Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI MATERI PENDIDIKAN SEKS DALAM PELAJARAN FIQIH PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Sukamti, Sukamti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 03 MEI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.519 KB)

Abstract

Sex education is a conscious and systematic effort, both in schools, families, and communities, to explain problems related to knowledge of organs and reproductive health, as well as instincts, and marriage to children so that sexual abuse and irregularities occur in the future. Students at the madrasah tsanawiyah level need to get greater attention to sex education because at this time children or students begin to enter the teenage phase. Sex education at this time is very important so that madrasah tsanawiyah students have a correct understanding of sex so that they do not fall into free sex, deviant sex, and sex crimes. This study uses qualitative methods and data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, news studies, study of research results, and theories related to sex education in madrasah students. The object of this study was Grade VII students of MTsN 2 Ogan Ilir with primary data sources (Waka 2 Ogan Ilir curriculum curriculum and Fiqh subject teachers) and secondary (scientific works, books, articles, newspapers, and journals relevant to this study) . The results of this study indicate that in class VII of MTsN 2 Ogan Ilir, the integration of sex education material in Fiqh lessons appears in the thaharah material which includes kinds of unclean, large and small hadast, features of aqil baligh, ablution, tayamum, and obligatory bathing (bathing janabat ) and discussed a little about matter away from adultery.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN PENGUASAANMATERI LINGKARAN I MELALUI LATIHAN MANDIRIBAGI SISWA KELAS VIIIE SMP N 5 SRAGENSEMESTER GENAP TAHUN 2009/2010 ., SUKAMTI
MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN No 1 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Mei 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.875 KB)

Abstract

di kelas. Strategi mengajar merupakan cara agar siswa dapatmenguasai materi pelajaran secara maksimal. Namun kenyataan di lapangan tidaksemulus yang telah direncanakan Kenyataannya banyak siswa yang tidak dapatmenguasai materi pelajaran, terutama mata pelajaran Matematika masih banyak anakyang nilai ulangan di bawah KKM (KKM 70) .Tujuan dilakukannyan penelitian tindakan kelas ini metode Latihan Mandiri iniadalah untuk meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasanKeliling Lingkaran.Prosedur penelitian tindakan kelas yang digunakan mengacu pada metodologi actionresearch, yaitu(1) perencanaan,(2) implementasi tindakan,(3) pengamatan danevaluasi,(4) refleksi, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Latihan mandiri merupakansuatu latihan soal dengan cara siswa membuat soal beserta penyelesaiannya setelahmendapat materi dan disertai dengan contoh dan cara menyelesaikannya.Hasil latihan mandiri siklus 1 menunjukkan bahwa ketrampilan siswa dalammembuat soal beserta penyelesaiannya sebesar 84,62 %, dan hasil latihan pada siklus2 ketrampilan siswa mencapai 92,86 %. Sedangkan rata-rata hasil tes siklus 1sebesar 67,50 dan rata-rata hasil tes siklus 2 sebesar 78,63. Hal ini menunjukkanadanya peningkatan hasil belajar siswa.Dari penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa latihan mandiri dapatmeningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaranbagi siswa kelas VIIIE SMP Negeri 5 Sragen Semester Genap Tahun Pelajaran2009/2010 . Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Perbanyak latihanagar siswa lebih mudah dalam menguasai materi, perhatikan intensitas latihan mandiriagar siswa tidak mengalami kejenuhan, guru harus trampil dalam mengatasi kesulitanbelajar siswa.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN KEPUTUSAN MENJADI ASEPTOR KB DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT 1KARANGANYAR ., Sukamti; Putra, Fajar Alam; ., istiqori
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.29 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jumlah PUS di Kabupaten Karanganyar tahun 2012 yaitu 149.352 orang, sejumlah 114.235 orang (76,5%) telah memilih metode kontrasepsi efektif terpilih,tetapi pada kenyataannya jumlah persalinan di atas tiga kali masih belum dapat ditekan secara signifikan. Hasil wawancara dari beberapa responden bahwa mereka kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi, hal ini disebabkan bukan hanya oleh terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga karena ketidaktahuan ibu tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum yang ada di Puskesmas 1 Kebakkramat Karanganyar yang berjumlah 28 orang dan sampel yang diambil seluruh populasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X2). Hasil: (1) Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang Keluarga Berencana (KB) umumnya mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 orang (50,00%); (2)Keputusan menjadi aseptor KB pada ibu post partum di Puskesmas Kebakkramat 1Karanganyar umumnya memilih kontrasepsi jenis KB Suntik yaitu sebanyak 12 orang (42,90%); (3) Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum dengan keputusan menjadi aseptor Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar (X2hit = 16,117 ; p = 0,041). Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar.
Hubungan Religiusitas dan Motivasi menjadi Relawan dengan Perilaku Prososial Anglican Community Center Batam Sukamti, Sukamti; Suroso, Suroso; Saragih, Sahat
FENOMENA Vol 28 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.694 KB) | DOI: 10.30996/fn.v28i2.2488

