This Author published in this journals
All Journal JIKI
Istiqori .
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI TIM NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT PADA OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUANG OPERASI RSUD SUKOHARJO Sri Mingki Ratnawati; Istiqori .; Sukardi .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 7 No. 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tidak terlaksananya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sering terjadi pada ibu yang melahirkan secara operasi disebabkan karena ibu dilakukan anestesi yang menyebabkan ibu mengantuk sehingga kurang respon terhadap bayi, petugas di kamar operasi terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk melakukan IMD. Padahal menunda permulaan menyusu lebih dari satu jam menyebabkan kesukaran menyusui Tujuan Penelitian: penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Tim NICU Pada Operasi Sectio Caesarea dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Ruang Operasi RSUD Sukoharjo. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif observasional korelatif dengan pendekatan studi potong lintang (Cross Sectional). Populasi penelitian ini 18 orang Tim NICU. Jumlah sampel 18 orang dengan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik didapatkan nilai X2 hitung sebesar 0,643 p-value = 0,423 (p> 0,05) sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga tiak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di ruang Operasi RSUD Sukoharjo. Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, ditunjukkan dengan nilai X2 hitung sebesar 0,643 p-value = 0,423 (p> 0,05).
PENGARUH OLAHRAGA SENAM DISMINORE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DISMINORE PADA MAHASISWI UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA Romatica Septiana Hapsari; Fitri Budi Astuti; istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Disminore adalah nyeri yang dialami remaja saat menstruasi.Disminore disebabkan ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, prostaglandin dan faktor stress atau psikologi. Nyeri haid sering dialami oleh sebagian besar wanita. Dalam penelitian ini akan memberikan alternatif yang disebut senam disminore. Olahraga senam disminore merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat mengurangi nyeri saat menstruasi. Olahraga senam disminore dapat menghasilkan hormon endorphin yang dihasilkan di otak dan susunan tulang belakang. Hormon ini berfungsi sebagai penenang alami yang dapat memberikan rasa nyaman. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam disminore terhadap penurunan tingkat nyeri disminore pada mahasiswi Universitas Sahid Surakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dalam satu kelompok (one group pre test-post test design). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 21 responden. Dalam penelitian ini menggunakan uji T-test yaitu Paired simple T-test karena berdistribusi normal. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan proporsi pengaruh olahraga senam disminore terhadap penurunan tingkat nyeri disminore saat menstruasi ratarata penurunan tingkat nyeri disminore pada pengukuran pertama adalah 2,33%, dan ratarata pada pengukuran kedua adalah 1,33%. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0,000 berarti P Value
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN KEPUTUSAN MENJADI ASEPTOR KB DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT 1KARANGANYAR Sukamti .; Fajar Alam Putra; istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jumlah PUS di Kabupaten Karanganyar tahun 2012 yaitu 149.352 orang, sejumlah 114.235 orang (76,5%) telah memilih metode kontrasepsi efektif terpilih,tetapi pada kenyataannya jumlah persalinan di atas tiga kali masih belum dapat ditekan secara signifikan. Hasil wawancara dari beberapa responden bahwa mereka kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi, hal ini disebabkan bukan hanya oleh terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga karena ketidaktahuan ibu tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum yang ada di Puskesmas 1 Kebakkramat Karanganyar yang berjumlah 28 orang dan sampel yang diambil seluruh populasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X2). Hasil: (1) Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang Keluarga Berencana (KB) umumnya mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 orang (50,00%); (2)Keputusan menjadi aseptor KB pada ibu post partum di Puskesmas Kebakkramat 1Karanganyar umumnya memilih kontrasepsi jenis KB Suntik yaitu sebanyak 12 orang (42,90%); (3) Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum dengan keputusan menjadi aseptor Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar (X2hit = 16,117 ; p = 0,041). Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar.
HUBUNGAN ANTARA STATUS EKONOMI DAN PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERTUMBUHAN BALITA BGM (BAWAH GARIS MERAH) DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT I KABUPATEN KARANGANYAR Noni Marvauji; Dhani Setya Arumawati; Istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan balita Bawah Garis Merah (BGM) adalah pertumbuhan balita dengan berat badan terhadap tinggi badan balita tidak sesuai umur. Hal ini berarti bahwa balita tersebut mengalami penyimpangan pertumbuhan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan balita diantaranya faktor ekonomi dan pendidikan dari orang tua. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Kebakkramat I ditemukan 54 balita yang berada di bawah garis merah dengan rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah yaitu tidak tamat Sekolah Dasar (SD) 10,15%, tamat SD 40,39%, mata pencaharian utama masyarakat Kebakkramat I adalah buruh tani dan buruh industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status ekonomi dan pendidikan orang tua terhadap pertumbuhan balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar dengan jumlah sampel sebanyak 51 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi dan pendidikan orang tua terhadap pertumbuhan balita BGM di Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar. Hasil analisis data uji chi square (x²) dalam uji 2 sisi dalam taraf kepercayaan 95% (α = 5%), didapatkan hasil nilai x1² = 18,255, x2² = 28,824 dengan nilai probabilitas (p) = 0,000. Tingkat pendidikan orang tua balita BGM di Puskesmas Kebakkramat I rata-rata berpendidikan dasar yaitu sebanyak 31 responden (60,79%). Mayoritas orang tua balita BGM berstatus ekonomi rendah (60,79%). Terdapat pengaruh yang bermakna (signifikan) antara status ekonomi orang tua dengan pertumbuhan balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar dengan nilai x²hit = 24,824, p = 0,000. Terdapat pengaruh yang bermakna (signifikan) antara tingkat pendidikan orang tua dengan pertumbuhan balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar dengan nilai x²hit = 18,255, p = 0,000. Ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi dan pendidikan orang tua terhadap pertumbuhan balita BGM di Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS BRINGIN KABUPATEN NGAWI Iksan Dito Adiyoga; Fitri Budi Astuti; istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v13i2.649

