Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) memiliki peran penting dalam memberdayakan Promotor Kesehatan dan Sanitarian untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit. Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan edukasi kesehatan dengan memanfaatkan AI untuk menciptakan komunikasi yang efektif, efisien, menarik, dan tepat sasaran. Program ini melibatkan 20 peserta dari Dinas Kesehatan DIY yang berperan sebagai Promotor Kesehatan dan Sanitarian. Intervensi utama difokuskan pada peningkatan pemahaman, keterampilan, dan komitmen peserta melalui berbagai metode, termasuk pre-test, presentasi, praktik langsung, simulasi peran, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan output, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan: tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 25% sebelum edukasi menjadi 65% setelah edukasi (p < 0,05). Selain itu, 95% peserta berhasil menghasilkan media promosi berkualitas tinggi dengan memenuhi kriteria seperti kerapian, kejelasan, relevansi tema, dan keselarasan desain. Semua peserta memberikan umpan balik yang sangat baik kepada pemateri, dengan skor rata-rata melebihi 90 berdasarkan 12 indikator evaluasi. Untuk mempertahankan pencapaian ini, disarankan adanya kolaborasi berkelanjutan melalui diskusi kelompok, forum daring, dan evaluasi rutin. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan platform media sosial guna memperluas jangkauan promosi kesehatan mereka, memastikan integrasi AI yang efektif dalam aktivitas profesional mereka.