Abstract

AbstrackAnglican Community Center Batam is a community of social volunteers who gives their time, energy and funds to help people who are in difficulities. The illegal house (ruli) community of Baloi Kolam Batam is known as a community where the people live in difficulties and have violence, alcoholic, infidelity and low prosocial behaviors. Anglican Community Centre volunteers give assistance through medical programs, food distribution, reading and writing tuition and character education at ruli Baloi Kolam. Everything is given free of charge. The purpose of this study is to determine the correclation of religiosity and motivation to be volunteers with prosocial behavior at Batam's Anglican Community Center volunteers. This study involves 66 volunteers from Batam's Anglican Community Center. The research instrument used is the scale of prosocial behavior, religiosity and motivation to be volunteers. This study uses multiple regression analysis techniques that are processed with the SPSS version 20. The results of the study show (1) religiosity has a very significant correlation with prosocial behavior with a calculated t value of 2.781 and siginification of 0.007 (p<0.01); (2) motivation to be volunteers has a very significant correlation with a value of t count of 3.835 and a significance of 0.000 (p<0.01); (3) religiosity and motivation to be volunteers have a very significant correlation simultaneously with prosocial behavior with a F value of 20.813 and a significance of 0.000 (p<0.01). The implication of this research is that volunteers at Anglican Community Center Batam need to maintain and further improve religiosity as a means to maintain motivation to be volunteers so that they increase their prosocial behavior.Keywords: Religiosity, Motivation To Be Volunteers and Prosocial Behavior
ANALISIS SKILL CALON GURU BIOLOGI DALAM PENYUSUNAN LESSON PLAN SISTEM GERAK Ramli, Murni; Nurmiyati, Nurmiyati; Ariyanto, Joko; Sapartiwi, Sapartiwi; Sukamti, Sukamti
EDUSAINS Vol 9, No 1 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v9i1.5476

