiwo merupakan salah satu kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang menerima pendanaan dana desa paling besar pada tahun 2021. Pemberian dana desa tersebut harus dibarengi dengan kompetensi agar mampu mengelola sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga mampu mewujudkan tata kelola keuangan yang baik. Permasalahan yang dihadapi Kelurahan Bangunjiwo dalam pengelolaan keuangan dana desa yaitu keterbatasan kompetensi sumberdaya bidang keuangan. Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk pengembangan kapasitas sumberdaya keuangan agar memahami peraturan pengelolaan dana desa, memperoleh pemahaman prinsip akuntansi, serta menyelenggarakan pelatihan dengan abdimas skema kemitraan. Selain itu pengabdi juga akan memberikan sosialisasi implementasi Tri Pantangan dalam pengelolaan keuangan dana desa, sebagai bekal moral PPKD. Pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan metode observasi, sosialisasi, dan pelatihan yang dihadiri 22 peserta yang terdiri unsur PPKD. Tindaklanjut dari Abdimas ini antara lain dapat dilakukan pendampingan pengelolaan keuangan desa, terutama menggunakan accrual basis dimana Kementrian Keuangan RI mewacanakan pelaporan keuangan dana desa akan berubah dari kas basis menjadi accrual basis akrual.  Abstract. Bangunjiwo Village is one of the sub-districts in the Kasihan District area, Bantul Regency which has received the largest village fund funding in 2021. The provision of village funds must be accompanied by competence so that they are able to manage in accordance with applicable regulations, so as to be able to realize good financial governance. Good. The problem faced by the Bangunjiwo Village in the financial management of village funds is the limited competence of financial resources. The purpose of this abdimas activity is to develop the capacity of financial resources to understand village fund management regulations, gain an understanding of accounting principles, and organize training with partnership scheme abdimas. In addition, the servant will also provide socialization on the implementation of the Tri Abstinence in managing village fund finances, as a moral provision for PPKD. The implementation of community service used observation, socialization, and training methods which were attended by 22 participants consisting of PPKD elements. The follow-up from Abdimas includes assisting village financial management, especially using an accrual basis where the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia discussed that the financial reporting of village funds would change from a cash basis to an accrual basis.