Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Pedoman Inkubasi Bisnis dalam Meningkatkan Kapasitas Wirausaha Mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta: Pengabdian V. Wiratna Sujarweni; Khaula Lutfiati Rohmah; Elisabeth Deta Lustiyati; Sri Hasta Mulyani; Metty Metty; Dian Rhesa Rahmayanti; Fatma Nawang Setiyani; Bertold L. Loy Panda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5320

Abstract

Banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menandai semakin sempit peluang kerja, perkembangan teknologi yang semakin canggih mengakibatkan kebutuhan akan tenaga manusia mulai bergeser untuk kemudian digantikan dengan mesin atau peralatan produksi lainnya. Jiwa dan semangat wirausaha untuk mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memberi bekal pada mereka memasuki dunia kerja. Inkubasi bisnis merupakan salah satu cara untuk mewujudkan misi Universitas Respati Yogyakarta yaitu menjadi Universitas Unggul, Berjiwa Wirausaha dan Mampu Bersaing di Tingkat Global Tahun 2038.Inkubasi bisnis merupakan wadah yang digunakan untuk melatih mahasiswa yang mempunyai proposal bisnis untuk diikutkan hibah, dan juga mahasiswa yang mempunyai ide bisnis untuk diwujudkan menjadi bisnis yang menghasilkan keuntungan dan berkelanjutan. Inkubasi bisnis merupakan salah satu cara yang tepat untuk memberi bekal kepada mahasiswa tentang kewirausahaan.Tujuan kegiatan ini memiliki tujuan mencapai visi kewirausahaan UNRIYO dengan menghasilkan mahasiswa yang berwirausaha. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan, pendampingan dan evaluasi bisnis yang dilakukan oleh mahasiswa. Program inkubasi bisnis mahasiswa telah terlaksana secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan seleksi proposal usaha mahasiswa yang masuk untuk menilai kelayakan ide bisnis, potensi pasar, dan kesiapan tim. Proposal yang lolos seleksi selanjutnya memasuki tahap inkubasi, di mana mahasiswa tidak hanya dibina secara konseptual tetapi juga dilatih dan didampingi secara langsung dalam menjalankan usahanya. Pelatihan yang diberikan meliputi evaluasi ide bisnis dan pasar, evaluasi produk, evaluasi keuangan termasuk analisis kelayakan bisnis, serta evaluasi pemasaran. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti praktik aplikasi pemasaran dan praktik pameran produk sebagai bentuk implementasi usaha secara nyata. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan usaha dan kualitas proposal bisnis. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ditetapkan tiga kelompok usaha mahasiswa yang dinilai paling siap untuk dikirimkan proposalnya dalam program hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Aksesibilitas Sarana Sanitasi bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum Elisabeth Deta Lustiyati; Merita Eka Rahmuniyati
INKLUSI Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.492 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060105

Abstract

Persons with disabilities often experience obstacles because there are no accessible facilities available to them in public places. The purpose of this study is to obtain an overview of the accessibility of public toilets in public transportation located in Yogyakarta. The research took the case of Giwangan bus station, Yogyakarta (Tugu) train station, Lempuyangan train station, Wates train station, Maguwoharjo train station, and Adisutjipto airport. This type of research is descriptive evaluative. Data collection is done by using purposive sampling technique and by the method of observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the accessibility of sanitation services at Adisucipto airport and all train stations is good; while accessibility at the Giwangan terminal is still lacking.[Para difabel sering mengalami hambatan karena tidak terdapatnya fasilitas yang aksesibel bagi mereka di tempat-tempat umum. Tujuan penelitian ini adalan untuk memperoleh gambaran aksesibilitas toilet umum bagi difabel di tempat transportasi umum DIY. Penelitian mengambil kasus di terminal Giwangan, stasiun Yogyakarta (Tugu), stasiun Lempuyangan, stasiun Wates, stasiun Maguwoharjo, dan bandar udara Adisutjipto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan sanitasi di bandara Adisucipto dan semua stasiun kereta api sudah baik; sementara aksesibilitas di terminal Giwangan masih kurang.]