Abstract

Abstract Human skeletal system is one of the important topics of grade XI of biology high school in Indonesia. This topic is commonly delivered by teacher in traditional method by following the order of the subtopics as written in the biology textbook. This research was a case study aimed to analyse the skills of trainee students on developing the lesson plan of skeletal system, which will be implemented during the field teaching practicum during the intership program. Two trainee students who were in the 7th semester are the participants of this research. Both were in the teaching practicum program in different schools. The skills of developing the lesson plan were analyzed by document analysis, observation of the practices, and measuring the satisfaction level of participant high school students who attended the classes. Both trainees had been guided by lecturers to construct inquiry, contextual and scientific approach-based lesson plan of skeletal system. The lesson plans made by student A and B are different, on indicators and intended learning, organizing the topics, approach and strategy of teaching, student activities, tools used, and the assessment. Lesson plan B is relatively close to inquiry-based activities and contextual teaching and learning. And according to students' satisfaction, lesson plan made by trainee B was more satisfied. The result may suggest that there should be a guidance, which can close the skills gap between trainee with different academic achievement Keywords: paedagogic skills; teacher training; lesson plan; skeletal system; high school biology Abstrak Sistem Gerak adalah salah satu topik penting di kelas XI SMA di Indonesia. Materi ini pada umumnya disampaikan oleh guru secara tradisional dengan cara mengikuti urut-urutan topik pada buku pelajaran biologi. Riset ini adalah studi perbandingan bertujuan untuk mempelajari bagaimana keterampilan dua mahasiswa calon guru dalam menyusun lesson plan sistem gerak yang dipraktekkan dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kedua mahasiswa adalah mahasiswa semester 7. Keterampilan dan kemampuan mahasiswa dianalisis melalui analisis dokumen lesson plan, observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran, serta tingkat kepuasan pada pembelajaran dari para siswa SMA peserta pembelajaran. Kedua mahasiswa diarahkan agar menggunakan pendekatan saintifik, kontekstual dan pembelajaran berbasis inkuiri. Lesson plan yang disusun mahasiswa (Lesson Plan A dan B) menunjukkan perbedaan pada penguraian kompetensi dasar menjadi indikator pembelajaran, strukturisasi materi, pendekatan dan strategi pembelajaran, aktivitas siswa, media yang dipergunakan, dan bentuk asesmen yang dipergunakan untuk menilai kompetensi siswa. Tingkat kepuasan siswa terhadap pengajaran kedua mahasiswa (Pembelajaran A dan B) juga dinilai berdasarkan penggunaan waktu, media, cara mengajar, kesempatan tanya jawab, diskusi kelas, dan presentasi. Siswa menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi pada pembelajaran dengan Lesson Plan B. Munculnya perbedaan kemampuan menyusun lesson plan sistem gerak menunjukkan perlunya sistem pembimbingan yang dapat mengatasi gap capaian akademik dan kemampuan antarmahasiswa. Kata Kunci: skill pedagogik; training guru; desain pembelajaran; sistem gerak; biologi SMA  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.5476 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN KEPUTUSAN MENJADI ASEPTOR KB DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT 1KARANGANYAR Sukamti .; Fajar Alam Putra; istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jumlah PUS di Kabupaten Karanganyar tahun 2012 yaitu 149.352 orang, sejumlah 114.235 orang (76,5%) telah memilih metode kontrasepsi efektif terpilih,tetapi pada kenyataannya jumlah persalinan di atas tiga kali masih belum dapat ditekan secara signifikan. Hasil wawancara dari beberapa responden bahwa mereka kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi, hal ini disebabkan bukan hanya oleh terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga karena ketidaktahuan ibu tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum yang ada di Puskesmas 1 Kebakkramat Karanganyar yang berjumlah 28 orang dan sampel yang diambil seluruh populasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X2). Hasil: (1) Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang Keluarga Berencana (KB) umumnya mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 orang (50,00%); (2)Keputusan menjadi aseptor KB pada ibu post partum di Puskesmas Kebakkramat 1Karanganyar umumnya memilih kontrasepsi jenis KB Suntik yaitu sebanyak 12 orang (42,90%); (3) Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum dengan keputusan menjadi aseptor Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar (X2hit = 16,117 ; p = 0,041). Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar.
INTEGRASI MATERI PENDIDIKAN SEKS DALAM PELAJARAN FIQIH PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Sukamti Sukamti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 03 MEI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.519 KB)

Abstract

Sex education is a conscious and systematic effort, both in schools, families, and communities, to explain problems related to knowledge of organs and reproductive health, as well as instincts, and marriage to children so that sexual abuse and irregularities occur in the future. Students at the madrasah tsanawiyah level need to get greater attention to sex education because at this time children or students begin to enter the teenage phase. Sex education at this time is very important so that madrasah tsanawiyah students have a correct understanding of sex so that they do not fall into free sex, deviant sex, and sex crimes. This study uses qualitative methods and data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, news studies, study of research results, and theories related to sex education in madrasah students. The object of this study was Grade VII students of MTsN 2 Ogan Ilir with primary data sources (Waka 2 Ogan Ilir curriculum curriculum and Fiqh subject teachers) and secondary (scientific works, books, articles, newspapers, and journals relevant to this study) . The results of this study indicate that in class VII of MTsN 2 Ogan Ilir, the integration of sex education material in Fiqh lessons appears in the thaharah material which includes kinds of unclean, large and small hadast, features of aqil baligh, ablution, tayamum, and obligatory bathing (bathing janabat ) and discussed a little about matter away from adultery.
Penggunaan Media pada Pembelajaran Daring Tema 7 “Peristiwa dalam Kehidupan” Kelas V di SDN Sumbersari 1 Malang Mar’atus Sholichah; Sri Estu Winahyu; Mar’atus Sholichah; Sri Estu Winahyu; Sukamti Sukamti
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.104 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i62021p419-429