Abstract

Hasil survey pendahuluan pada pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi sebanyak 65% dari surat aduan di kotak saran yang tersedia banyak mengeluh tentang pelayanan dipuskesmas Bringin. Kepuasan atau ketidakpuasan akan memengaruhi aktivitas konsumen berikutnya, rasa puas akan memengaruhi konsumen untuk memakai jasa pelayanan berikutnya, tetapi jika konsumen merasa tidak puas, konsumen akan beralih kepada yang lain.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi.Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik adalah cross sectional. jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil Penelitian ini mayoritas responden menyatakan bahwa sebanyak 28 responden (56%) menyatakan bahwa kualitas pelayanan cukup. Mayoritas responden sebanyak 34 responden (70%) menyatakan bahwa pasien puas terhadap kualitas pelayanan. Ada pengaruh keandalan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi. Ada pengaruh keandalan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi. Ada pengaruh ketanggapan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi. Ada pengaruh jaminan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi. Ada pengaruh empati terhadap kepuasan pasien rawat inap pada puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bukti fisik, keandalan, ketanggapan, empati dan asuransi ditunjukkan nilai F hitung sebesar 56.624 dengan p value 0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada Puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DUKUH PILANG KELURAHAN KETITANG KECAMATAN NOGOSARI Baiq Maharani; Indriyati .; istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v13i2.651

Abstract

Penyakit diare sampai saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada balita. Ada beberapa kegiatan pencegahan penyakit diare yang benar dan efektif yakni pengetahuan yang baik tentang diare dan perilaku hidup sehat baik dari lingkungan maupun dari hygienis makanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Dusun Pilang, Ketitang Kecamatan Nogosari. Penelitian ini merupakan peenlitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 31 ibu yang mempunyai anak balita dan pernah mengalami diare. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier. Dari hasil analisis diketahui mayoritas ibu berumur31 – 39 tahun, berpendidikan SD dan hanya sebagai ibu rumah tangga, mayoritas balita berjenis kelamin laki-laki dan berumur 3 – 5 tahun. Hasil analisa univariat diketahui mayoritas responden mempunyai pengetahuan cukup tentang diare (64,5%), sanitasi lingkungan termasuk kurang dan cukup (35,5%) dan sanitasi makanan termasuk cukup (51,6%). Hasil analisis bivariat diketahui terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita (p value < 0,05). Hasil analisis multivariat diketahui bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita meliputi tingkat pengetahuan ibu tentang diare, sanitasi lingkungan dan sanitasi makanan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita meliputi tingkat pengetahuan ibu tentang diare, sanitasi lingkungan dan sanitasi makanan di Dusun Pilang, Ketitang Kecamatan Nogosari.