Abstract

Abstract: Learning media is one of the important components in learning. Before using the media the teacher must pay attention to the planning and criteria for selecting a good media. So that the desired learning objectives can be achieved optimally. However, not all teachers plan, select, and use learning media properly and appropriately. This study aims to describe the planning, selection, and use of media as well as the obstacles experienced in implementing the use of media in online learning Theme 7 "Events in Life" Fifth Grade at State Elementary School Sumbersari 1 Malang. This study uses a descriptive qualitative approach. Collecting data using interview, observation, and documentation techniques. Based on the results of the study, it was found that the teacher did not do the media planning themselves but used the media planning listed in the lesson plans which were arranged in one cluster. In choosing the media, it is different from the media that has been planned. This is because the media planned in the lesson plans cannot be applied 100 percent the same, adjusting to the conditions of each school. There are media that are not in accordance with the learning objectives. The use of media has implemented the steps of using media well. The obstacle experienced is that there are students who do not open the media sent by the teacher. As well as the limited ability of teachers in making technology-based media. Abstrak: Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Sebelum menggunakan media guru harus memperhatikan perencanaan dan kriteria pemilihan media yang baik. Sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai dengan optimal. Namun, tidak semua guru melakukan perencanaan, pemilihan, dan penggunaan media pembelajaran dengan baik dan sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pemilihan, dan penggunaan media serta kendala yang dialami dalam penerapan penggunaan media pada pembelajaran daring Tema 7 “Peristiwa dalam Kehidupan” kelas V di SDN Sumbersari 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa guru tidak melakukan perencanaan media sendiri melainkan menggunakan perencanaan media yang tertera pada dokumen RPP yang disusun dalam satu gugus. Dalam memilih media, berbeda dengan media yang sudah direncanakan. Hal ini dikarenakan media yang direncanakan dalam RPP tidak bisa diterapkan 100 persen sama, menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Terdapat media yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan media sudah menerapkan langkah-langkah penggunaan media dengan baik. Kendala yang dialami yaitu terdapat siswa yang tidak membuka media yang dikirimkan oleh guru. Serta keterbatasan kemampuan guru dalam membuat media berbasis teknologi.
Analisis Miskonsepsi Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Tema 4 pada Siswa Kelas V SD Mar’atul Izza; Sukamti Sukamti; Mar’atul Izza; Sukamti Sukamti; Sri Estu Winahyu
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.605 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i82021p660-664

Abstract

Abstract: This study aims to describe the material misconceptions about the human circulatory system in fifth grade students at SD Negeri 1 Sumberpasir. This study uses a qualitative approach with data collection through essay tests and interviews. The research subjects were fifth grade students. The results showed that there were still many students who had misconceptions about the concept of the human circulatory organ, the process of human blood circulation, human blood circulation disorders and how to maintain the health of the circulatory organ. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi materi sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Sumberpasir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui tes esai dan wawancara. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi pada konsep organ peredaran darah manusia, proses peredaran darah manusia, gangguan peredaran darah manusia dan cara memelihara kesehatan organ peredaran darah.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF BERPIKIR, BERPASANGAN DAN BERBAGI (KOPI PAGI) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Esti Untari; Sukamti Sukamti; Lilik Bintartik; Sri Estu Winahyu; Sigit Wibowo; Riski Riski Solehariyah; Zulfa Aji Mukti
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.833 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v11i5.8619

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan model KOPI PAGI terhadap keterampilan berbicara dan hasil belajar siswa kelas 4 SDN Bendogerit 1 Kota Blitar. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimen atau eksperimen semu dengan desain penelitian non equivalent control group design. Penelitian dilakukan di dua kelas, kelas 4A sebagai kelas kontrol dan kelas 4B sebagai kelas eksperimen. Rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 57.78 meningkat menjadi 65.3. Sedangkan hasil belajar siswa kelas eksperimen model pembelajaran KOPI PAGI dari 60.2 meningkat menjadi 80.8. Hasil keterampilan berbicara siswa di kelas kontrol rata–rata hasil keterampilan berbicara siswa 46.41 meningkat menjadi 65.37. Sedangkan, data pada kelas eksperimen, rata–rata hasil keterampilan berbicara siswa didapatkan hasil 57.44 dan meningkat menjadi 74.6. Setelah dilakukan pengujian N-Gain Score hasil bahwa nilai rata–rata kelas kontrol 21,69% tergolong tidak efektif. Sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata–ratanya 58.12% tergolong cukup efektif. Sehingga disimpulkan model KOPI PAGI dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berbicara siswa serta model KOPI PAGI lebih efektif diterapkan pada materi perubahan energi dan sumber daya alternatif di SD kelas IV SDN Bendogerit 1 Kota Blitar.